Kamis, 21 Agustus 2014  

Berita Pajak

Tanpa NPWP, Denda Lipat Dua

Indo Pos, Senin 23 Juni 2008

$alt
   Cari Berita Pajak    Kirim Komentar    Beritahu Teman    Cetak A A A  

Ditjen Pajak bakal mengenakan sanksi denda dua kali lipat dari pajak pertambahan nilai (PPN) kepada pembeli barang mewah yang belum memiliki NPWP (nomor pokok wajib pajak). Klausul ini disepakati pemerintah dan Panitia Kerja RUU Pajak Penghasilan (PPh) DPR.

Pembeli Barang Mewah

Ketentuan baru itu diharapkan bisa menyukseskan program ekstensifikasi pajak dengan memperbesar jumlah pemilik NPWP. "Kalau dia punya NPWP, tarifnya sesuai dengan daftar yang ada. Kalau enggak punya, harus dipotong dua kali lipat. Dendanya 100 persen, dibayar sekali," kata Dirjen Pajak Darmin Nasution di Kantor Depkeu kemarin (20/6).

Menurut Darmin, denda dibayar langsung di muka saat transaksi jual beli. Untuk mengecek kepemilikan NPWP pembeli, petugas wajib pungut dikerahkan guna melihat langsung ke penjual barang mewah.

Darmin menambahkan, denda itu sebenarnya bisa dianggap sebagai kredit (cicilan) pembayaran PPh. Jadi, saat membayar PPh di akhir tahun pajak, WP tidak dirugikan. "Denda ini sifatnya witholding tax. Bisa dikreditkan nanti waktu wajib pajak benar-benar bayar pajak. Jadi, sebenarnya tak merugikan banget. Tapi, di awal dipotongnya lebih tinggi," ujarnya.

Ke depan, Ditjen Pajak juga bakal membebankan pajak kepada penjual. Selama ini PPh Pasal 22 terkait dengan penjualan barang mewah hanya dikenakan ke pembeli. "Ke depan, pembeli barang mewah maupun penjual akan sama-sama kena," tuturnya. Sebab, penjual dianggap juga dapat untung atas tingginya harga barang mewah tersebut.

Ketua Pansus RUU PPh Melchias Markus Mekeng menyebut yang masuk kategori barang mewah, antara lain, rumah seharga Rp 2 miliar lebih, berlian di atas Rp 1 miliar, dan mobil di atas Rp 1 miliar.(sof/dwi)

Indopos, 21 Juni 2008
© PajakOnline.com | ‹ Dibaca 1712 kali ›

Pencarian Berita Pajak
Kata Kunci :