Rabu, 26 April 2017  

Klinik Pajak

Pembebanan Hutang Direksi kepada Perusahaan

Jumat 26 Desember 2008

   Kirim Komentar    Beritahu Teman    Cetak A A A  
Pertanyaan :

Apakah secara pajak,HUTANG DIREKSI di suatu perusahaan bisa di akui sebagai beban perusahaan terhadap direksi tersebut


MIKO, 26 Desember 2008


Jawaban :

Bapak Miko, sesuai dengan Pasal 9 ayat 1 huruf  b UU PPh Nomor 7 tahun 1983 sttd UU Nomor 36 tahun 2008 bahwa:

"Untuk menentukan besarnya Penghasilan Kena Pajak bagi Wajib Pajak Dalam Negeri dan Bentuk Usaha tetap tidak boleh dikurangkan biaya yang dibebankan atau dikeluarkan untuk kepentingan pribadi pemegang saham, sekutu atau anggota"

Didalam penjelasannya dinyatakan bahwa

  1. pada prinsipnya biaya yang boleh dikurangkan dari penghasilan bruto adalah biaya yang mempunyai hubungan langsung dan tidak langsung dengan usaha atau kegaitan untuk 3M (mendapatkan, menagih dan memelihara) penghasilan yang merupakan objek pajak.
  2. dan Tidak dapat dikurangkan dari penghasilan bruto perusahaan adalah biaya-biaya yang dikeluarkan atau dibebankan oleh perusahaan untuk kepentingan pribadi pemegang saham, sekutu atau anggota, seperti perbaikan rumah pribadi, biaya perjalanan, biaya premi asuransi yang dibayar oleh perusahaan untuk kepentingan pribadi para pemegang saham atau keluarganya

Berdasarkan ketentuan diatas maka hutang direksi disuatu perusahaan tidak dapat diakui sebagai beban perusahaan terhadap direksi tersebut.

Demikian, apabila Bapak memerlukan informasi lebih lanjut, kami persilakan menghubungi kami di nomor 021-88855280 (hunting). Selamat berbisnis. Yang pasti pajak bukanlah hambatan bisnis.

Semoga memberikan pencerahan

Team Klinik PajakOnline.com

© PajakOnline.com | ‹ Dibaca 4122 kali ›
Komentar


Jadilah Yang Pertama Berkomentar
Redaksi PajakOnline.com menerima komentar anda
Isi komentar di luar tanggung jawab redaksi
Redaksi berhak untuk mengedit atau tidak menayangkan komentar yang tidak sesuai dengan isi/topik berita terkait, ataupun yang bersifat spam/junk, polemik SARA, fitnah, hasutan dan/atau yang dirasa akan dapat merugikan kredibilitas orang/pihak/institusi tertentu.
Jika diperlukan proses edit, maka akan dilakukan oleh redaksi tanpa mengubah arti/tujuan komentar yang bersangkutan.