Kamis, 24 Juli 2014  

Berita Pajak

Pajak Progresif Kendaraan Perburuk Investasi

Republika, Senin 10 Agustus 2009

   Cari Berita Pajak    Kirim Komentar    Beritahu Teman    Cetak A A A  

JAKARTA -- Pajak kendaraan bermotor (PKB) progresif dalam Undang-Undang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) akan diberlakukan mulai 1 Januari 2010. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengingatkan pemerintah bahwa kebijakan pajak progresif bisa memperburuk penilaian prinsipal maupun investor otomotif terhadap iklim investasi di Indonesia.

''Image yang muncul di kalangan investor adalah pemerintah terkesan tidak mendukung iklim investasi industri otomotif, padahal situasi ekonomi nasional sedang membaik,'' ujar Bambang Trisulo, ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), kepada Republika, di Jakarta, Kamis (6/8).

Bambang menegaskan, gencarnya pajak bakal membuat penjualan otomotif, khususnya mobil, mengalami penurunan tajam. Padahal pascapilpres bulan Juli kemarin, situasi ekonomi dan politik mulai stabil. Didukung lagi even Indonesia International Motor Show (IIMS) 2009 kemarin berjalan sukses, dengan tingkat transaksi yang menggembirakan.

''Tapi, gara-gara ada rencana penerapan kebijakan pajak ini, penilaian investor berubah,'' kata Bambang. Namun hingga kini Gaikindo belum menerima laporan adanya prinsipal maupun Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) yang memberikan pernyataan resmi menunda rencana investasinya.

''Yang membuat kami kecewa ya, sebelum dan sejak peraturan itu keluar kami dari produsen otomotif tidak pernah diajak bicara,'' ungkap Bambang.

Saat ini pembelian kendaraan baru dikenakan pajak pertambahan penjualan (PPN), pajak penjualan barang mewah (PPnBM), pajak kendaraan bermotor (PKB) dan bea balik nama (BBN). Untuk mobil impor, dikenakan pajak tambahan berupa bea masuk (BM) dan PPN impor. Dalam UU PDRD yang baru, pemerintah dan DPR sepakat menetapkan tarif PKB secara progresif, yakni dua persen terhadap nilai jual untuk pembelian kendaraan bermotor pertama.

Selanjutnya, tarif PKB untuk kendaraan kedua dan ketiga dikenakan tarif 2-10 persen tergantung keputusan pemerintah provinsi. Tarif BBN juga naik dari 10 persen menjadi 20 persen. Bahkan pada 2012 pemerintah juga mengenakan tarif pajak BBN maksimal 10 persen.

Ketua Panitia Khusus RUU PDRD, Harry Azhar Aziz, menjelaskan, kenaikan tarif pajak otomotif bertujuan untuk menekan populasi kendaraan bermotor. Dengan demikian kemacetan yang selama ini kerap terjadi di kota besar dapat dikurangi.

''Nantinya sebesar 70 persen dana yang diperolah diperuntukkan untuk pemprov, sedangkan 30 persen untuk kabupaten serta kota. Pemerintah daerah wajib mengalokasikan 10 persen penerimaan pajak untuk pembangunan infrastruktur,'' kata Harry.

Presiden Direktur Toyota Astra Motor, Johnny Darmawan, menyatakan tidak ada satu negara pun yang membatasi penjualan kendaraan bermotor. Bahkan beberapa negara Eropa memberikan subsidi sebesar 2.000 Euro untuk pembelian kendaraan baru untuk merangsang penjualan mobil.

Dia juga menegaskan, komponen pajak mobil di Indonesia merupakan salah satu yang terbesar di dunia. Singapura pernah menerapkan pajak dalam jumlah besar, namun beberapa tahun terakhir pemerintah tersebut sudah mulai menurunkan pajak mobil, yang berkorelasi dengan peningkatan penjualan kendaraan roda empat.

Johnny mengusulkan pemerintah membatasi usia kendaraan yang beredar di kota besar maksimal berusia 10 tahun. Cara ini sudah digunakan di beberapa negara seperti Jepang. Untuk menggeser mobil lama ke luar kota, pemerintah bisa mewajibkan standar emisi Euro 2. Ini akan memaksa pemilik mobil lama untuk membeli mobil baru atau menjual mobilnya ke luar kota besar. zak


Dihadang Pajak Progresif
Penjualan mobil selama lima tahun ini terus mengalami pasang surut terkait kondisi ekonomi dan harga bahan bakar minyak (BBM). Walau penjualan mobil nasional tahun 2009 ini dipastikan lebih kecil dari tahun 2008 lalu yang mencapai 607.805 unit, namun trennya terus naik. Hingga Juli 2009 penjualan mobil sudah menembus 255 ribu unit dan puncaknya diperkirakan pada bulan Agustus menembus 45 ribu unit. Masih tersisa lima bulan lagi untuk meraup target penjualan 2009 450 ribu unit, jauh dari penjualan 2008. Namun penjualan mobil 2010 bakal terhadang aturan pajak progresif kendaraan bermotor.

Penjualan Mobil 2009
Januari 31.557
Februari 34.300
Maret 33.840
April 34.299
Mei 35.412
Juni 39.567
Juli 41.900
Agustus 45.000*)

*)prediksi

Penjualan Mobil 2004-2009
2004 483.148
2005 533.917
2006 318.904
2007 433.341
2008 603.774
2009 450.000 *)

*) target
Sumber: Gaikindo

Republika Online, 7 Agustus 2009

© PajakOnline.com | ‹ Dibaca 527 kali ›

Pencarian Berita Pajak
Kata Kunci :