Kamis, 31 Juli 2014  

Belajar Perpajakan

Pembukuan dengan Bahasa Asing

A A A 

Bagaimana tata cara permohonan izin penyelenggaraan pembukuan dengan menggunakan bahasa asing dan mata uang selain Rupiah?

Permohonan Izin Menyelenggarakan Pembukuan dengan menggunakan bahasa asing dan mata uang selain Rupiah

  • Izin Menteri Keuangan:

     -

    Penyelenggaraan pembukuan dalam bahasa Inggris dan mata uang Dollar Amerika Serikat oleh Wajib Pajak harus terlebih dahulu mendapat izin tertulis dari Menteri Keuangan, kecuali bagi Wajib Pajak dalam rangka Kontrak Karya atau Kontrak Bagi Hasil.

     -

    Izin tertulis dapat diperoleh Wajib Pajak dengan mengajukan surat permohonan kepada Direktur Jenderal Pajak, paling lambat 3 (tiga) bulan sebelum tahun buku yang diselenggarakan dalam bahasa Inggris dan mata uang Dollar Amerika Serikat tersebut dimulai, atau 3 (tiga) bulan sejak tanggal pendirian bagi Wajib Pajak baru.

     -

    Permohonan izin kepada Menteri Keuangan harus dilampiri dengan fotokopi SPT Tahunan PPh Badan tahun terakhir bagi WP yang telah berdiri lebih dari 1 tahun, atau fotokopi NPWP dan fotokopi Akta Pendirian, atau dokumen lain yang serupa (bagi WP BUT) à WP yang baru berdiri dalam tahun berjalan.

     -

    Direktur Jenderal Pajak atas nama Menteri Keuangan memberikan keputusan atas permohonan izin penyelenggaraan pembukuan dalam bahasa Inggris dan mata uang Dollar Amerika Serikat, dan diterbitkan paling lama 30 (tiga puluh) hari sejak diterimanya permohonan dari Wajib Pajak.

     -

    Wajib Pajak dalam rangka Kontrak Karya atau Kontrak Bagi Hasil yang akan menyelenggarakan pembukuan dengan menggunakan bahasa Inggris dan mata uang Dollar Amerika Serikat, wajib menyampaikan pemberitahuan secara tertulis ke Kantor Pelayanan Pajak tempat Wajib Pajak terdaftar paling lambat 1 (satu) bulan sebelum tahun buku yang diselenggarakan dalam bahasa Inggris dan mata uang Dollar Amerika Serikat tersebut dimulai.


Bagaimana ketentuan pembukuan dalam bahasa asing dan mata uang selain Rupiah?

Pembukuan dalam Bahasa Asing dan Mata Uang Selain Rupiah
( Lihat KMK No. 533/KMK.04/2000 )

  • Pasal 28 ayat (8) Undang-undang Nomor 28 Tahun 2000:
    "Pembukuan dengan menggunakan bahasa asing dan mata uang selain Rupiah dapat diselenggarakan oleh Wajib Pajak setelah mendapatkan izin dari Menteri Keuangan."

  • Wajib Pajak yang dapat menyelenggarakan pembukuan dalam bahasa asing dan mata uang selain Rupiah adalah:

    a.

    Wajib Pajak dalam rangka Penanaman Modal Asing,

    b.

    Wajib Pajak dalam rangka Kontrak Karya,

    c.

    Wajib Pajak dalam rangka Kontrak Bagi Hasil,

    d.

    Bentuk Usaha Tetap,

    e.

    Wajib Pajak (subsidiary company) yang berafiliasi dengan perusahaan induk (parent company) di luar negeri.

  • Bahasa asing dan mata uang selain Rupiah yang diperbolehkan untuk dipergunakan adalah bahasa Inggris dan mata uang Dollar Amerika Serikat.

 

© PajakOnline.com |  ‹ Dibaca 5446 kali ›


Pencarian Artikel Tax Learning
Kata Kunci :
Match  
AND  
OR  
Topik :  
Cari di :
Judul  
Isi  
 
Hasil per halaman :