Selasa, 2 September 2014  

Belajar Perpajakan

Obyek Pemotongan PPh Pasal 26 Dan Besarnya PPh Yang Terutang

A A A 

OBYEK PEMOTONGAN PPH PASAL 26 DAN BESARNYA PPH YANG TERUTANG

Obyek dan Tarif PPh Pasal 26 :

1. Dikenakan PPh Pasal 26 = 20% dari jumlah bruto penghasilan wajib pajak luar negeri berupa:

-

Dividen

-

Bunga, termasuk premium, diskonto, dan imbalan sehubungan dengan jaminan pengembalian utang

-

Royalti, sewa, dan imbalan lain sehubungan dengan penggunaan harta

-

Imbalan sehubungan dengan jasa, pekerjaan, dan kegiatan

-

Hadiah dan penghargaan dengan nama dan dalam bentuk apapun

-

Pensiun dan pembayaran berkala lainnya.

2. Dikenakan PPh Pasal 26 = 20% dari Perkiraan Penghasilan Netto atas penghasilan wajib pajak luar negeri berupa :

-

Penghasilan dari penjualan harta di Indonesia

-

Penghasilan berupa premi asuransi yang dibayarkan kepada perusahaan asuransi di luar negeri, yaitu :

- 20% x 50% x Premi yang dibayarkan kepada perusahaan asuransi di Luar Negeri.
- 20% x 10% x Premi yang dibayarkan kepada perusahaan asuransi LN oleh perusahaan asuransi yang berkedudukan di Indonesia.
- 20% x 5% x Premi yang dibayarkan kepada perusahaan reasuransi LN oleh perusahaan asuransi yang berkedudukan di Indonesia.

-

Lihat Keputusan Menteri Keuangan Nomor 624/KMK.04/1994 Jo SE - 23/PJ.43/1995

3. Dikenakan PPh Pasal 26 sebesar 20% dari Laba Neto setelah pajak dari suatu BUT di Indonesia (Branch Profit Tax), kecuali jika ditanamkan kembali di Indonesia.

4. Dalam hal telah dilakukan Perjanjian Penghindaran Pajak Berganda antara Pemerintah RI dengan negara lain (treaty partner) ; penghitungan besarnya PPh Pasal 26 didasarkan pada Tax Treaty tersebut (dibebaskan dari pengenaan PPh Pasal 26 atau dikenakan PPh Pasal 26 dengan tarif yang lebih rendah).

 

© PajakOnline.com |  ‹ Dibaca 24144 kali ›


Pencarian Artikel Tax Learning
Kata Kunci :
Match  
AND  
OR  
Topik :  
Cari di :
Judul  
Isi  
 
Hasil per halaman :