Sabtu, 20 Desember 2014  

Berita Pajak

Kepatuhan Wajib Pajak Rendah

Harian Seputar Indonesia, Kamis 24 November 2011

   Cari Berita Pajak    Kirim Komentar    Beritahu Teman    Cetak A A A  

PALEMBANG Kepatuhan wajib pajak (WP) dalam melakukan pengisian formulir surat pemberitahuan (SPT) tahunan pajak penghasilan dalam lingkup Provinsi Sumsel dan Babel ternyata masih sangat rendah. Upaya konseling yang terus dilakukan Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Sumsel Babel diharapkan dapat meningkatkan kesadaran WP tersebut. Kepala Seksi (Kasi) Bimbingan Konsultasi Kanwil DJP Sumsel Babel Eko Hendarwin menegaskan kepatuhan WP dalam mengisi formulir dinilai dari dua kategori, yakni segi formil dan materil. Dari segi formil persentase tingkat kepatuhan WP dalam mengisi formulir pajak penghasilan baru sekitar 50%.

“Tapi,kami tidak begitu saja percaya dengan data yang diisi WP itu. Data itu dikumpulkan dan kemudian dicek ulang kebenarannya melalui uji kepatuhan materiil,”katanya. Dia menuturkan, apabila dalam cros cek yang dilakukan petugas menemukan kejanggalan atas data yang diisi WP, maka pihaknya berupaya terus mengimbau WP badan maupun perorangan untuk secara sadar mengisi SPT tersebut dengan benar. Dia juga menyatakan, khusus untuk sensus pajak nasional (SPN), bukan hanya akan dilakukan pada 2011, melainkan juga dilakukan secara bertahap hingga 2012.

“Memang, waktu tiga bulan untuk melakukan SPN sangat singkat. Makanya, program ini akan terus dilanjutkan hingga 2012, dengan harapan mengoptimalkan partisipasi WP dalam kontribusi pembayaran pajak,”tuturnya. Dia mengaku, dalam sensus ini nanti setidaknya melibatkan sekitar 12 Kantor Pelayanan Pajak (KPP) dan KPP Madya, dengan menerjunkan 10 orang tim unit pelaksana sensus yang melakukan penyisiran di beberapa titik strategis.

“Target setiap KPP rata-rata dapat menghimpun 4.000 WP atau formulir isian sensus. DJP sendiri memiliki koordinator yang mengawasi tugas dari tim unit pelaksana sensus,” terangnya. Kasi Dukungan Teknis Komputer Kanwil DJP Sumsel Babel Ahmad Zaki Zamani menambahkan, dalam pendataan sensus pajak ini tidak dikenakan biaya sepeser pun, bagi calon WP yang melakukan pengisian formulir. “Alhamdulillah, di Sumsel Babel belum ada informasi atau laporan yang menyatakan pendataan sensus pajak ini dimintai uang. Jika masyarakat ada yang merasa dimintai uangnya, dapat melaporkan hal itu ke petugas berwajib,karena itu bukan tim kita,”katanya.

Dia menguraikan,ada skala prioritas dalam sensus ini,yakni pada sentra ekonomi atau kawasan bisnis seperti pusat perbelanjaan. Lalu, dilanjutkan pada daerah berbasis high rise building atau bangunan tinggi serta kawasan pemukiman elit. “Secara umum, sekitar 70% WP secara kooperatif mau mengisi formulir sensus pajak. Ini menunjukkan sinyal positif bahwa sensus pajak ini diterima masyarakat,” pungkasnya.


Harian Seputar Indonesia, 24 Nopember 2011

© PajakOnline.com | ‹ Dibaca 511 kali ›

Pencarian Berita Pajak
Kata Kunci :