Selasa, 2 September 2014  

Klinik Pajak

Tarif Pajak atas waris yang berasal dari bukan anak/istri

Minggu 16 November 2008

   Kirim Komentar    Beritahu Teman    Cetak A A A  
Pertanyaan :

Mohon masukan.

Saya sudah membayar tanda jadi pembelian rumah.

Penjual menaikkan harga rumah dari kesepakatan awal sebelum tanda jadi
diberikan (tadinya mereka jual di bawah harga NJOP)

Alasannya, karena waris jatuh ke tangan adik papanya, maka adik papanya akan
dikenakan pajak 30% dari harga NJOP.

Di surat tanda jadi, (sayangnya) saya tidak menyebutkan klausul adanya
penalty apabila pembatalan dilakukan pihak penjual.

Pertanyaan:

1. Apakah benar pajak 30% itu?
2. apakah saya bisa menuntut ganti rugi atas pembatalan itu?

Terima kasih banyak sebelumnya.

Salam,
Riris


RIRIS SIAHAAN, 16 November 2008


Jawaban :

Terima kasih atas kesediaan Bapak untuk berbagi dengan kami. Menanggapi permasalah Bapak kami sampaikan sebagai berikut:

  1. Sesuai Pasal 4 ayat 3 huruf b UU Pajak Penghasilan mengatur bahwa warisan bukanlah objek Pajak Penghasilan. Jadi apabila tanah itu diwariskan kepada adik yang meninggal, maka bukan merupakan objek Pajak Penghasilan. Kemungkinan hanya dikenakan Bea Pengalihan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dengan tarif 5% dan PPh atas Pengalihan Hak atas Tanah dan Bangunan (PPhHTB)dengan tarif 5% juga dari Nilai pengalihan atau NJOP. Pajak tersebut dapat dikurangkan dengan Surat Keterangan Bebas dari KPP (50% dari BPHTB dan bebas untuk PPhHTB).

    Jadi tidak ada pengenaan PPh tarif 30%.
     
  2. Bapak dapat menuntut ganti rugi atas pembatalan tersebut selama terdapat klausul dalam perjanjian. Untuk lebih jelas masalah penuntutan ini kami persilakan Bapak menghubungi pengacara yang lebih berkompeten.Demikian, apabila Bapak memerlukan informasi lebih lanjut, kami persilakan menghubungi kami di nomor: 021-88855280 (hunting). Selamat berbisnis. Yang pasti pajak bukanlah hambatan bisnis.

Hormat kami,

Fajar Budiman
JTS Consulting Group

Klinik Pajak Sebelumnya
© PajakOnline.com | ‹ Dibaca 2739 kali ›
Komentar


Jadilah Yang Pertama Berkomentar
Redaksi PajakOnline.com menerima komentar anda
Isi komentar di luar tanggung jawab redaksi
Redaksi berhak untuk mengedit atau tidak menayangkan komentar yang tidak sesuai dengan isi/topik berita terkait, ataupun yang bersifat spam/junk, polemik SARA, fitnah, hasutan dan/atau yang dirasa akan dapat merugikan kredibilitas orang/pihak/institusi tertentu.
Jika diperlukan proses edit, maka akan dilakukan oleh redaksi tanpa mengubah arti/tujuan komentar yang bersangkutan.