Sabtu, 1 Nopember 2014  

Klinik Pajak

Pajak Masukkan atas Pembelian Kijang dapat Dikreditkan ?

Kamis 12 Maret 2009

   Kirim Komentar    Beritahu Teman    Cetak A A A  
Pertanyaan :

Pak/Mbak, di Perusahaan kami membeli mobil kijang kan harus bayar PPNBM dan PPN, apakah PPN nya bisa dikreditkan??
Maksudnya kami dipungut PPN dan PPNBM. Apakah Pajak Masukkannya (PPN yang telah kami bayar) bisa kami kreditkan.

Terimakasih.


BESUS, 12 Maret 2009


Jawaban :


Atas pertanyaan bapak seputar pengkreditan Pajak Masukkan atas pembelian Mobil Kijang dapat kami sampaikan beberapa hal:

  1. Pasal 9 ayat (8) huruf b dan huruf c Undang-undang Nomor 8 Tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 18 Tahun 2000 diatur bahwa Pajak Masukan tidak dapat dikreditkan bagi pengeluaran untuk :       
     

    a.

    perolehan Barang Kena Pajak atau JasaKena Pajak sebelum Pengusaha dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak;

     

    b.

    perolehan Barang Kena Pajak atau Jasa Kena Pajak yang tidak mempunyai hubungan langsung dengan kegiatan usaha;

     

    c.

    perolehan dan pemeliharaan kendaraanbermotor sedan, jeep, station wagon, van, dan kombi kecuali merupakan barang dagangan atau disewakan;

  2. Dalam Keputusan Menteri Keuangan Nomor : 296/KMK.04/1994 tentang Pengkreditan Pajak Masukan diatur bahwa :
    1. Pajak Masukan yang dapat dikreditkan adalah Pajak Masukan yang dibayarkan atas pembelian Barang Kena Pajak atau perolehan Jasa Kena pajak yang berhubungan langsung dengan kegiatan usaha.
    2. Kegiatan usaha adalah kegiatan yang berhubungan langsung dengan produksi, distribusi, pemasaran, dan manajemen.
       
  3. Dalam Surat Dirjen Pajak Nomor  S-1499/PJ.54/2000 Tentang Pajak Masukan Atas Pembelian Mobil Box dan Kijang Minibus ditegaskan bahwa Pajak Pertambahan Nilai yang dibayar atas perolehan mobil kijang minibus, tidak dapat         dikreditkan karena mobil kijang minibus dipersamakan sebagai kendaraan van.
     
  4. Berdasarkan ketentuan-ketentuan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa
    Pajak Pertambahan Nilai yang dibayar atas perolehan mobil kijang minibus, tidak dapat dikreditkan karena mobil kijang minibus dipersamakan sebagai kendaraan van kecuali mobil kijang tersebut adalah barang dagangan atau untuk disewakan.
     

Referensi

  1. UU PPN Nomor 8 tahun 1983 sttd UU Nomor 18 tahun 2000
  2. Keputusan Menteri Keuangan Nomor : 296/KMK.04/1994
  3. Surat Dirjen Pajak Nomor  S-1499/PJ.54/2000
  4. Artikel : Kriteria Pajak Masukan yang Tidak Dapat Dikreditkan ( Pasal 9 dan Pasal 16B Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2000 )
  5. Artikel : Pajak Masukkan

 Sekian yang dapat kami jelaskan, semoga memberikan pencerahan.

Team Klinik PajakOnline

© PajakOnline.com | ‹ Dibaca 20053 kali ›
Komentar


Jadilah Yang Pertama Berkomentar
Redaksi PajakOnline.com menerima komentar anda
Isi komentar di luar tanggung jawab redaksi
Redaksi berhak untuk mengedit atau tidak menayangkan komentar yang tidak sesuai dengan isi/topik berita terkait, ataupun yang bersifat spam/junk, polemik SARA, fitnah, hasutan dan/atau yang dirasa akan dapat merugikan kredibilitas orang/pihak/institusi tertentu.
Jika diperlukan proses edit, maka akan dilakukan oleh redaksi tanpa mengubah arti/tujuan komentar yang bersangkutan.