Sabtu, 20 Juli 2019  

Peraturan Perpajakan

  • 196

Peraturan Menteri Keuangan Nomor 196/PMK.03/2007

Ditetapkan tanggal 28 Desember 2007

TATA CARA PENYELENGGARAAN PEMBUKUAN DENGAN MENGGUNAKAN BAHASA ASING DAN SATUAN MATA UANG SELAIN RUPIAH SERTA KEWAJIBAN PENYAMPAIAN SURAT PEMBERITAHUAN TAHUNAN PAJAK PENGHASILAN WAJIB PAJAK BADAN
Arsip Cari Peraturan Perpajakan Topik: KUP Umum » Peraturan Menteri Keuangan » 2007 Topik: Pembukuan » Peraturan Menteri Keuangan » 2007 Topik: Semua KUP » Peraturan Menteri Keuangan » 2007

			  PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA 
					NOMOR 196/PMK.03/2007

						TENTANG 

	     TATA CARA PENYELENGGARAAN PEMBUKUAN DENGAN MENGGUNAKAN BAHASA ASING
		DAN SATUAN MATA UANG SELAIN RUPIAH SERTA KEWAJIBAN PENYAMPAIAN
	           SURAT PEMBERITAHUAN TAHUNAN PAJAK PENGHASILAN WAJIB PAJAK BADAN
		
				MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang :

a.	bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 28 ayat (8) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang 
	Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan
	Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2007, untuk dapat menyelenggarakan pembukuan dengan 
	menggunakan bahasa asing dan satuan mata uang selain Rupiah, Wajib Pajak harus terlebih dahulu 
	mendapat izin dari Menteri Keuangan;
b.	bahwa mengingat bahasa asing dan satuan mata uang selain Rupiah yang banyak digunakan dalam
	pembukuan Wajib Pajak adalah Bahasa Inggris dan satuan mata uang Dollar Amerika Serikat, maka 
	untuk memberikan kemudahan dan kepastian hukum kepada Wajib Pajak perlu memberikan izin untuk
	penggunaan bahasa Inggris dan satuan mata uang Dollar Amerika Serikat tersebut;
c.	bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu 
	menetapkan Peraturan Menteri Keuangan tentang Tata Cara Penyelenggaraan Pembukuan dengan
	menggunakan Bahasa Asing dan Satuan Mata Uang selain Rupiah serta Kewajiban Penyampaian Surat
	Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan Wajib Pajak Badan;

Mengingat :

1.	Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (Lembaran 
	Negara Republik Indonesia Tahun 1983 Nomor 49, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
	Nomor 3262) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 28 Tahun
	2007 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 85, Tambahan Lembaran Negara
	Republik Indonesia Nomor 4740);
2.	Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan (Lembaran Negara Republik Indonesia
	Tahun 1983 Nomor 50, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3263) sebagaimana
	telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2000 (Lembaran Negara
	Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 127, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
	3985)
3.	Keputusan Presiden Nomor 20/P Tahun 2005;


					       MEMUTUSKAN :

Menetapkan :

PERATURAN MENTERI KEUANGAN TENTANG TATA CARA PENYELENGGARAAN PEMBUKUAN DENGAN 
MENGGUNKAN BAHASA ASING DAN SATUAN MATA UANG SELAIN RUPIAH SERTA KEWAJIBAN PENYAMPAIAN
SURAT PEMBERITAHUAN TAHUNAN PAJAK PENGHASILAN WAJIB PAJAK BADAN.


						Pasal 1

Dalam Peraturan Menteri Keuangan ini yang dimaksud dengan :
1.	Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan yang selanjutnya disebut Undang-Undang
	KUP adalah Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan
	sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2007.
2.	Undang-Undang Pajak Penghasilan yang selanjutnya disebut Undang-Undang PPh adalah Undang-
	Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana telah beberapa kali diubah 
	terakhir dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2000.
3.	Kepala Kantor Wilayah adalah Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak yang wilayah kerjanya
	meliputi Kantor Pelayanan Pajak tempat Wajib Pajak terdaftar.


