Minggu, 21 Desember 2014  

Belajar Perpajakan

Penghasilan Tidak Kena Pajak

A A A 

Apa yang Anda ketahui tentang Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) ?

Peraturan dirjen Pajak Nomor PER - 15/PJ/2006

tentang PERUBAHAN KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR KEP-545/PJ/2000 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PEMOTONGAN, PENYETORAN DAN PELAPORAN PAJAK PENGHASILAN PASAL 21 DAN PASAL 26 SEHUBUNGAN DENGAN PEKERJAAN, JASA DAN KEGIATAN ORANG PRIBADI

 

    Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP)

  • Untuk menentukan besarnya penghasilan kena pajak bagi wajib pajak orang pribadi, penghasilan neto dikurangi dengan penghasilan tidak kena pajak (PTKP).

  • Penyesuaian terhadap Penghasilan Tidak Kena Pajak yang berlaku efektif per 1 januari 2006 adalah sebagai berikut (137/PMK.03/2005) :

    a.

    Rp 13.200.000,00

    =

    Untuk wajib pajak orang pribadi yang bersangkutan;

    b.

    Rp  1.200.000,00

    =

    Tambahan untuk wajib pajak yang kawin;

    c.

    Rp 13.200.000,00

    =

    Tambahan untuk seorang istri yang penghasilannya digabung dengan penghasilan suami

    d.

    Rp  1.200.000,00

    =

    Tambahan untuk setiap anggota keluarga sedarah dan keluarga semenda dalam garis keturunan lurus, serta anak angkat yang menjadi tanggungan sepenuhnya, paling banyak 3 orang untuk setiap keluarga.

  • Besarnya Penghasilan Tidak Kena Pajak sejak (PTKP) tahun pajak 2005 adalah sebagai berikut (564/KMK.03/2004) :

    a.

    Rp 12.000.000,00

    =

    Untuk wajib pajak orang pribadi yang bersangkutan;

    b.

    Rp  1.200.000,00

    =

    Tambahan untuk wajib pajak yang kawin;

    c.

    Rp 12.000.000,00

    =

    Tambahan untuk seorang istri yang penghasilannya digabung dengan penghasilan suami

    d.

    Rp  1.200.000,00

    Tambahan untuk setiap anggota keluarga sedarah dan keluarga semenda dalam garis keturunan lurus, serta anak angkat yang menjadi tanggungan sepenuhnya, paling banyak 3 orang untuk setiap keluarga.

  • Besarnya penghasilan tidak kena pajak sebelum tahun pajak 2005 adalah sebagai berikut :

    a.

    Rp 2.880.000,00

    =

    Untuk wajib pajak orang pribadi yang bersangkutan

    b.

    Rp 1.440.000,00

    =

    Tambahan untuk wajib pajak yang kawin

    c.

    Rp 2.880.000,00

    =

    Tambahan untuk seorang istri yang penghasilannya digabung dengan penghasilan suami

    d.

    Rp 1.440.000,00

    =

    Tambahan untuk setiap anggota keluarga sedarah dan keluarga semenda dalam garis keturunan lurus, serta anak angkat yang menjadi tanggungan sepenuhnya, paling banyak 3 orang untuk setiap keluarga.

 

Apa yang dimaksud hubungan keluarga sedarah dan semenda ?

  • Hubungan keluarga sedarah dan semenda

    a.

    Sedarah lurus satu derajat : Ayah, ibu, anak kandung

     

    Sedarah ke samping satu derajat : Saudara kandung

    b.

    Semenda lurus satu derajat : Mertua, anak tiri

     

    Semenda ke samping satu derajat : Saudara Ipar

  • Lihat penjelasan PTKP di PER - 15/PJ/2006

  • Dengan demikian saudara kandung dan saudara ipar yang menjadi tanggungan wajib pajak tidak memperoleh tambahan pengurangan PTKP.

  • Saudara dari bapak/ibu tidak termasuk dalam pengertian keluarga sedarah dan keluarga semenda dalam garis keturunan lurus.

  • Pengertian anak angkat dalam perundang-undangan pajak adalah seseorang yang belum dewasa, bukan anggota keluarga sedarah atau semenda dalam garis lurus  dan menjadi tanggungan sepenuhnya dari wajib pajak yang bersangkutan.

 

Siapakah yang menjadi tanggungan sepenuhnya menurut Undang-undang Pajak Penghasilan ?

  • Yang menjadi tanggungan sepenuhnya menurut undang-undang Pajak Penghasilan adalah anggota keluarga yang tinggal bersama wajib pajak, tidak dibantu oleh orang tua atau keluarga lainnya dan tidak memiliki penghasilan.

  • Apabila wajib pajak hanya sekedar menyumbang atau membantu saja, maka tidak termasuk pengertian tanggungan sepenuhnya.

 

Terdiri dari apa sajakah status wajib pajak ?

  • Status Wajib Pajak terdiri dari :

    TK/...

    Tidak Kawin, ditambah dengan banyaknya tanggungan anggota keluarga;

    K/...

    Kawin, ditambah dengan banyaknya tanggungan anggota keluarga;

    K/I/...

    Kawin, tambahan untuk isteri (hanya seorang) yang penghasilannya digabung dengan penghasilan suami, ditambah dengan banyaknya tanggungan anggota keluarga;

    PH

    Wajib pajak kawin yang secara tertulis melakukan perjanjian pemisahan harta dan penghasilan;

    HB/...

    Wajib pajak kawin yang telah hidup berpisah ditambah banyaknya tanggungan anggota keluarga.

 

Bagaimanakah caranya apabila suami bagi karyawati kawin tidak menerima atau memperoleh penghasilan ? Dan Bagaimana kalau bagi karyawan atau karyawati yang belum kawin ?

  • Bagi karyawati kawin yang dapat menunjukkan keterangan tertulis dari Pemda setempat (serendah-rendahnya kecamatan) bahwa suaminya tidak menerima atau memperoleh penghasilan dapat diberikan tambahan PTKP sebesar Rp 1.200.000,00 dan ditambah PTKP untuk keluarganya.

  • Bagi karyawan atau karyawati yang belum kawin dapat memperoleh tambahan pengurangan PTKP untuk dirinya dan tanggungannya sepanjang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

 

Berdasarkan apakah besarnya PTKP ditentukan ? 

  • Besarnya PTKP ditentukan berdasarkan keadaan pada awal tahun takwim.

 

Berapakah besarnya PTKP bagi pegawai yang baru datang dan menetap di INdonesia dalam bagian tahun takwim ?

  • Bagi pegawai yang baru datang dan menetap di Indonesia dalam bagian tahun takwim, besarnya PTKP tersebut berdasarkan keadaan pada awal bulan dari bagian tahun takwim yang bersangkutan.
    Misalnya, pada tanggal 1 Januari 2001 wajib pajak A berstatus kawin dengan tanggungan 1 orang anak.  Apabila pada tanggal 1 Mei 2001 lahir anak yang kedua, besarnya Penghasilan Tidak Kena Pajak yang diberikan kepada wajib pajak A untuk tahun 2001 tetap dihitung berdasarkan status K/1 = Rp 2.880.000,00 + Rp 1.440.000.000,00 + Rp 1.440.000.000,00 = Rp 5.760.000,00

© PajakOnline.com |  ‹ Dibaca 10403 kali ›


Pencarian Artikel Tax Learning
Kata Kunci :
Match  
AND  
OR  
Topik :  
Cari di :
Judul  
Isi  
 
Hasil per halaman :