PajakOnline.com - Java Triangle Solutions

Tax Learning : Pengadilan Pajak » Putusan Pengadilan Pajak » PPh Pasal 21 »

Koreksi objek pajak hasil equalisasi laporan keuangan dengan SPT Pajak Penghasilan Pasal 21


Putusan Pengadilan Pajak Nomor : Put.03211/PP/M.IX/10/2004

Jenis Pajak

:

Pajak Penghasilan Pasal 21

Tahun Pajak

:

2000

Pokok Sengketa

:

Koreksi objek pajak hasil equalisasi laporan keuangan dengan SPT Pajak Penghasilan Pasal 21

Menurut Terbanding

:

Koreksi disebabkan hasil equalisasi objek Pajak Penghasilan Pasal 21 dari pos-pos biaya dalam ledger/laporan keuangan dengan penghasilan bruto karyawan yang dilaporkan dalam Surat Pemberitahuan Pajak Penghasilan Pasal 21 sehingga terdapat selisih sebesar Rp3.034.195.918,00 yang merupakan pos pengeluaran objek Pajak Penghasilan Pasal 21 yang belum dilaporkan dengan alokasi koreksi antara Kantor Jakarta sebesar Rp455.129.388,00 dan Kantor Baturaja sebesar Rp2.579.066.530,00 sesuai persentase Dasar Pengenaan Pajak Pajak Penghasilan Pasal 21.

Menurut Pemohon

:

Pemohon menyatakan banding atas koreksi Dasar Pengenaan Pajak Pajak Penghasilan Pasal 21 sebesar Rp2.579.066.530,00.

Koreksi tambahan objek Pajak Penghasilan Pasal 21 sebesar Rp2.579.066.530,00 yang dilakukan oleh Terbanding seharusnya tidak perlu dilakukan, karena dari hasil rekonsiliasi yang dilakukan Pemohon, antara biaya-biaya yang merupakan objek Pajak Penghasilan Pasal 21 dan penghasilan bruto yang dilaporkan dalam Surat Pemberitahuan Pajak Penghasilan Pasal 21 Tahun Pajak 2000, Pemohon tidak menemukan adanya tambahan objek Pajak Penghasilan Pasal 21.

Pendapat Majelis

:

Berdasarkan pembuktian dalam sidang, diketahui bahwa sumber yang digunakan Terbanding dalam melakukan koreksi adalah sama dengan sumber yang digunakan Pemohon dalam menghitung Surat Pemberitahuan Pajak Penghasilan Pasal 21 dan Terbanding dalam melakukan koreksi atas Dasar Pengenaan Pajak Pajak Penghasilan Pasal 21 untuk kantor Baturaja, diketahui telah memasukkan nomor account yang seharunya untuk kantor Jakarta.

Berdasarkan penelitian atas Kertas Kerja Pemeriksaan dan perhitungan menurut Pemohon, diketahui bahwa nomor account yang dicatat oleh Terbanding telah termasuk dalam perhitungan Pemohon.

Perhitungan Pemohon atas Dasar Pengenaan Pajak Pajak Penghasilan Pasal 21 yang disampaikan dalam sidang diketahui lebih kecil bila dibandingkan dengan perhitungan Pemohon dalam Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan Pasal 21 Tahun Pajak 2000.

Dengan demikian Majelis berkeyakinan bahwa perhitungan Pemohon sebagaimana yang telah dilaporkan dalam Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan Pasal 21 Tahun Pajak 2000 adalah merupakan perhitungan yang dapat diyakini kebenarannya sehingga Majelis berpendapat bahwa koreksi Terbanding atas Dasar Pengenaan Pajak Pajak Penghasilan Pasal 21 Tahun Pajak 2000 tidak dapat dipertahankan.


Dicetak 20 September 2014 - 22:57