Lampiran I
PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN RI
NOMOR : 20/M-DAG/PER/2008


PRODUK INDUSTRI KEHUTANAN WAJIB ETPIK

No NOMOR POS TARIF
(HS)
URAIAN BARANG
1

2


3


4


5



6


7


8

9

10

11


12


13


14


15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30
Ex. 4401 dan Ex. 4404

Ex. 4407


Ex. 4407


4408


4409



410


4411


4412

4413.00.00.00

4414.00.00.00

4415


4416


4417


4418


4419.00.00.00

4421.90.20.00

Ex. 4421.90.99.00



4601.22.00.00

4602.12.00.00

9401.51.00.10

9401.61.00.00

9401.69.00.00

9403.30.00.00

9403.40.00.00

9403.50.00.00

9403.60.00.00

9403.81.00.10

9403.90.00.00

9406.00.92.00
Serpih Kayu

kayu gergajian yang telah diolah lebih lanjut dengan meratakan keempat sisinya sehingga permukaannya menjadi rata dan halus dengan ketebalan melebihi 6 mm (S4S)

kayu olahan yang diperoleh dengan menyambung kayu gergajian yang telah dikeringkan dan diketam keempat sisinya setelah proses finger jointed dengan ketebalan melebihi 6 mm

Lembaran kayu veneer (disambung maupun tidak) dan kayu lainnya digergaji membujur, dibelah, atau dikuliti baik diketam, diampelas atau "end jointed" maupun tidak dengan ketebalan tidak melebihi 6 mm.

Kayu (termasuk jalur dan potongan untuk lantai papan, tidak dipasang) dibentuk tidak terputus (diberi lidah, diberi alur, tepinya dikorok, diberi lereng, diberi lidah dan alur, tepinya miring, berbentuk V, beaded, diberi pole bentukan, dibundarkan atau semacam itu), sepanjang tepi atau permukaannya, diketam maupun tidak diampelas atau "fingerjointed".

Papan partikel dan papan semacam itu dari kayu atau bahan mengandung lignin lainnya, diaglomerasi dengan resin atau bahan perekat organik lainnya maupun tidak.

Papan terbuat dari serat kayu atau bahan mengandung lignin lainnya, direkatkan dengan resin, bahan organik lainnya maupun tidak.

Kayu lapis, panel lapisan kayu dan kayu berlapis semacam itu.

Kayu dipadatkan berbentuk block, pelat, jalur atau profil.

Bingkai kayu untuk lukisan, foto, cermin, atau barang semacam itu.

Peti, kotak, krat, drum dan pengemas semacam itu dari kayu, gelondong kabel dari kayu, palet kotak dan papan untuk muatan lainnya dari kayu, kerah palet dari kayu.

Tahang, tong, bejana, pasu dan produk lainnya dari pembuat tong/pasu dan bagiannya dari kayu, termasuk papan lengkung untuk tahang.

Perkakas, badan perkakas, pegangan perkakas, badan sapu atau sikat dan pegangannnya, dari kayu; acuan dan kelebut sepatu bot atau sepatu, dari kayu.

Perabot dan bahan pembangun rumah dari kayu, temasuk panil kayu selular, rakitan panel penutup lantai, atau sirap dan "shake".

Perangkat makan dan perangkat dapur dari kayu.

Batang kayu korek api.

Paving Blok dari kayu.

Kayu Cendana dan produk kayu Cendana.

Lampit dan Tirai dari rotan.

Keranjang dan anyaman dari rotan.

Tempat duduk dari rotan.

Tempat duduk lainnya dengan rangka dari kayu, diberi lapisan penutup.

Lain-lain(Tempat duduk lainnya dengan rangka dari kayu tidak diberi lapisan penutup)

Perabotan kayu dari jenis yang digunakan di kantor.

Perabotan kayu dari jenis yang digunakan di dapur

Perabotan kayu dari jenis yang digunakan di kamar tidur.

Perabotan kayu lainnya.

Perangkat kamar tidur, ruang makan atau ruang keluarga dari rotan.

Bagian Perabotan dari Kayu

Bangunan Prefabrikasi dari kayu






Lampiran II
PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN RI
NOMOR : 20/M-DAG/PER/2008