						Pasal 2

Wajib Pajak dapat menyelenggarakan pembukuan dengan menggunakan bahasa asing dan satuan mata uang
selain Rupiah yaitu Bahasa Inggris dan satuan mata uang Dollar Amerika Serikat


						Pasal 3

Wajib Pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 meliputi :
a.	Wajib Pajak dalam rangka Penanaman Modal Asing yang beroperasi berdasarkan ketentuan peraturan
	perundang-undangan Penanaman Modal Asing;
b.	Wajib Pajak dalam rangka Kontrak Karya yang beroperasi berdasarkan kontrak dengan Pemerintah
	Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam ketentuan peraturan perundang-undangan 
	pertambangan selain pertambangan minyak dan gas bumi;
c.	Wajib Pajak Kontraktor Kontrak Kerja Sama yang beroperasi berdasarkan ketentuan peraturan
	Perundang-undangan pertambangan minyak dan gas bumi;
d.	Bentuk Usaha Tetap sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (5) Undang-Undang PPh atau 
	sebagaimana diatur dalam Perjanjian Penghindaran Pajak Berganda (P3B) terkait;
e.	Wajib Pajak yang mendaftarkan emisi sahamnya baik sebagian maupun seluruhnya di bursa efek luar
	negeri;
f.	Kontrak Investasi Kolektif (KIK) yang menerbitkan reksadana dalam denominasi satuan mata uang
	Dollar Amerika Serikat dan telah memperoleh Surat Pemberitahuan Efektif Pernyataan Pendaftaran
	dari Badan Pengawas Pasar Modal-Lembaga Keuangan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
	undangan pasar modal;atau
g.	Wajib Pajak yang berafiliasi langsung dengan perusahaan induk di luar negeri, yaitu perusahaan anak
	(subsidiary company) yang dimiliki dan/atau dikuasai oleh perusahaan induk (parent company) di luar 
	negeri yang mempunyai hubungan istimewa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 ayat (4) huruf a 
	dan huruf b Undang-Undang PPh.


						Pasal 4

(1)	Penyelenggaraan pembukuan dengan menggunakan bahasa Inggris dan satuan mata uang Dollar 
	Amerika Serikat oleh Wajib Pajak harus terlebih dahulu mendapat izin tertulis dari Menteri Keuangan,
	kecuali bagi Wajib Pajak dalam rangka Kontrak Karya atau Wajib Pajak dalam rangka Kontraktor 
	Kontrak Kerja Sama.
(2)	Izin tertulis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat diperoleh Wajib Pajak dengan mengajukan
	surat permohonan kepada Kepala Kantor Wilayah, paling lambat 3 (tiga) bulan :
	a.	sebelum tahun buku yang diselenggarakan dengan menggunakan bahasa Inggris dan satuan
		mata uang Dollar Amerika Serikat tersebut dimulai;atau
	b.	sejak tanggal pendirian bagi Wajib Pajak baru untuk Bagian Tahun Pajak atau Tahun Pajak
		pertama.
(3)	Kepala Kantor Wilayah atas nama Menteri Keuangan memberikan keputusan atas permohonan 
	sebagaimana dimaksud pada ayat (2) paling lama 1 (satu) bulan sejak permohonan dari Wajib Pajak
	diterima secara lengkap,
(4)	Apabila jangka waktu sebagaimana dimaksud pada ayat (3) telah lewat dan Kepala Kantor Wilayah
	belum memberikan keputusan maka permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dianggap
	diterima dan Kepala Kantor Wilayah atas nama Menteri Keuangan menerbitkan keputusan pemberian
	izin untuk menyelenggarakan pembukuan dengan menggunakan bahasa Inggris dan satuan mata uang 
	Dollar Amerika Serikat.


						Pasal 5

(1)	Wajib Pajak dalam rangka Kontrak Karya atau Wajib Pajak Kontraktor Kontrak Kerja Sama yang sejak 
	pendiriannya menyelenggarakan pembukuan dengan menggunakan bahasa Inggris dan satuan mata
	uang Dollar Amerika Serikat, wajib menyampaikan pemberitahuan secara tertulis ke Kantor Pelayanan
	Pajak tempat Wajib Pajak terdaftar paling lambat 3 (tiga) bulan sejak tanggal pendirian.
(2)	Wajib Pajak dalam rangka Kontrak Karya atau Wajib Pajak Kontraktor Kontrak Kerja Sama yang akan
	menyelenggarakan pembukuan pembukuan dengan menggunakan bahasa Inggris dan satuan mata
	uang Dollar Amerika Serikat, wajib menyampaikan pemberitahuan secara tertulis ke Kantor Pelayanan 
	Pajak tempat Wajib Pajak terdaftar paling lambat 3 (tiga) bulan sebelum tahun buku yang 
	diselenggarakan dengan menggunakan bahasa Inggris dan satuan mata uang Dollar Amerika Serikat
	tersebut dimulai.


