Rabu, 1 Oktober 2014  

Belajar Perpajakan

Bunga Kredit Non Performing

A A A 

Bunga Kredit Non Performing 

(KEP - 184/PJ./2002 Jo KEP - 273/PJ./1998; SE - 08/PJ.42/2002 Jo SE - 44/PJ.42/1998 )

  -

Kredit Non Performing adalah kredit yang diberikan oleh perusahaan di bidang usaha perbankan yang digolongkan kurang lancar, diragukan, dan macet.

  -

Penghasilan bunga yang bersumber dari kredit non performing diakui sebagai penghasilan (obyek PPh) pada saat bunga tersebut diterima bank (cash basis).

  -

Dalam hal bank membukukan penerimaan bunga kredit Non Perfoming sebagai pengurang pokok kredit, saat pengakuan penghasilan ditunda hingga saat diterimanya penghasilan bunga setelah pelunasan pokok kredit. Hal tersebut berlaku sepanjang debitur  terkait melakukan penyesuaian saat pengakuan biaya bunga kredit non-performing dengan cara yang sama.

  -

Apabila terjadi gagal bayar (default) oleh debitur sehingga bank melakukan penghapusan piutang tak tertagih atas bunga yang belum dibayar, maka sebagai konsekuensi belum diakuinya bunga tersebut sebagai penghasilan bank dan biaya debitur, penghapusan piutang tak tertagih atas bunga tersebut bagi bank bukan kerugian, sedangkan bagi debitur bukan keuntungan karena pembebasan utang.

  -

Daftar Debitur tersebut memuat nomor urut, nama debitur, alamat, NPWP, jumlah kredit Non Performing yang digolongkan kurang lancar, diragukan, dan macet, serta jumlah bunga yang terutang (accrual basis) yang belum diakui sebagai penghasilan pada tanggal laporan keuangan.

   

Sejak 11 April 2002, Bank wajib menyerahkan daftar debitur yang kreditnya digolongkan kurang lancar, diragukan, dan macet sebagai lampiran SPT Tahunan PPh yang bersangkutan kepada KPP tempat bank terdaftar sebagai Wajib Pajak.

© PajakOnline.com |  ‹ Dibaca 2900 kali ›

Peraturan Terkait


Pencarian Artikel Tax Learning
Kata Kunci :
Match  
AND  
OR  
Topik :  
Cari di :
Judul  
Isi  
 
Hasil per halaman :