KRITERIA TEKNIS YANG DIGUNAKAN UNTUK MENENTUKAN PRODUK INDUSTRI
KEHUTANAN TERTENTU YANG DAPAT DIEKSPOR

  1. Ukuran dan tingkat olahan
  1. Kayu olahan dalam bentuk S4S (surface four side) yang termasuk HS.4407 :
    Produk kayu olahan yang diratakan keempat sisinya sehingga permukaannya menjadi rata dan halus.
  2. Kayu olahan dalam bentuk E2E atau E4E yang termasuk HS.4409:
    Produk kayu olahan turunan dari S4S yang diberi sudut lengkung pada 2 (dua) sudut (E2E) atau 4 (empat) sudut (E4E) dengan ketentuan sudut lengkung minimal 3 mm (R3).
  3. Finger Jointed yang termasuk HS.4407:
    Produk kayu olahan yang dihasilkan dengan menyambung kayu gergajian yang telah dikeringkan dan diketam keempat sisinya setelah proses finger jointed dengan ketentuan panjang setiap keping yang disambungkan tidak lebih dari 1.000 mm.
  4. Laminated Board (Jointed Board) yang termasuk HS.4412:
    Produk kayu olahan yang dihasilkan dari penggabungan kepingan kayu kearah penampang lebar dengan cara dikempa (di pres) menggunakan perekat, dengan ketentuan luas penampang masing-masing keping tidak lebih dari 4.000 mm2.
  5. Laminated Block yang termasuk HS.4412:
    Produk kayu olahan yang dihasilkan dari penggabungan kepingan kayu kearah penampang tebal dengan cara dikempa (di pres) menggunakan perekat, dengan ketentuan luas penampang masing-masing keping tidak lebih dari 6.000 mm2
  6. Decorative Profile yang termasuk HS.4409:
    Produk kayu olahan yang dihasilkan dengan membentuk kayu dengan mesin moulder, sedemikian rupa sehingga menampilkan fungsi keindahan (fungsi decorative) dan langsung dapat digunakan tanpa merubah bentuk, kecuali memotongnya sesuai ukuran panjang yang diperlukan, dengan ketentuan sebagai berikut :
    1)  Ukuran luas penampang tidak lebih dari 12.750 mm2;
    2)  Untuk Decorative Profile Muka lebar :
    • Decorative sekurang-kurangnya setengah (1/2) muka lebar pada satu sisi;
    • Tebal tidak lebih dari 25 mm, kedalaman decorative sekurang-kurangnya 3 mm;
    • Tebal lebih dari 25 mm s/d 50 mm, kedalaman decorative sekurangkurangnya 6 mm;
    • Tebal lebih dari 50 mm, kedalaman decorative sekurang-kurangnya 10 mm.
    3)  Untuk Decorative Profile Muka tebal :
    • Decorative sekurang-kurangnya setengah (1/2) muka tebal pada satu sisi;
    • Lebar tidak lebih dari 50 mm, kedalaman decorative sekurang-kurangnya 3 mm;
    • Lebar lebih dari 50 mm s/d 80 mm, kedalaman decorative sekurangkurangnya 6 mm;
    • Lebar lebih dari 80 mm s/d 100 mm, kedalaman decorative sekurangkurangnya 15 mm;
    • Lebar lebih dari 100 mm, kedalaman decorative sekurang-kurangnya 20 mm.
    Untuk Decorative Profile dengan ukuran luas penampang kurang dari 1.000 mm2 tidak terkena ketentuan ukuran dan kedalaman decorativenya.
    Bila terdapat profil pada 2 (dua) sisi maka kedalaman profile merupakan penjumlahan dari 2 (dua) sisi tersebut.
  7. Kayu Profile untuk Kusen Pintu (Door Jamb) atau Kusen Jendela (Window Jamb) yang termasuk HS.4409 :
    Dengan ketentuan luas penampang tidak lebih dari 7.200 mm2
  8. Kayu Profile untuk Rangka Pintu (Door Frame) atau Rangka Jendela (Window Frame) yang termasuk HS.4409:
    Dengan ketentuan sebagai berikut :
    • Tebal tidak lebih dari 40 mm;
    • Luas penampang tidak lebih dari 6.600 mm2.
  9. Wall Panel yang termasuk HS.4409:
    Mempunyai ukuran tebal tidak lebih dari 20 mm dengan luas penampang tidak lebih dari 4.000 mm2 dalam bentuk lidah dan alur (tongue and groove), alur dan alur (groove and groove) atau shiplap, dengan ketentuan sebagai berikut:
    • Lebar tidak lebih dari 50 mm mempunyai dalam alur dan tinggi lidah atau shiplap sekurang-kurangnya 2 mm;
    • Lebar lebih dari 50 mm s/d 100 mm mempunyai dalam alur dan tinggi lidah atau shiplap sekurang-kurangnya 3 mm;
    • Lebar lebih dari 100 mm mempunyai dalam alur dan tinggi lidah atau shiplap sekurang-kurangnya 5 mm.
  10. Flooring yang termasuk HS.4409:
    Mempunyai ukuran tebal tidak lebih dari 35 mm dengan luas penampang tidak lebih dari 7.000 mm2 dalam bentuk lidah dan alur (tongue and groove), alur dan alur (groove and groove) atau shiplap, dengan ketentuan sebagai berikut:
    • Lebar tidak lebih dari 50 mm mempunyai dalam alur dan tinggi lidah atau shiplap sekurang-kurangnya 2 mm;
    • Lebar lebih dari 50 mm s/d 100 mm mempunyai dalam alur dan tinggi lidah atau shiplap sekurang-kurangnya 3 mm;
    • Lebar lebih dari 100 mm mempunyai dalam alur dan tinggi lidah atau shiplap sekurang-kurangnya 5 mm.
  11. Decking yang termasuk HS.4409:
    Mempunyai ukuran tebal tidak lebih dari 45 mm dan luas penampang tidak lebih dari 9.000 mm2, dengan ketentuan:
    • Dari jenis kayu merbau, keruing, kempas, bangkirai, kapur, ulin dan balau;
    • Tebal tidak lebih dari 20 mm mempunyai dalam reeded/ groove pada sisi lebar sekurang-kurangnya 1,5 mm;
    • Tebal lebih dari 20 mm s/d 35 mm mempunyai dalam reeded/ groove pada sisi lebar sekurang-kurangnya 3 mm;
    • Tebal lebih dari 35 mm s/d 45 mm mempunyai dalam reeded/ groove pada sisi lebar sekurang-kurangnya 5 mm.
    Bila terdapat reeded/groove pada 2 (dua) sisi maka kedalaman reeded/groove merupakan penjumlahan dari 2 (dua) sisi tersebut.
    Sekurang-kurangnya setengah permukaan lebar harus diberi reeded atau diberi 2 (dua) groove dengan jarak yang proporsional pada sepanjang kayunya.
  12. Flooring untuk Truck, Container, Ship Deck dan Wagon yang termasuk HS.4409:
    Dalam bentuk lidah dan alur (tongue and groove) atau shiplap, dengan ketentuan sebagai berikut:
    • Dari jenis kayu merbau, keruing, kempas dan bangkirai;
    • Tebal tidak lebih dari 50 mm;
    • Luas penampang tidak lebih dari 12.000 mm2;
    • Dalam alur dan tinggi lidah dan kedalaman shiplap sekurang-kurangnya 5 mm.
    Khusus pole, main sill, cross sill dan truck body harus disertai dengan gambar yang memuat spesifikasi teknis secara lengkap (gambar set terpasang) dan harus diekspor bersamaan dengan flooringnya.
  13. Palet kotak dan palet papan (HS.4415):
    Harus dalam bentuk terpasang.
  14. Elemen bangunan dari kayu yang merupakan unit kesatuan dari bangunan (HS.4418):
    Harus dalam bentuk set elemen bangunan disertai gambar yang memuat spesifikasi teknis secara lengkap tanpa merubah bentuk dan memotongnya.
  15. Bangunan Prefabrikasi dari kayu (HS.9406):
    Harus dalam bentuk set bangunan prefabrikasi disertai dengan gambar yang memuat spesifikasi teknis secara lengkap tanpa merubah bentuk dan memotongnya.
  16. Post dan Beam yang termasuk HS.4409:
    Produk kayu olahan dalam bentuk E4E dan diberi reeded/groove, dengan ketentuan sebagai berikut:
  17. Window Board yang termasuk HS.4409 Dengan ketentuan sebagai berikut:
    • Salah satu sisi tebal diberi bentukan profile bullnose (lengkung setengah lingkaran);
    • Mempunyai ukuran tebal tidak lebih dari 30 mm;
    • Luas penampang tidak lebih dari 7.800 mm2.
  1. Toleransi ukuran dan kecacatan
  1. Semua ukuran kayu olahan yang diekspor diberikan toleransi ukuran sebagai berikut:
    • Tebal tidak lebih dari 0,5 mm;
    • Lebar tidak lebih dari 1 mm;
    • Panjang tidak lebih dari 50 mm.
  2. Cacat karena pengerjaan mesin ( machine – defect ) diperkenankan tidak lebih dari 5% dari jumlah volume yang diekspor.






