Selasa, 21 Oktober 2014  

Belajar Perpajakan

Pedoman Pengkreditan Pajak Masukan bagi PKP yang Menghitung PPh-nya dengan Norma Penghitungan Penghasilan Netto

A A A 

Pedoman Pengkreditan Pajak Masukan bagi PKP yang Menghitung PPh-nya dengan Norma Penghitungan Penghasilan Netto (252/KMK.03/2002 Jo 553/KMK.04/2000, SE - 24/PJ.52/2002)

 

1.

Pengusaha Kena Pajak yang dalam menghitung PPh-nya menggunakan Norma Penghitungan Penghasilan Netto, dalam menghitung PPN-nya harus menggunakan Pedoman Pengkreditan Pajak Masukan.

2.

Pengusaha Kena Pajak yang menggunakan Pedoman Pengkreditan Pajak Masukan tersebut wajib memberitahukan secara tertulis ke KPP terkait, dengan cara membubuhkan catatan pada kolom yang tersedia dalam SPT Masa PPN.

3.

Besarnya Pajak Masukan yang dapat dikreditkan:

-

80 % X Pajak Keluaran, untuk penyerahan Barang Kena Pajak oleh Pedagang Eceran yang menggunakan Norma Penghitungan Penghasilan Netto,

- 70 % X Pajak Keluaran, untuk penyerahan Barang Kena Pajak oleh Pengusaha Kena Pajak selain Pedagang Eceran.

-

40 % X Pajak Keluaran, jika yang diserahkan adalah Jasa Kena Pajak

4.

Pengusaha Kena Pajak yang menggunakan Pedoman Pengkreditan Pajak Masukan tersebut di atas wajib menyelenggarakan catatan jumlah peredaran bruto yang menjadi Dasar Pengenaan Pajak. Dalam hal Pengusaha Kena Pajak juga melakukan Penyerahan Tidak Kena pajak, maka harus dibuat catatan secara terpisah.

5.

Jika dalam satu masa pajak, Pengusaha Kena Pajak tersebut tidak memenuhi syarat untuk menggunakan Norma Penghitungan, maka mulai permulaan tahun buku berikutnya, Pengusaha Kena Pajak tersebut tidak boleh menggunakan Pedoman Pengkreditan Pajak Masukan.

6.

Ketentuan ini tidak berlaku bagi Pengusaha Kena Pajak Pedagang Eceran yang menggunakan DPP Nilai Lain (Lihat ; PPN atas PKP Pedagang Eceran).

contoh :

1. PT Beta telah dikukuhkan sebagai PKP Pedagang Eceran sejak 29 Agustus 2002. Sejak 1 Januari 2003, PT Beta diperkenankan menggunakan  Norma Penghitungan Penghasilan Neto dalam menghitung PPh Terutang. Selama bulan Maret 2003, PT Beta melakukan penyerahan BKP sebesar Rp 100.000.000,-. Pajak Masukan yang telah dibayar pada saat perolehan BKP adalah Rp 15.000.000,-. Besarnya Pajak Masukan yang dapat dikreditkan sbb :
- Pajak Keluaran 10% x Rp 100.000.000,- = Rp 10.000.000,-
- Pajak Masukan 80% x Rp   10.000.000,- = Rp   8.000.000,-
- PPN yang harus dibayar untuk Masa Pajak Maret 2003 = Rp   2.000.000,-

 

2. PKP Alfa diperkenankan menggunakan Norma Penghitungan Penghasilan Neto dalam menghitung PPh terutang. Selama bulan Agustus 2003, jumlah penyerahan BKP adalah Rp 50.000.000,-. Pajak Masukan yang telah dibayar pada saat perolehan BKP adalah Rp 2.500.000,-. BEsarnya Pajak Masukan yang dapat dikreditkan adalah :
- Pajak Keluaran 10% x Rp 50.000.000,- = Rp 5.000.000,-
- Pajak Masukan 70% x Rp 5.000.000,- = Rp 3.500.000,-
- PPN yang harus dibayar untuk Masa Pajak Agustus 2003 = Rp 1.500.000,-

© PajakOnline.com |  ‹ Dibaca 12578 kali ›


Pencarian Artikel Tax Learning
Kata Kunci :
Match  
AND  
OR  
Topik :  
Cari di :
Judul  
Isi  
 
Hasil per halaman :