Sabtu, 1 Nopember 2014  

Berita Pajak

Sosialisasi SPT Masa PPN 1111 dan SPT masa PPN 111 DM

Kontan Mingguan, Senin 13 Desember 2010

   Cari Berita Pajak    Kirim Komentar    Beritahu Teman    Cetak A A A  

Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Wajib Pajak Besar sukses melakukan sosialisasi SPT Masa PPN 1111 dan SPT Masa PPN 1111 DM di Jakarta, Senin (6/12). Sosialisasi yang dihadiri oleh puluhan Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang terdaftar di lingkungan Kanwil DJP Wajib Pajak Besar ini merupakan bagian dari langkah DJP untuk memperkenalkan penggunaan SPT yang akan diberlakukan mulai 1 Januari 2011.

Sebelumnya DJP sudah melakukan launching SPT Masa PPN 1111 dan SPT Masa PPN 1111 DM pada akhir November 2010, menggantikan Formulir SPT 1107/1108 Induk.

Dengan terbitnya Peraturan Dirjen Pajak Nomor PER-44/PJ/2010 tanggal 9 Oktober 2010 Tentang Bentuk, Isi, Dan Tata Cara Pengisian Serta Penyampaian Surat Pemberitahuan Masa Pajak Pertambahan Nilai (SPT Masa PPN), maka mulai 1 Januari 2011, setiap PKP sudah harus menggunakan formulir SPT Masa PPN yang baru, yaitu formulir SPT Masa PPN 1111.

Untuk PKP yang menggunakan pedoman penghitungan pengkreditan pajak masukan, formulir SPT Masa PPN yang harus digunakan adalah formulir 1111 DM, yang ketentuannya diatur terpisah dalam PMK 74/PMK.03/2010. PKP tersebut antara lain PKP yang mempunyai peredaran usaha dalam 1 (satu) tahun buku tidak melebihi Rp 1,8 miliar, PKP yang melakukan penyerahan kendaraan bermotor berkas serta PKP yang melakukan penyerahan emas perhiasan.

DJP akan terus melakukan inovasi untuk memberikan kemudahan, kepastian hukum dan meningkatkan pelayanan kepada PKP dalam melaporkan kegiatan serta mempertanggungjawabkan perhitungan jumlah PPN dan PPNBM. Penggunaan SPT Masa PPN 1111 dan SPT Masa PPN 1111 DM sudah diatur dalam Pasal 14 PMK-181/PMK.03/2007 stdd PMK-152/PMK.03/2010.

Sosialisasi ini pun bertujuan untuk mengakomodir perubahan ketentuan dalam UU KUP dan UU PPN serta mendorong Wajib Pajak (WP) untuk melaporkan SPT dalam bentuk elektronik atau e-SPT. SPT dalam bentuk elektronik atau e-SPT yang juga diluncurkan pada akhir November terlahir dengan berbagai pertimbangan dari DJP.

Alasannya adalah untuk memberikan efisiensi dan penghematan yang bisa dilakukan dengan adanya data berbentuk data digital, karena sebelumnya perekaman data bersumber dari hard copy. Dengan validitas yang lebih terjamin, WP tidak perlu melakukan pengulangan entry data. Alasan lainnya terkait dukungan terhadap isu Go Green.

Kepedulian DJP terhadap isu Go Green ditunjukkan melalui peraturan kepada PKP yang menyampaikan SPT Masa PPN 1111 dan SPT Masa PPN 1111 DM. Bagi PKP yang hendak menyampaikan SPT Masa PPN 1111 maupun SPT Masa PPN 1111 DM kurang dari 25 dokumen dalam 1 (satu) masa pajak dapat mengisi dalam bentuk formulir kertas maupun data elektronik.

Namun untuk PKP dengan lebih dari 25 dokumen dalam 1 (satu) masa pajak wajib menyampaikan SPT Masa PPN 1111 dan PPN 1111 DM dalam bentuk data elektronik. Dan untuk PKP yang sudah menyampaikan SPT dalam bentuk data elektronik tidak dapat kembali ke bentuk kertas.

Pengadaan SPT Masa PPN dengan formulir kertas maupun Aplikasi e-SPT dapat diambil sendiri di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) atau Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP). PKP pun dapat memperbanyak sendiri atau mengunduh melalui http://www.pajak.go.id.

PKP juga dapat mengakses e-SPT melalui Penyedia Jasa Aplikasi atau Application Service Provider (ASP) yang telah ditunjuk dengan Keputusan Direktur Jenderal Pajak sebagai perusahaan yang dapat menyalurkan penyampaian SPT atau Pemberitahuan Perpanjangan SPT Tahunan secara elektronik.


Kontan Mingguan Edisi 13-19 Desember 2010, 13 Desember 2010

© PajakOnline.com | ‹ Dibaca 2343 kali ›

Pencarian Berita Pajak
Kata Kunci :