Rabu, 22 Oktober 2014  

Berita Pajak

Penerbit Buku Minta Bebas Pajak Kertas

Koran Tempo, Kamis 15 Mei 2008

Penerbit Buku Minta Bebas Pajak Kertas
   Cari Berita Pajak    Kirim Komentar    Beritahu Teman    Cetak A A A  

Kenaikan harga buku maksimal mencapai 30 persen jika kenaikan harga BBM ditetapkan pemerintah pada kisaran 25 sampai 30 persen, "hal itu paralel dengan kenaikan ongkos distribusi dan kenaikan harga bahan baku kertas," kata Ketua Ikatan Penerbit Buku Indonesia Setia Dharma Madjid setelah bertemu dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla di kantor Wakil Presiden kemarin.

Harga buku kemungkinan besar akan naik akibat adanya rencana kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi.

Namun, kenaikan harga itu dapat dihindari jika pemerintah memberikan insentif atau perlakuan khusus dengan tidak mengenakan pajak pertambahan nilai atau PPN. "Karena faktor paling penting adalah harga kertas. Kalau naik terus, ditambah ada kenaikan harga BBM, harga buku bisa lebih mahal." ujar Setia.

Ikatan Penerbit, ia melanjutkan, menyampaikan permohonan kepada Menteri Perindustrian agar membebaskan (PPN) pajak pertambahan nilai untuk kertas khusus buku.

Setia mengimbau agar Menteri Pendidikan Nasional tidak egoistis dengan tetap mempertahankan harga acuan buku-buku pelajaran sekolah di saat semua item ongkos produksi naik, sementara PPN buku pun tak dihapus. "Kami kan tetap industri, ini semua tergantung political trili pemerintah," ujarnya.

Wakil Presiden memahami kondisi ini karena 60 persen bahan buku adalah kertas, yang paling rentan naik harga."

Sebelumnya, Ketua Umum Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia Fauzi Lubis meminta pemerintah menetapkan tata niaga kertas agar para penerbit buku dapat mencetak buku murah dan berkualitas. Sebab, komponen biaya pengadaan kertas untuk buku mencapai 60-70 persen dari harga pokok ini sehingga perlu disubsidi

Departemen Pendidikan Nasional dan Departemen Perindustrian, kata dia berkonsolidasi menurunkan harga kertas untuk buku murah. "Kami hanya meminta subsidi untuk kertas buku aja," kata dia Jika kertas disubsidi, Fauzi memperkirakan para penerbit dapat mencetak buku pelajaran @ Rp 7.500 untuk 160 halaman

Ketua Umum Gabungan Toko Buku Indonesia Firdaus Oemar, yang mendampingi Setia mengungkapkan bahwa para pengusaha buku mencanangkan pengadaan 10.000 toko buku di seluruh Indonesia.

Melalui program ini, ia menjelaskan, di kabupaten atau kota akan dibangun dua toko buku. Untuk menjangkau daerah terpencil, bentuk toko buku akan ditetapkan kemungkinan besar dalam bentuk mobil keliling, "Ini untuk membantu mendekat kan masyarakat dan sekolah," ujarnya.

Koran Tempo, 15 Mei 2008
© PajakOnline.com | ‹ Dibaca 724 kali ›

Pencarian Berita Pajak
Kata Kunci :