Kamis, 23 Oktober 2014  

Berita Pajak

Sistem Bayar Pajak Online Diberlakukan

Selasa, 8 April 2008

   Cari Berita Pajak    Kirim Komentar    Beritahu Teman    Cetak A A A  

JAKARTA -- Sistem pembayaran pajak secara online mulai diberlakukan pemerintah DKI Jakarta kemarin. Dengan sistem ini efisiensi pajak diharapkan bisa ditingkatkan dan kepercayaan masyarakat terhadap administrasi pajak semakin bertambah.

"Masyarakat bisa menghitung dan menyetor sendiri pajaknya. Kami hanya memonitor," kata Prijanto saat meluncurkan sistem online itu di Balai Kota kemarin. Diharapkan juga sistem ini mampu meminimalkan tingkat kebocoran. Seluruh mekanisme pembayaran dilakukan melalui Internet dan dimonitor oleh petugas Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda).

Sayangnya, sementara ini tak semua wajib pajak bisa terlayani oleh sistem pembayaran online. Hanya pengusaha hotel, restoran, dan tempat hiburan yang bisa mengaksesnya. Jumlahnya pun tak lebih dari 31 wajib pajak.

Dari 31 wajib pajak yang bisa menggunakan sistem online, baru 4 di antaranya yang bersedia diuji coba. Mereka adalah perusahaan McDonald di Mall Taman Anggrek, Pizza Hut di Permata Hijau, Hotel Tropical di Jakarta Barat, dan Izzi Pizza di Jalan M.T. Haryono.

Sisanya memang menyatakan bersedia. Namun, mereka ragu karena khawatir dengan masalah keamanan. Mereka ragu apakah sistem baru itu benar-benar aman dan tak merusak jaringan sistem yang sudah mereka miliki sebelumnya.

Secara keseluruhan, jumlah wajib pajak 2008 berjumlah 6.793 orang. Rinciannya, 770 wajib pajak hotel, 5.040 wajib pajak restoran, dan 983 wajib pajak hiburan. "Kalau banyak yang nggak mau, akan dibuat peraturan daerah agar ada sanksi," kata Priyanto.

Karena itu, pemerintah mentargetkan Juni mendatang 31 wajib pajak tersebut sudah menggunakan sistem online. Apalagi pihak legislatif juga mendesak agar pola ini bisa segera diterapkan. Untuk meyakinkan 27 wajib pajak yang sudah bersedia tapi masih ragu, kata Priyanto, pemerintah akan memberikan paparan lebih lanjut dengan mengikutsertakan 4 wajib pajak yang sudah menerapkan sistem online ini.

Wakil Kepala Dispenda DKI Jakarta Rachmat Achyar mengatakan target pemasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun ini sebesar Rp 1, 454 triliun. Jumlah itu diperoleh dari pajak hotel Rp 625 miliar, pajak restoran Rp 610 miliar, dan pajak tempat hiburan Rp 219 miliar.

Menurut Priyanto, pengadaan sistem pembayaran online ini terhitung murah. "Mereka tinggal memasang Speedy saja." katanya. Untuk memasang program, setiap 200 wajib pajak hanya menghabiskan dana Rp 1, 408 miliar per tahun. Sedangkan untuk pengadaan peralatan dan pengunduhan program sebesar Rp 417, 8 juta serta masukan dari wajib pajak Rp 1,636 miliar.

Dengan begitu, biaya rata-rata yang dibebankan kepada wajib pajak kepada Speedy sebesar Rp 1,654 juta per bulan untuk tahun pertama. Untuk tahun kedua jumlahnya akan susut menjadi Rp 681 ribu.

Ismi Wahid


Koran Tempo, 8 April 2008

© PajakOnline.com | ‹ Dibaca 1003 kali ›

Pencarian Berita Pajak
Kata Kunci :