Kamis, 23 Oktober 2014  

Berita Pajak

Pemerintah Batal Bahas Pajak Ekspor CPO 0%

Medan Bisnis, Selasa 21 Oktober 2008

   Cari Berita Pajak    Kirim Komentar    Beritahu Teman    Cetak A A A  

MedanBisnis – Jakarta Pemerintah belum memutuskan penerapan bea keluar atau pajak ekspor produk minyak kelapa sawit sebesar 0 persen menyusul turunnya harga CPO akhir-akhir ini. “Hari ini katanya pemerintah mau ada rapat mengenai hal itu, namun batal,” ujar Ketua Harian Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Derom Bangun ketika dihubungi detikFinance, Senin (20/10).

Pihak pemerintah sendiri melalui Kepala Badan Kebijakan Fiskal Anggito Abimanyu mengaku belum menerima pengajuan resmi dari pengusaha kelapa sawit mengenai permintaan penerapan pajak ekspor CPO 0 persen.
Anggito menilai penerapan PE 0% saat ini dikhawatirkan membuat ketidakpastian pasokan CPO di dalam negeri yang berujung pada pasokan produk hilirnya seperti minyak goreng. Oleh karena itu pajak ekspor tetap harus ada. Ia mengkhawatirkan PE 0% saat ini akan mengganggu kebutuhan dalam negeri, mengingat bisa saja terjadi potensi pengusaha nakal dengan mengekspor seluruh produksi CPO.
“Saya kira harus ada tarifnya, kalau tidak maka dalam negeri tidak ada jaminan kebutuhan,” ujarnya di sela rakornas Kadin bidang fiskal dan moneter di Jakarta, kemarin.
Derom Bangun mengemukakan penerapan PE 7,5% pada Oktober, pada posisi harga CPO di Rotterdam saat ini US$ 565 per ton dengan dipotong biaya-biaya maka harga yang bisa diterima produsen hanya mencapai Rp 3.800 per kilo atau dengan tambahan PPN maka menjadi Rp 4.200 yang diperkirakan mampu membeli harga TBS petani seharga Rp 300-600 per kilo. “Jadi harganya sangat rendah,” ujarnya.
Pengusaha kelapa sawit dalam beberapa kesempatan, terus berupaya meminta penurunan pajak ekspor CPO kepada pemerintah. Permintaan pengusaha kelapa sawit di Indonesia ini juga diikuti rekannya di Malaysia, dimana pengusaha mereka juga meminta regulator untuk memotong pajak ketika harga minyak CPO sudah mendekati titik break even point usahanya sebesar 1.500 ringgit per ton.


Di bursa komoditas Malaysia sendiri yang merupakan acuan, harga CPO mencapai 1.654 ringgit per ton untuk kontrak di bulan November 2008. (dtf)


Medan Bisnis, 21 Oktober 2008

© PajakOnline.com | ‹ Dibaca 521 kali ›

Pencarian Berita Pajak
Kata Kunci :