Kamis, 30 Oktober 2014  

Belajar Perpajakan

Obyek PPN dalam Pasal 16C dan Pasal 16D UU PPN

A A A 

B. Obyek PPN dalam Pasal 16C dan Pasal 16D Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2000 :

  1. Kegiatan membangun sendiri yang dilakukan tidak dalam kegiatan usaha atau pekerjaan oleh orang pribadi atau badan yang hasilnya digunakan sendiri atau digunakan pihak lain (Pasal 16C).

    Contoh :
    Tuan Hendra, seorang dokter speialis anak membangun rumah untuk tempat tinggal di Bogor dengan luas bangunan 500 M2.

  2. Penyerahan aktiva yang menurut tujuan semula tidak untuk diperjualbelikan (bukan inventory) oleh Pengusaha Kena Pajak, sepanjang Pajak Masukan yang dibayar pada saat perolehannya menurut ketentuan dapat dikreditkan (Pasal 16D).

    Contoh ;
    Pada bulan September 2000, PT Sepatu Bata menjual sebuah mesin produksinya yang semula diimpor dari italy pada tahun 1998. Karena Pajak Masukan atas impor mesin di tahun 1998 tersebut menurut ketentuan dapat dikreditkan, maka pada saat mesin tersebut dijual kembali di tahun 2000 harus dikenakan PPN.
    Dalam hal PT Sepatu Bata di tahun 2000 menjual mobil sedan, penjualan sedan tersebut tidak terutang PPN karena Pajak Masukan pada saat perolehannya menurut ketentuan tidak dapat dikreditkan.

© PajakOnline.com |  ‹ Dibaca 8999 kali ›

Peraturan Terkait


Pencarian Artikel Tax Learning
Kata Kunci :
Match  
AND  
OR  
Topik :  
Cari di :
Judul  
Isi  
 
Hasil per halaman :