Kamis, 28 Agustus 2014  

Berita Pajak

Kenaikan airport tax ditunda

Selasa, 5 Februari 2008

$alt
   Cari Berita Pajak    Kirim Komentar    Beritahu Teman    Cetak A A A  

Terminal kargo bandara segera direalisasikan
JAKARTA: PT Angkasa Pura II menargetkan uji kelayakan pembangunan kawasan baru terminal kargo di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang selesai pertengahan tahun ini. Corporate Secretary PT Angkasa Pura (AP) II Sudaryanto mengatakan pelaksanaan feasibility study (FS) butuh waktu relatif lama, karena harus melakukan koordinasi dengan instansi terkait. Pembangunan kawasan terminal baru tersebut dilaksanakan untuk memaksimalkan fasilitas yang terkait kargo.

Selain itu, pembangunan itu juga untuk mengembangkan Bandara Soekarno-Hatta menjadi pusat kargo Asia Pasifik. "Namun, sejauh ini kami masih memaksimalkan fasilitas yang sudah ada, dan kami belum bisa memastikan kapan pembangunan itu bisa dimulai," katanya kepada Bisnis, kemarin.


Fasilitas terminal kargo yang akan dibangun di lahan seluas 750.000 m2 di kawasan Bandara Soekarno-Hatta tersebut akan dilengkapi apron khusus kargo, pergudangan, desain untuk layanan unit load devices (ULDs), baik di terminal maupun apron, dan fasilitas khusus pertukaran data secara elektronik. AP II juga berencana melibatkan sektor swasta dalam bentuk kerja sama pengoperasian terminal kargo secara bersama mengingat besarnya minat industri untuk penyediaan fasilitas kargo udara.

Pertumbuhan kargo udara di Bandara Soekarno-Hatta sejak 2000 sampai 2006 adalah 5%, sedangkan kargo dunia mencapai 7,9% per tahun. Namun, jika dibandingkan dengan Bandara Kuala Lumpur, posisi Bandara Soekarno-Hatta masih kalah. Bandara negeri jiran itu memiliki pertumbuhan per tahunnya rata-rata 16,3%. "Tetapi kami berusaha agar fasilitas terminal kargo di Soekarno-Hatta bisa lebih baik dan lebih besar," tandas Sudaryanto.

Tingkatkan fasilitas

Terkait dengan rencana AP II menaikkan airport tax sebesar 50%, Sudaryanto menjelaskan hal tersebut masih ditunda untuk sementara waktu mengingat perusahaan itu masih akan meningkatkan berbagai pelayanan dan fasilitas untuk penumpang.

Sudaryanto mengungkapkan perbaikan fasilitas tersebut ditargetkan selesai pada akhir bulan ini atau dua bulan setelah pengajuan rencana kenaikan tersebut ditolak oleh pemerintah.

"Saat ini perbaikan sedang berlangsung, seperti toilet, dan sebagainya. Kami ingin meningkatkan layanan dulu sebelum meningkatkan airport tax." Sebelumnya, pemerintah menolak usulan kenaikan tarif pelayanan jasa penumpang pesawat udara (PJP2U) atau airport tax hingga 50% karena pelayanan bandara dinilai masih banyak kekurangan.

Menhub Jusman Syafii Djamal mengatakan pemerintah berharap PT Angkasa Pura II dan PT Angkasa Pura I meningkatkan fasilitas publik di bandara lebih dahulu sebelum mengajukan kenaikan tarif airport tax. Menhub mengungkapkan sebagian besar bandara internasional yang dikelola Angkasa Pura masih memiliki kekurangan seperti Bandara Internasional Soekarno-Hatta, yang kondisinya masih memprihatinkan, terutama kawasan parkirnya yang belum memiliki fasilitas sanitasi dan toilet.


Bisnis Indonesia, 5 Februari 2008

© PajakOnline.com | ‹ Dibaca 440 kali ›

Pencarian Berita Pajak
Kata Kunci :