Kamis, 24 April 2014  

Belajar Perpajakan

Tempat Pembayaran

A A A 

 

Di mana pembayaran pajak dapat dilakukan?
KMK No. 439/KMK.03/1996 stdd KMK No. 219/KMK.03/2002' target="new_window" href="../peraturan/view.php?id=91a575b38c7c4526decc579655a2a49c">219/KMK.03/2002
KMK No. 5/KMK.01/1993 stdtd KMK No. 536/KMK.03/2002  sttd
Peraturan Menteri Keuangan - 94/PMK.02/2005
Kantor Pos atau Bank Persepsi yang ditunjuk oleh Menteri Keuangan. Direktorat Jenderal Pajak tidak diperbolehkan menerima pembayaran pajak oleh Wajib Pajak.


Dimanakah tempat pembayaran dan penyetoran Pajak?

Tempat Pembayaran

1.

Tempat pembayaran dan penyetoran pajak adalah Kantor Pos dan Giro serta Bank-bank yang ditunjuk oleh Direktorat Jenderal Anggaran.

2.

Direktorat Jenderal Pajak tidak dibenarkan menerima setoran pajak dari Wajib Pajak.

3.

Untuk pembayaran fiskal Luar Negeri selain ditempat-tempat tersebut diatas dapat dilakukan pada loket-loket pembayaran yang telah disediakan di Pelabuhan keberangkatan.


 
Apa syarat PT Pos Indonesia untuk dapat menerima penyetoran penerimaan pajak?
  Pasal 2A KMK No.439/KMK.03/1996 stdtd KMK No. 538/KMK.03/2002
1. Memiliki jaringan sistem informasi yang terhubung langsung secara online antara kantor pusat dan seluruh atau sebagian besar Unit Pelaksana Teknis di daerah;
2. Memiliki jaringan sistem informasi yang terhubung langsung secara online dengan DJP dan DJA;
3. Mendapatkan pertimbangan tertulis dari Direktur Jenderal Pajak
   

 

Bank Persepsi

Apa syarat bank agar ditunjuk menjadi Bank Persepsi?
  Pasal 2 ayat (3) angka 1 KMK No. 5/KMK.01/1993 stdtd KMK No. 296/KMK.01/2003
1. Berstatus sebagai bank umum;
2. Memenuhi kriteria tingkat kesehatan selama 12 (dua belas) bulan terakhir minimal tergolong cukup sehat;
3. Didukung dengan peralatan yang memadai;
4. Bersedia mematuhi ketentuan yang berlaku;
5. Bersedia diperiksa atas pelaksanaan pengelolaan setoran penerimaan negara yang diterima.
   


Siapa yang menunjuk bank menjadu Bank Persepsi?
Pasal 2 ayat (3) angka 2 KMK No. 5/KMK.01/1993 stdtd KMK No. 296/KMK.01/2003
Menteri Keuangan
   


Apakah setiap Bank Persepsi dapat menerima penyetoran penerimaan pajak, Bea Masuk, Cukai, denda administrsi, bunga dan pajak impor?
  Pasal 2 ayat (3) angka 3 dan 4 KMK No. 5/KMK.01/1993 stdtd KMK No. 296/KMK.01/2003
Tidak  
Untuk dapat dapat menerima penyetoran penerimaan pajak, Bank Persepsi harus memenuhi syarat tambahan, yaitu :
1. Memiliki jaringan sistem informasi yang terhubung langsung secara online antara kantor pusat dan seluruh atau sebagian besar kantor cabangnya;
2. Memiliki jaringan sistem informasi yang terhubung langsung secara online dengan DJP dan DJA;
3. Mendapatkan pertimbangan tertulis dari Direktur Jenderal Pajak
   
Untuk dapat dapat menerima penyetoran penerimaan Bea Masuk, Cukai, denda administrsi, bunga dan pajak impor, Bank Persepsi harus memenuhi syarat tambahan, yaitu :
1. Memiliki jaringan sistem informasi yang terhubung langsung secara online antara kantor pusat kantor cabangnya;
2. Memiliki jaringan sistem informasi yang terhubung langsung secara online dengan sistem EDI Kepabeanan;
3. Mendapatkan pertimbangan tertulis dari Direktur Bea dan Cukai
   

 


© PajakOnline.com |  ‹ Dibaca 12227 kali ›


Pencarian Artikel Tax Learning
Kata Kunci :
Match  
AND  
OR  
Topik :  
Cari di :
Judul  
Isi  
 
Hasil per halaman :