Rabu, 23 Juli 2014  

Berita Pajak

Hore, Pajak Kendaraan Alat Berat Turun

Harian Kontan, Rabu 2 Juli 2008

   Cari Berita Pajak    Kirim Komentar    Beritahu Teman    Cetak A A A  

JAKARTA. Kabar gembira bagi perusahaan alat berat di Indonesia. Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sepakat menurunkan tarif pajak kendaraan bermotor (PKB) khusus alat berat turun menjadi 0,1% hingga 0,3%.

RUU PAJAK DAN RETRIBUSI DAERAH
Tarif tersebut lebih rendah dari yang berlaku sekarang yakni 0,5% dari harga alat berat. Kesepakatan ini terjadi sewaktu Departemen Keuangan, Departemen Dalam Negeri, dan fraksi-fraksi di DPR membahas Rancangan Undang-Undang Pajak dan Retribusi Daerah (RUU PDRD). "Kesepakatannya sudah terjadi pada pekan lalu, "kata Ketua Panitia Khusus (Pansus) RUU PDRD Harry Azhar Azis, kemarin (1/7).

Munculnya kesepakatan ini sepertinya sesuai dengan keinginan pemerintah. Asal tahu saja, usulan pajak untuk 0,1% hingga 0,3% merupakan usulan pemerintah yang ada di dalam draf RUU PDRD.

Menurut Harry, penurunan tarif ini untuk mempercepat putaran roda ekonomi. Maklum alat berat merupakan alat produksi utama bagi perusahaan yang menggunakannya. "Langkah ini sebagai bagian untuk menumbuhkan investasi di Indonesia, "imbuh Harry.

Hasil kesepakatan ini akan berlaku 2009. Dengan catatan pembahasan RUU PDRD selesai pada 2008 ini. "Jika molor, kesepakatan ini tidak berlaku tahun depan, "tutur Harry.

RUU PDRD itu menyebutkan bahwa dasar pengenaan pajak kendaraan bermotor meruapakan hasil perkalian dari dua unsur. Yaitu nilai jual kendaraan bermotor dan bobot kendaraan yang mencerminkan tingkat kerusakan jalan.

PT Hexindo Adiperkasa Tbk, perusahaan distribusi alat-alat berat, menyambut baik rencana pemerintah dan DPR menurunkan angka pajaknya. "Jika benar terjadi, penurunan pajak itu akan menggairahkan pasar alat berat di Indonesia, "kata Heri Akhyar, Sekretaris Perusahaan Hexindo.

Selama ini distributor alat-alat berat terkena pajak dari dua sisi. Selain terkena pajak kendaraan, perusahaan alat berat juga terkena pajak impor rata-rata sebesar 10%, kecuali produk alat berat yang berasal dari Asia Tenggara.

Hans Henricus Benedictus

Harian Kontan, 2 Juli 2008
© PajakOnline.com | ‹ Dibaca 1031 kali ›

Pencarian Berita Pajak
Kata Kunci :