Minggu, 20 Agustus 2017  

Klinik Pajak

Tarif PPN dan Pengkreditan Pajak Masukkan

Sabtu 23 Januari 2010

   Kirim Komentar    Beritahu Teman    Cetak A A A  
Pertanyaan :

Saya mau tanya tentang

  1. Tarif PPN untuk Barang yang berbahan baku sampah plastik, dan
  2. Apabila Pajak Masukan tidak dapat ditarik karena merupakan bukan NPPKP bagaimana perlakuannya?

Terimakasih


VANI, 23 Januari 2010


Jawaban :

Terimakasih atas pertanyaan ibu, dapat kami sampaikan jawaban yaitu

  1. Tarif PPN untuk Barang yang berbahan baku sampah plastik
    UU PPN menganut single tarif yaitu 10% (sepuluh %).
     
  2. Perlakuan Pajak Masukan tidak dapat ditarik karena merupakan bukan NPPKP
    Berdasarkan Pasal 3 Peraturan Pemerintah Nomor 138 Tahun 2002 bahwa:
    (1) Pajak Masukan yang tidak dapat dikreditkan berdasarkan ketentuan Pasal 9 ayat (8) Undang-undang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah dapat dikurangkan dari penghasilan bruto, kecuali :
    1. Pajak Masukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (8) huruf f dan huruf g Undang-undang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah, sepanjang tidak dapat dibuktikan bahwa Pajak Masukan tersebut benar-benar telah dibayar;
    2. Pajak Masukan berkenaan dengan pengeluaran yang tidak dapat dikurangkan dalam menentukan besarnya Penghasilan Kena Pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) Undang-undang Pajak Penghasilan.
    (2)

    Pajak Masukan yang boleh dikurangkan dari penghasilan bruto sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) sehubungan dengan pengeluaran untuk memperoleh harta berwujud dan atau harta tidak berwujud serta biaya lainnya yang mempunyai masa manfaat lebih dari 1 (satu) tahun sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 dan Pasal 11A Undang-undang Pajak Penghasilan, terlebih dulu harus dikapitalisasi dengan pengeluaran/biaya tersebut dan dibebankan melalui penyusutan atau amortisasi.

Maka dapat disimpulkan bahwa bila Saudara belum PKP maka Pajak Masukkan yang anda peroleh dapat dibiayakan / dikurangkan dari penghasilan bruto dengan tetap memperhatikan ketentuan dalam PP 138 tahun 2000


Demikian penjelasan dari kami, semoga membantu.

Wassalam

© PajakOnline.com | ‹ Dibaca 14399 kali ›
Komentar


Jadilah Yang Pertama Berkomentar
Redaksi PajakOnline.com menerima komentar anda
Isi komentar di luar tanggung jawab redaksi
Redaksi berhak untuk mengedit atau tidak menayangkan komentar yang tidak sesuai dengan isi/topik berita terkait, ataupun yang bersifat spam/junk, polemik SARA, fitnah, hasutan dan/atau yang dirasa akan dapat merugikan kredibilitas orang/pihak/institusi tertentu.
Jika diperlukan proses edit, maka akan dilakukan oleh redaksi tanpa mengubah arti/tujuan komentar yang bersangkutan.