Senin, 28 Juli 2014  

Belajar Perpajakan

Handling Import

A A A 

Handling Import ( 539/KMK.04/1990 )

-

Impor Inden adalah kegiatan memasukkan barang dari luar daerah pabean ke dalam daerah pabean yang dilakukan oleh importir untuk dan atas nama pemesan (indentor), dimana segala biaya impornya menjadi beban indentor dan sebagai balas jasanya importir akan memperoleh komisi (handling fee) dari indentor.

-

Mekanisme Perpajakannya :

-

Importir harus mengisi PIB dan SSP (PPh Pasal 22 dan PPN) atas impor tersebut dengan identitas impotir QQ indentor.

-

Bank Devisa, Ditjen Bea Cukai, Kantor Pos Lalu Bea tempat memasukkannya PIB akan membubuhkan cap "Impor atas dasar Inden".

-

PPh Pasal 22 dan PPN impor tersebut dapat dikreditkan oleh indentor

-

Komisi (handling fee) yang dibayar/terutang oleh indentor merupakan penghasilan importir yang merupakan obyek pemotongan PPh Pasal 23 sebesar 6% (jasa perantara).

-

Dalam hal dokumen impor di atas tidak mencantumkan identitas importir QQ indentor, maka impor tersebut harus diperlakukan sebagai impor dengan biaya sendiri oleh importir. Sehingga perlakuan pajaknya adalah sbb :

-

Atas penyerahan Barang Kena Pajak oleh importir kepada indentor dianggap seolah-olah sebagai penjualan (terutang PPN)

-

PPh Pasal 22 dan PPN impor dapat dikreditkan oleh importir.

-

Dalam hal harga penyerahan dari importir kepada indentor tidak menunjukkan harga jual yang wajar, maka harga jual yang wajar tersebut akan ditetapkan oleh Dirjen Pajak bedasarkan Norma Penghitungan (dalam kasus pemeriksaan).

© PajakOnline.com |  ‹ Dibaca 5809 kali ›


Pencarian Artikel Tax Learning
Kata Kunci :
Match  
AND  
OR  
Topik :  
Cari di :
Judul  
Isi  
 
Hasil per halaman :