Sabtu, 19 April 2014  

Belajar Perpajakan

Penggolongan Subyek Pajak

A A A 

Sebutkan penggolongan Subyek Pajak menurut Pasal 2 UU Nomor 17 TAHUN 2000 !
  1. Penggolongan Subyek Pajak (Pasal 2 UU Nomor 17 Tahun 2000)

  1. Subjek Pajak Dalam Negeri
    a.

Orang Pribadi yang bertempat tinggal di Indonesia atau berada di Indonesia lebih dari 183 hari dalam jangka waktu 12 bulan atau orang pribadi yang dalam suatu tahun pajak berada di Indonesia dan mempunyai niat untuk bertempat tinggal di Indonesia.

    b.

Badan yang didirikan atau bertempat kedudukan di Indonesia.

    c.

Warisan yang belum terbagi sebagai satu kesatuan menggantikan yang berhak.

     

Orang pribadi yang menjadi Subjek Pajak Dalam Negeri adalah orang pribadi yang bertempat tinggal (mempunyai niat untuk bertempat tinggal di Indonesia) atau berada di Indonesia. Indikator untuk menentukan seseorang mempunyai niat untuk bertempat tinggal di Indonesia ditentukan menurut keadaan.

     

Keberadaan orang pribadi di Indonesia lebih dari 183 (seratus delapan puluh tiga) hari tidak harus berturut-turut, tetapi ditentukan oleh jumlah hari keberadaan orang tersebut di Indonesia dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan sejak kedatangannya di Indonesia.

     

Status pajak untuk warisan yang belum terbagi mengikuti status pewaris. Warisan yang belum terbagi yang ditinggalkan oleh orang pribadi sebagai Subjek Pajak Luar Negeri yang tidak menjalankan usaha atau melakukan kegiatan melalui suatu BUT di Indonesia, tidak dianggap sebagai Subjek Pajak pengganti karena pengenaan pajak atas penghasilan yang diterima atau diperoleh orang pribadi tersebut melekat pada objeknya.

     

Subyek Pajak Dalam Negeri dikenakan Pajak Penghasilan atas penghasilan yang diterima atau diperoleh baik dari Indonesia maupun dari Luar Negeri (world wide income/asas domisili).

  2. Subjek Pajak Luar Negeri
    a.

Orang pribadi yang tidak bertempat tinggal di Indonesia atau berada di Indonesia tidak lebih dari 183 hari dalam jangka waktu 12 bulan; dan

    b.

Badan yang tidak didirikan dan tidak bertempat kedudukan di Indonesia

     

yang menjalankan usaha atau melakukan kegiatan melalui Bentuk Usaha Tetap (BUT) di Indonesia atau yang menerima atau memperoleh penghasilan dari Indonesia bukan dari menjalankan usaha atau melakukan kegiatan melalui Bentuk Usaha Tetap (BUT) di Indonesia.

     

Subyek Pajak Luar Negeri hanya dikenakan Pajak Penghasilan atas Penghasilan yang diterima atau diperoleh dari Indonesia baik melalui Bentuk Usaha Tetap maupun tanpa melalui Bentuk Usaha Tetap di Indonesia (asas sumber).

  3.

Bentuk Usaha Tetap (BUT)

    a. Bentuk usaha yang dipergunakan oleh orang pribadi yang tidak bertempat tinggal di Indonesia atau berada di Indonesia tidak lebih dari 183 hari dalam jangka waktu 12 bulan atau badan yang tidak didirikan dan tidak berkedudukan di Indonesia
    b. Untuk menjalankan usaha atau melakukan kegiatan di Indonesia
    c.

Yang dapat berupa :

      1) Tempat kedudukan manajemen,
      2)

Cabang perusahaan,

      3)

Kantor perwakilan,

      4)

Gedung kantor,

      5)

Pabrik,

      6)

Bengkel,

      7)

Pertambangan dan penggalian sumber daya alam, wilayah kerja pengeboran untuk eksplorasi pertambangan,

      8)

Perikanan/pertanian/kehutanan/perkebunan,

      9)

Proyek konstruksi, instalasi, atau proyek perakitan,

      10) Pemberian jasa dalam bentuk apapun oleh pegawai atau orang lain yang dilakukan dalam jangka waktu lebih dari 60 hari (kecuali ditentukan lain dalam tax treaty dengan negara yang bersangkutan) dalam jangka waktu 12 bulan
      11)

Orang atau badan yang bertindak sebagai agen yang kedudukannya tidak bebas,

      12) Agen atau pegawai perusahaan asuransi yang tidak didirikan dan tidak berkedudukan di Indonesia yang menerima premi asuransi atau menanggung risiko di Indonesia.
© PajakOnline.com |  ‹ Dibaca 6919 kali ›

Peraturan Terkait


Pencarian Artikel Tax Learning
Kata Kunci :
Match  
AND  
OR  
Topik :  
Cari di :
Judul  
Isi  
 
Hasil per halaman :