Senin, 15 September 2014  

Belajar Perpajakan

Mekanisme Pemungutan PPN Oleh Pemungut PPN

A A A 

Mekanisme Pemungutan PPN Oleh Pemungut PPN (563/KMK.03/2003, KEP - 382/PJ./2002)

  • Faktur Pajak dan SSP merupakan bukti pemungutan dan penyetoran PPN dan/atau PPnBM
  • Pemungutan PPN/PPn BM dilakukan pada saat dilakukannya pembayaran atas BKP/JKP oleh pemungut PPN, dengan cara memotong langsung dari tagihan PKP Rekanan.
  • Pada saat PKP rekanan menyampaikan tagihan (faktur/invoice), PKP Rekanan wajib membuat :

    • Faktur Pajak atas PPN dan PPnBM yang terutang

    • SSP (dengan identitas dan NPWP PKP Rekanan) yang ditandatangani oleh Pemungut.

  • Faktur Pajak dibuat rangkap 3 :

    • Lembar 1 : untuk Pemungut PPN

    • Lembar 2 : untuk arsip PKP Rekanan

    • Lembar 3 : untuk KPP melalui Pemungut PPN

    • Pada setiap lembar Faktur Pajak wajib dibubuhi cap "DISETOR TANGGAL :..........." dan ditandatangani oleh Pemungut PPN yang bersangkutan.

    • Khusus untuk KPKN, setiap lembar Faktur Pajak Standar wajib dicantumkan nomor dan tanggal advis SPM

  • Untuk Bendaharawan Pemerintah, SSP dibuat rangkap 5 :

    • Lembar 1 : untuk arsip PKP Rekanan

    • Lembar 2 : untuk KPP melalui KPKN

    • Lembar 3 : untuk dilampirkan pada SPT Masa PPN PKP Rekanan.

    • Lembar 4 : untuk Bank/Kantor Pos

    • Lembar 5 : untuk Pemungut PPN

  • Untuk KPKN, SSP dibuat rangkap 4 :

    • Lembar 1 : untuk arsip PKP Rekanan

    • Lembar 2 : untuk KPP melalui KPKN

    • Lembar 3 : untuk dilampirkan pada SPT Masa PPN PKP Rekanan.

    • Lembar 4 : untuk Pemungut PPN (KPKN)

    • Pada setiap lembar SSP, wajib dicantumkan nomor dan tanggal advis SPM

    • SSP lembar ke-1 dan ke-2 dibubuhkan cap "TELAH DIBUKUKAN"

© PajakOnline.com |  ‹ Dibaca 11061 kali ›


Pencarian Artikel Tax Learning
Kata Kunci :
Match  
AND  
OR  
Topik :  
Cari di :
Judul  
Isi  
 
Hasil per halaman :