Sabtu, 20 Desember 2014  

Berita Pajak

Ditjen Pajak perbaiki pengelolaan SDM

Bisnis.com, Jumat 27 Agustus 2010

   Cari Berita Pajak    Kirim Komentar    Beritahu Teman    Cetak A A A  

JAKARTA: Direktorat Jenderal Pajak tengah melakukan perbaikan pengelolaan sumber daya manusia, khususnya di bidang kapasitas pegawai, dalam rangka pencapaian target organisasi terutama pengamanan penerimaan pajak.

Direktur Kepatuhan Internal dan Transformasi Sumberdaya Aparatur (Kitsda) Ditjen Pajak Wahyu Tumakaka mengatakan selama ini urusan pengelolaan pegawai di Ditjen Pajak berada di bagian kepegawaian, sehingga hanya bersifat administrasi pegawai dan tidak menyentuh persoalan peningkatan kapasitas pegawai.

"Makanya ke depan untuk pengembangan sumber daya manusia [SDM] harus melihat SDM sebagai resource atau aset yang harus dikembangkan," katanya di Jakarta hari ini.

Dia menerangkan pengembangan kompetensi pegawai yang dilakukan Direktoratnya saat ini meliputi dua hal, yakni kemampuan menangani tugas spesifik berdasarkan fungsi organisasi (hard skill), dan kemampuan memanage diri sendiri dan anak buah (soft skill). "Kami akan bentuk SDM yang mempunyai kompetensi baik untuk melakukan fungsi managemen manusia," jelasnya.

Kasubdit Pengembangan Manajemen Sumber Daya Manusia Farid Bachtiar menambahkan karakteristik pegawai di Ditjen Pajak sangat berbeda dengan karakteristik pegawai di institusi pemerintah lainnya. "Kita tidak bisa mengelola SDM Ditjen Pajak seperti pegawai yang lain karena SDM Ditjen Pajak terkait dengan entitas bisnis yang mempunyai dinamika cepat, kalau tidak bisa cepat, Ditjen Pajak bisa birokratis dan lamban sehingga efeknya ke pelayanan," katanya.

Menurutnya, ada tiga hal yang ingin dicapai dalam rangka pengelolaan SDM yang produktif, yaitu pegawai yang kompeten, komitmen, dan kepuasan tinggi. "Beberapa tahun ini kita sudah melakukan perbaikan infrastruktur manajemen SDM," katanya.

Imam Arifin, Kasubdit Kompetensi dan Pengembangan Kapasitas Pegawai Ditjen Pajak, menuturkan pihaknya kini telah melakukan kegiatan pelatihan dan on job training terhadap jabatan-jabatan khusus seperti Account Representative, Penelaah Keberatan, Pemeriksa, dan Juru Sita.

"Kita juga giat melakukan leadership program mulai dari eselon I, II, dan III. Rencananya akan dikembangkan ke seluruh pegawai Ditjen Pajak agar dapat menopang dalam rangka pengamanan penerimaan pajak," katanya.

Lebih jauh Wahyu mengatakan pihaknya juga tengah mempelajari pola perubahan yang telah dilakukan oleh PT Pertamina (Persero) dan BRI di bidang pengelolaan SDM. "Perubahan dari birokratis ke business activity. Jadi ada metode-metode untuk menghilangkan pegawai yang tidak efisien atau tidak reform. Di situlah yang kami ingin belajar dari sana," tambahnya.


Bisnis.com, 27 Agustus 2010

© PajakOnline.com | ‹ Dibaca 598 kali ›

Pencarian Berita Pajak
Kata Kunci :