Jumat, 28 Nopember 2014  

Berita Pajak

Insentif Pajak Bagi Empat Proyek Energi

Harian Kontan, Kamis 16 Oktober 2008

Insentif Pajak Bagi Empat Proyek Energi
   Cari Berita Pajak    Kirim Komentar    Beritahu Teman    Cetak A A A  

JAKARTA. Ada kabar gembira bagi pengusaha yang bermain disektor energi. Pemerintah akhirnya memberikan insentif pajak penghasilan kepada empat bidang usaha di bidang energi dan pertambangan. Fasilitas pajak diberikan dalam bentuk pengurangan penghasilan netto sebesar 30% dari jumlah penanaman modal, serta penyusutan dan amortisasi yang dipercepat.

Pemerintah berharap, insentif bisa menggenjot produksi bahan bakar

Empat bidang usaha itu adalah pengilangan minyak bumi, pembangunan kilang mini gas bumi (industri pemurnian dan pengolahan gas bumi), pengembangan biofuel, dan pengembangan panas bumi untuk pembangkit listrik.

Artinya, perusahaan yang bergerak di bidang usaha itu berhak meminta beberapa fasilitas perpajakan kepada pemerintah. "Ketentuan ini berlaku sejak akhir September lalu,"kata Evita Herawati Legowo, Direktur Jenderal Minyak dan gas Bumi Departemen Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM), Rabu (15/10) kemarin.

Pemerintah sengaja memberikan insentif karena ingin menggenjot produksi minyak dan gas (migas) nasional. Harapannya, ketergantungan terhadap impor bahan bakar (BBM) bisa mulai dikurangi.

Saat ini Indonesia masih mengimpor BBM sebanyak 400.000 barel per hari. Nah, adanya fasilitas insentif pajak penghasilan itu diharapkan bisa menggenjot produksi BBM sebanyak 300.000 barel per hari. "Sehingga, ketergantungan kita pada BBM impor menjadi berkurang,"ujar Evita.

Langsung dapat insentif

Menurut Evita, ada beberapa perusahaan pengolah minyak bumi skala kecil yang bakal langsung mendapat insentif pajak. Diantaranya PT Salwaanugerah Semesta dan PT Vastalux Energy.

Saat ini, kedua perusahaan tengah bekerjasama membangun kilang mini gas bumi di Cepu, Jawa Tengah, dengan kapasitas 6.000 barel per hari. "Nah, mereka itu bakal langsung dapat insentif,"ucap Evita.

Fasilitas serupa diberikan juga kepada perusahaan yang berkutat di bidang usaha panas bumi. Pasalnya, pemerintah sedang galak-galaknya menggiatkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi untuk menyiasati tingginya harga BBM dan batubara. "Pengusaha panas bumi juga dapat insentif, tetapi hanya yang untuk listrik. Hal yang sama juga berlaku bagi pengembangan biofuel dan refinery,"tambahnya.

Asal tahu saja, kebijakan insentif pajak itu diatur dalam Peraturan pemerintah (PP) Nomor 62/2008 diberikan kepada 23 bidang usaha dan 15 bidang usaha didaerah tertentu.

Gentur Putro Jati

Harian Kontan, 16 Oktober 2008
© PajakOnline.com | ‹ Dibaca 365 kali ›

Pencarian Berita Pajak
Kata Kunci :