Jumat, 28 Nopember 2014  

Berita Pajak

Industri Padat Karya Akan Diprioritaskan

Suara Karya, Rabu 26 November 2008

   Cari Berita Pajak    Kirim Komentar    Beritahu Teman    Cetak A A A  

JAKARTA : Insentif pajak dan bea masuk yang ditanggung pemerintah pada 2009 akan diberikan ke industri padat karya dan berorientasi ekspor.

"Insentif ini kita perjuangkan untuk industri yang padat karya, agar perusahaan bisa sedikit bernapas lega. Insentif juga akan diberikan kepada industri yang berorientasi ekspor," kata Sekjen Departemen Perindustrian (Depperin) Agus Tjahajana usai pembukaan Pameran Teknologi dan Hasil Litbang Industri, di Jakarta, Selasa (25/11).

Menurut dia, insentif yang diberikan bukan berbentuk subsidi, melainkan untuk meringankan beban pajak untuk bahan baku impor. Contohnya, untuk insentif pajak pertambahan nilai (PPN) dan pajak penghasilan (PPh), dapat diterapkan sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 1 Tahun 2007 atau revisinya, PP Nomor 62 Tahun 2008. Kebijakan ini terkait dengan fasilitas PPh untuk penanaman modal di bidang-bidang usaha tertentu dan atau di daerah-daerah tertentu.

Sebelumnya, Deputi Menko Perekonomian Bidang Industri dan Perdagangan Edy Putra Irawadi mengatakan, pemerintah menetapkan sepuluh sektor industri yang mendapatkan insentif pajak dan bea masuk yang ditanggung pemerintah pada 2009. Dana insentif yang disediakan sebesar Rp 12,5 triliun.

Kesepuluh sektor yang mendapatkan insentif antara lain industri makanan dan minuman, elektronik dan komponen elektronik, otomotif dan komponennya, telematika, komponen kapal, kimia, baja, alat berat, dan komponen PLTU (pembangkitan listrik tenaga uap) skala kecil.

Hasil Litbang


Sementara itu, Agus Tjahajana mengatakan, hasil penelitian dan pengembangan (litbang) dari Balai Litbang Industri belum bisa terserap secara optimal oleh masyarakat dan industri. Kurangnya promosi merupakan salah satu penyebab utama kurang dekatnya lembaga-lembaga litbang dengan masyarakat serta minimnya pemanfaatan hasil litbang oleh industri. Oleh karena itu, upaya peningkatan hasil litbang industri menjadi kurang berarti karena tidak sinkron dengan upaya pemanfaatannya oleh masyarakat dan industri.

Padahal, selama ini Balai Besar dan Balai Riset serta Standardisasi Industri Depperin selalu mengembangkan teknologi yang berfungsi meningkatkan nilai tambah produk industri nasional. "Balai Litbang Industri selama ini mencoba menciptakan teknologi yang aplikatif, sehingga kualitas produk industri menjadi lebih baik," tuturnya.

Litbang yang dilakukan Balai Besar dan Balai Riset Depperin, menurut dia, bertujuan agar masalah di industri dapat diselesaikan, khususnya dengan pemanfaatan hasil litbang. "Kita mencoba memecahkan masalah dengan menciptakan teknologi aplikatif yang bisa membantu dalam hal produksi," ujar dia.

Untuk itu, Depperin sengaja membuat Pameran Teknologi Industri dan Hasil Litbang 2008 dengan tema "Litbang Kuat, Industri Pesat, Kesejahteraan Meningkat" yang diadakan di Plaza Industri Depperin, 25-28 November 2008.

Pameran itu diikuti oleh 21 peserta yang berasal dari Balai Litbang Industri, swasta, dan BUMN serta binaan Balai Litbang Industri. Di sela pameran juga diadakan seminar dengan tema "Integrated Approach to Secure and Sustainable Industrial Development" yang dibawakan oleh PT Sucofindo serta "Global Warming Mitigation Technology in Industrial Sector" oleh International Center for Environmental Technology Transfer (ICETT).

Andrian


Suara Karya, 26 Nopember 2008

© PajakOnline.com | ‹ Dibaca 463 kali ›

Pencarian Berita Pajak
Kata Kunci :