Kamis, 23 Oktober 2014  

Berita Pajak

Lagi, Pegawai Pajak Miliki Rekening Gendut

Harian Kontan, Jumat 24 Februari 2012

   Cari Berita Pajak    Kirim Komentar    Beritahu Teman    Cetak A A A  

JAKARTA. Menjelang hari-hari pengumpulan surat pemberitahuan pajak tahunan (SPT) wajib pajak pribadi, Kantor Pajak dirundung masalah. Salah seorang mantan karyawan pajak kembali terjerat dugaan korupsi. Selasa sore (21/2), sekitar jam pulang kantor, salah satu ruangan di lantai 19 Gedung Utama Direktorat Jenderal Pajak Jalan Gatot Subroto tampak tegang. Sebanyak enam orang jaksa penyidik tampak memilah dokumen dan memeriksa komputer salah satu karyawati pajak untuk mengumpulkan barang bukti dugaan korupsi.

Tampak salah seorang direktur di kantor pajak yang terpaksa nongkrong untuk menunggu pemeriksaan ini hingga kelar menjelang tengah malam. Bilik karyawati yang diacak-acak jaksa penyidik ini diketahui tempat kerja karyawati berinisial DA.   DA merupakan istri dari tersangka berinisial DW, yang juga mantan pegawai pajak. DW menjadi tersangka dugaan korupsi, karena memiliki rekening gendut mencurigakan hasil temuan Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK). Jumlah rekening diperkirakan sekitar 18, dengan transaksi mencurigakan senilai US$ 250.000 atau setara Rp 2,3 miliar.   Menurut informasi yang diperoleh KONTAN, DW merupakan karyawan pajak yang pernah bekerja di Kantor Wilayah Pajak Besar, yang ada di Gambir Jakarta Pusat. Ini adalah kantor pajak khusus bagi konglomerat. DW juga pernah menjadi staf di Direktorat Keberatan dan Banding, Direktorat Jenderal Pajak.   Sebelumnya DW juga pernah kerja di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Setia Budi dan KPP Tanah Abang. Tapi mulai awal tahun ini, yang bersangkutan sudah bukan lagi karyawan pajak. Sebab ia sudah pindah ke Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta.   Sayang, kantor pajak belum mau memberikan banyak tanggapan soal masalah ini. Dedi Rudaedi, Direktur Penyuluhan Pelayanan dan Humas Ditjen Pajak mengaku tak bisa memberikan banyak komentar, meskipun mengakui adanya pemeriksaan oleh aparat kejaksaan di kantornya. "Posisi kami pasif, karena masalah ini sedang ditangani Kejaksaan, dan pelakunya sekarang sudah pindah kerja ke instansi lain," terang Dedi kepada KONTAN, Kamis (23/2).   Menteri Keuangan Agus Martowardojo juga belum bisa memberikan komentar. "Saya belum tahu, nanti saya cek dulu," kata Agus, di Gedung DPR. Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung, Noor Rachmad juga bersikap sama.  

Duh, lagi-lagi ini ironi bagi pembayar pajak. Wajib pajak terus dikejar kepatuhannya, namun aparat pajaknya tak kunjung berbenah.


Harian Kontan, 24 Februari 2012

© PajakOnline.com | ‹ Dibaca 593 kali ›

Pencarian Berita Pajak
Kata Kunci :