Kamis, 28 Agustus 2014  

Berita Pajak

Pajak untuk UMKM, Separuh Tarif Normal

Harian Kontan, Selasa 15 Juli 2008

   Cari Berita Pajak    Kirim Komentar    Beritahu Teman    Cetak A A A  

JAKARTA. Ini kabar gembira buat pengusaha mikro, kecil, dan menengah. Tahun depan, pajak yang selama ini telah mereka bayarkan bakal dapat diskon dari pemerintah. Kesepakatan terbaru pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dalam rapat Panitia Kerja Rancangan Undang-undang Pajak Penghasilan (Panja RUU PPh) telah sepakat untuk mengurangi pajak UMKM sebagai wajib pajak badan.

2009 nanti, UMKM kena PPh 14%, dan turun lagi jadi 12,5% tahun berikutnya

Pemerintah dan DPR sepakat menerapkan tarif tunggal PPh badan yang berbeda buat UMKM. “Wajib pajak badan dalam negeri dengan peredaran usaha hingga Rp 50 miliar per tahun diberi fasilitas keringanan tarif PPh 50% dari tarif normal,” kata anggota Panja RUU PPh Drajat H. Wibowo, Sabtu (12/7).

Keputusan ini menjadi rangkaian dari kesepakatan pemerintah dan DPR atas besaran tarif PPh untuk tahun pajak 2009, Juni lalu. Tarif PPh wajib pajak badan turun dari 30% menjadi 28%. Tarif ini akan turun lagi pada tahun pajak 2010 menjadi 25%. Ini berarti, tarif PPh UMKM pada 2009 sebesar 14% dan turun 1,5% di tahun berikutnya.

Ketua Panitia Khusus RUU Perpajakan Melchias Markus Mekeng mengatakan, batassan peredaran usaha Rp 50 miliar ini merujuk pada definisi UMKM pada Undang-Undang UMKM. “Bayi baru lahir saja kena pajak, masa orang berusaha tidak kena pajak? Jadi, UMKM harus bayar PPh, tapi dengan tarif khusus,” kata Melchias.

UMKM senang

Insentif pajak ini hanya berlaku bagi UMKM yang telah berbadan hokum dan punya Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) sebagai wajib pajak badan. Bila tidak, maka pelaku UMKM harus memikul tarif PPh sebagai wajib pajak orang pribadi dengan tarif pajak yang dikenakan progresif alias bertingkat.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Bidang Koperasi dan UMKM Eva Rianti Hutapea menyambut gembira adanya diskon PPh buat UMKM ini.

Selama ini, menurut Direktur Layanan Bisnis dan UMKM Kadin Harmon Bermawi Thaib, UMKM telah membayar pajak, baik pemilik UMKM sebagai wajib pajak pribadi maupun UMKM sebagai wajib pajak badan. “Pajak itu kan kewajbian dan UMKM sudah membayarnya. Tentu kami sambut baik pengurangan tarif pajak ini,” kata Harmon, Minggu (13/4).

Martina Prianti

Harian Kontan, 14 Juli 2008

© PajakOnline.com | ‹ Dibaca 479 kali ›

Pencarian Berita Pajak
Kata Kunci :