Kamis, 23 Oktober 2014  

Berita Pajak

Pajak Berlipat Bagi Pemilik Mobil Lebih Dari Satu

Senin, 28 Januari 2008

Pajak Berlipat Bagi Pemilik Mobil Lebih Dari Satu
   Cari Berita Pajak    Kirim Komentar    Beritahu Teman    Cetak A A A  

JAKARTA. Anda yang suka mengoleksi mobil baru atau mengoleksi mobil antik, bersiaplah membayar pajak yang berlipat-lipat. Pasalnya, Departemen Keuangan, Departemen Dalam Negeri dan DPR sudah sepakat untuk memberlakukan pajak progresif bagi mereka.
Maksudnya, para wajib yang memiliki lebih dari satu kendaraan akan terkena pajak kepemilikan kendaraan yang jumlahnya terus membesar, dan tergantung jumlahnya. Kesepakatan itu tertuang dalam rancangan Undang-Undang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (RUU PDRD), yang kini hampir selesai dibahas di DPR.

Ambil contoh, untuk kendaraan pertama, pemilik mobil cukup membayar Pajak Kendaraan Bermotor sebesar 10% dari nilai jual kendaraan. Tetapi, untuk kendaraan kedua dan ketiga kewajibannya akan membengkak lebih besar dari pajak mobil pertama.

Soal besarnya pungutan pajak itulah yang kini masih menjadi pembahasan pemerintah dan DPR. Ada usulan, besarannya adalah 20% untuk mobil kedua, dan 40% untuk mobil ketiga. Artinya, jika Anda memiliki dua mobil, Anda harus membayar dua kali lebih besar dari pajak mobil pertama Anda. Kalau memiliki tiga mobil, pajaknya tiga kali lebih besar dari pajak mobil pertama.

DPR menyerahkan perhitungan pastinya kepada pemerintah. Dan sampai saat ini DPR masih menanti pemerintah membawa hasil perhitungannya. “Kalau persentase usulan itu masuk, RUU ini selesai dan siap disahkan,” kata Harry Azhar Aziz, Ketua Panitia Khusus (Pansus) RUU PDRD kepada KONTAN, kemarin (27/1).

Pajak progresif kepemilikan mobil juga menyasar pemilik mobil tua. Semakin tua umur kendaraan, pemerintah akan mengenakan pajak yang makin tinggi pula. Soal seberapa besar pajaknya, gubernur akan menentukan persentasenya. “Mungkin kami nanti hanya memberi rambu-rambu agar tidak melenceng,’ kata Harry.

Niat memberlakukan pajak progresif bagi kendaraan sebenarnya sudah lama mencuat. Cuma, dulu usulannya hanya akan berlaku di Jakarta. Kini, ketentuan ini akan berlaku di seluruh wilayah Indonesia.

Tujuan pengenaan pajak ini adalah untuk mengurangi polusi. Pengenaan pajak berlipat ini juga dianggap lebih efektif mengatasi kemacetan di kota-kota besar yang kian parah.

Sandy Baskoro, Umar Idris

Harian Kontan, 28 Januari 2008
© PajakOnline.com | ‹ Dibaca 384 kali ›

Pencarian Berita Pajak
Kata Kunci :