Jumat, 25 Juli 2014  

Berita Pajak

Pajak Hotel Restoran Tak Maksimal

Harian Seputar Indonesia, Kamis 26 November 2009

   Cari Berita Pajak    Kirim Komentar    Beritahu Teman    Cetak A A A  

PALOPO (SI) – DPRD menilai Pemerintah Kota (Pemkot) Palopo belum maksimal dalam melakukan pengawasan dan peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) yang berasal dari pajak hotel dan restoran.

Anggota DPRD Palopo Hendry Galib mengaku, untuk pajak hotel dan restoran, masih banyak pengusaha yang enggan menyetorkan pajak pendapatan yang diperoleh dari konsumennya. Hal itu disebabkan kurangnya sosialisasi yang dilakukan pemerintah. Dia mencontohkan, pembayaran pajak hotel dan restoran di Palopo masih menggunakan sistem penetapan, yakni nilai pajak yang ditetapkan berdasarkan kesepakatan antara pengusaha dan Pemkot Palopo. Jika terjadi lonjakan pengunjung, tidak memengaruhi pendapatan pemerintah.

“Sebenarnya, masih banyak sumber-sumber PAD yang bisa dikelola, tapi karena pengawasan dan kontrol pemerintah kurang maksimal sehingga terjadi kebocoran di mana-mana, ini berdampak pada pendapatan daerah kami,” ujarnya. Kepala Bidang PAD Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kota Palopo Muhajir Basir membantah terjadi kebocoran dalam penarikan pajak hotel dan restoran. Dia mengatakan, sesuai kesepakatan yang dibangun, sistem penetapan yang berlaku saat ini sudah atas persetujuan legislatif. Namun, untuk 2010, pihaknya sudah akan menerapkan sistem penarikan langsung pajak terhadap konsumen hotel dan restoran.

“Pada 2010, akan kami terapkan sistem penarikan pajak langsung, yakni nilai pajak yang langsung ditarik dari konsumen berdasarkan bill, tagihan transaksi yang terjadi,”ujarnya. Menurutnya, dengan sistem tersebut,ditargetkan akan menghasilkan pendapatan dua kali lipat dari sistem yang berlaku saat ini. Berdasarkan data DPPKAD, 2008 lalu, total pemasukan pajak dari sektor restoran mencapai Rp650 juta, sedangkan sektor perhotelan sebesar Rp125 juta.


Harian Seputar Indonesia, 25 Nopember 2009

© PajakOnline.com | ‹ Dibaca 489 kali ›

Pencarian Berita Pajak
Kata Kunci :