Minggu, 21 September 2014  

Berita Pajak

Dispenda Sulsel Kesulitan Mendata Objek Pajak

Harian Seputar Indonesia, Sabtu 7 Januari 2012

   Cari Berita Pajak    Kirim Komentar    Beritahu Teman    Cetak A A A  

MAKASSAR – Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Sulsel mengaku kesulitan mendata objek pajak progresif yang diberlakukan kepada pemilik kendaraan roda empat lebih dari satu. Kendati demikian, Dispenda tetap memberlakukan pajak khusus untuk kendaraan mobil ini terhitung mulai 1 Januari. Kepala Bidang Pajak Dispenda Sulsel Malik Faisal mengakui, sampai saat ini pihaknya tidak memiliki data yang valid objek pajak progresif di daerah ini.Alasannya,banyak wajib pajak yang terdeteksi memiliki kendaraan lebih dari satu unit,tapi sudah dijual kepada orang lain. “Banyak data yang ada dalam sistem di Dispenda Sulsel dengan nama dan alamat yang sama, memiliki kendaraan lebih dari satu,tetapi kenyataannya tidak sesuai,” kata Malik Faisal kepada SINDO,kemarin.

Menurutnya, persoalan ini dipicu kebiasaan masyarakat yang jual beli kendaraan tidak dibarengi dengan balik nama kepemilikan. Karena itu, Malik menganjurkan masyarakat yang telah menjual kendaraannya segera melaporkan ke kantor Samsat untuk melakukan balik nama. Demikian pula masyarakat yang akan menjual atau membeli kendaraan bekas diminta segera melakukan balik nama kendaraan bermotor sesuai kepemilikan yang baru. Sampai saat ini Pemprov Sulsel masih memberlakukan gratis bea balik nama.

Kendati belum ada data yang valid, Dispenda Sulsel tetap memberlakukan pajak progresif yang mengacu pada Perda No 10/2010 tentang Pajak Daerah. Objek pajak progresif ini adalah kepemilikan kendaraan bermotor pribadi lebih dari satu khusus roda empat atau lebih dan kendaraan roda dua di atas 500 cc. Dia menguraikan, untuk kendaraan pertama PKB 1,5%, kedua 2,5%, ketiga 3,5%, keempat 4,5%, kelima 5,5%, sementara kendaraan keenam dan seterusnya 5,5%.

“Progresif ini dikenakan untuk pemilikan pribadi dengan nama dan alamat yang sama,”papar dia. Diketahui, tahun ini pajak kendaraan merupakan penyumbang PAD terbesar di Sulsel, yakni sekitar 80%. Pajak progresif ini diharapkan bisa memicu peningkatan pendapatan daerah.

  syamsu rizal Harian Seputar Indonesia, 7 Januari 2012
© PajakOnline.com | ‹ Dibaca 462 kali ›

Pencarian Berita Pajak
Kata Kunci :