Sabtu, 19 April 2014  

Belajar Perpajakan

Klasifikasi, Penggolongan, Dan Usaha Bidang Perkebunan

A A A 

BAGAIMANA KLASIFIKASI, PENGGOLONGAN, DAN USAHA BIDANG PERKEBUNAN  BERDASARKAN KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR :

KEP - 16/PJ.6/1998 Jo SE - 21/PJ.6/1999 ?

A. B U M I

  1. Tanah produktif adalah tanah yang sudah ditanami dengan komoditas perkebunan. Nilai jualnya ditetapkan berdasarkan nilai jual obyek pajak tanah di sekitarnya/disekelilingnya yang sejenis ditambah dengan 100 % (seratus persen) Standar Investasi Tanaman.
  2. Tanah belum produktif adalah tanah yang dapat menghasilkan tetapi belum dimanfaatkan, yang meliputi :

a.

Tanah yang tidak/belum ditanami, yaitu tanah yang dapat menghasilkan komoditas perkebunan, tetapi tidak/belum dimanfaatkan, seperti tanah cadangan, tanah bero dan tanah persiapan tanaman.

b.

Tanah yang belum menghasilkan, yaitu tanah yang sudah ditanami komoditas perkebunan tetapi belum menghasilkan, seperti : tanah pembibitan/peremajaan dan tanah yang sudah ditanami komoditas perkebunan.

  1. Tanah tidak produktif adalah tanah yang tidak dapat ditanami seperti tanah rawa, tanah cadas, tanah garapan, jurang dan tanah lainnya yang tidak dapat dimanfaatkan oleh perkebunan.
  2. Tanah emplasemen, yaitu tanah yang di atasnya terdapat bangunan-bangunan dan pekarangan.

 


B. B A N G U N A N

  1. Bangunan, termasuk jalan lingkungan yang dipergunakan oleh perseorangan dan atau badan.
  2. Ruang pendingin, pabrik dan lain-lain.
 

 

 

© PajakOnline.com |  ‹ Dibaca 4632 kali ›

Peraturan Terkait


Pencarian Artikel Tax Learning
Kata Kunci :
Match  
AND  
OR  
Topik :  
Cari di :
Judul  
Isi  
 
Hasil per halaman :