Lampiran III
PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN RI
NOMOR : 20/M-DAG/PER/2008

LAPORAN RENCANA PRODUKSI TAHUNAN
TAHUN :

Nama Perusahaan :
Nomor ETPIK :

No Uraian Barang Jumlah Barang
Jumlah Satuan







   
TOTAL    








  Lampiran IV
PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN RI
NOMOR : 20/M-DAG/PER/2008


LAPORAN REALISASI PRODUKSI TAHUNAN
TAHUN :

Nama Perusahaan :
Nomor ETPIK :

No Uraian Barang Jumlah Barang
Jumlah Satuan







   
TOTAL    








  Lampiran V
PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN RI
  NOMOR : 20/M-DAG/PER/2008


LAPORAN RENCANA EKSPOR TAHUNAN
TAHUN :

Nama Perusahaan :
Nomor ETPIK :

No Pos Tarif
(HS)
Uraian Barang Jumlah Barang Negara Tujuan
Jumlah Satuan


 




     
TOTAL      






  Lampiran VI
PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN RI
  NOMOR : 20/M-DAG/PER/2008


LAPORAN REALISASI EKSPOR TAHUNAN
TAHUN :

Nama Perusahaan :
Nomor ETPIK :

No Pos Tarif
(HS)
Uraian Barang Jumlah Barang Nilai Barang Negara
Tujuan
Jumlah Satuan Nilai (MTU*)


 




     
TOTAL      

Keterangan : *) MTU : Kode Mata Uang Negara