						Pasal 6

Bagi Wajib Pajak yang diizinkan untuk menyelenggarakan pembukuan dengan menggunakan bahasa Inggris 
dan satuan mata uang Dollar Amerika Serikat, berlaku ketentuan konversi ke satuan mata uang Dollar Amerika
Serikat sebagai berikut :
1.	Pada awal tahun buku :
	Penyelenggaraan pembukuan dengan menggunakan satuan mata uang Dollar Amerika Serikat untuk
	pertama kali dilakukan dengan bertitik tolak dari Neraca akhir tahun buku sebelumnya (dalam satuan
	mata uang Rupiah) yang dikonversikan ke satuan mata uang Dollar Amerika Serikat dengan 
	menggunakan kurs :
	a)	untuk harga perolehan harta berwujud dan/atau harta tidak berwujud yang mempunyai masa
		manfaat lebih dari 1 (satu) tahun menggunakan kurs yang sebenarnya berlaku pada saat 
		perolehan harta tersebut;
	b)	Untuk akumulasi penyusutan dan/atau amortisasi harta sebagaimana dimaksud pada huruf a)
		menggunakan kurs yang sebenarnya berlaku pada saat perolehan harta tersebut.
	c)	untuk harta lainnya dan kewajiban menggunakan kurs yang sebenarnya berlaku pada akhir
		tahun buku sebelumnya, berdasarkan sistem pembukuan yang dianut yang dilakukan secara
		taat asas;
	d)	apabila terjadi revaluasi aktiva tetap, disamping menggunakan nilai historis, atas nilai selisih
		lebih dikonversi ke dalam satuan mata uang Dollar Amerika Serikat dengan menggunakan kurs 
		yang sebenarnya berlaku pada saat dilakukannya revaluasi;
	e)	untuk laba ditahan atau sisa kerugian dalam satuan mata uang Rupiah dari tahun-tahun 
		sebelumnya, dikonversi ke dalam satuan mata uang Dollar Amerika Serikat dengan 
		menggunakan kurs yang sebenarnya berlaku pada akhir tahun buku sebelumnya, yakni kurs 
		tengah Bank Indonesia, berdasarkan sistem pembukuan yang dianut yang dilakukan secara
		taat asas;
	f)	untuk modal saham dan ekuitas lainnya menggunakan kurs yang sebenarnya berlaku pada
		saat terjadinya transaksi;
	g)	dalam hal terdapat selisih laba atau rugi sebagai akibat konversi dari satuan mata uang Rupiah 
		ke satuan mata uang Dollar Amerika Serikat sebagaimana dimaksud pada huruf a), huruf b),
		huruf c), huruf d), dan huruf e) maka selisih laba atau rugi tersebut dibebankan pada rekening
		laba ditahan.
2.	Dalam tahun berjalan :
	a.	Untuk transaksi yang dilakukan dengan satuan mata uang Dollar Amerika Serikat, 
		pembukuannya dicatat sesuai dengan dokumen transaksi yang bersangkutan;
	b.	Untuk transaksi, baik dalam negeri maupun luar negeri, yang menggunakan satuan mata uang
		selain Dollar Amerika Serikat, dikonversikan ke satuan mata uang Dollar Amerika Serikat
		dengan menggunakan kurs yang sebenarnya berlaku pada saat terjadinya transaksi, yaitu 
		sebagai berikut :
		1)	apabila dari dokumen transaksi diketahui kurs yang berlaku, maka kurs yang dipakai
			adalah kurs yang diketahui dari transaksi tersebut;
		2)	apabila dari dokumen transaksi tidak diketahui kurs yang berlaku, maka kurs yang 
			dipakai adalah kurs tengah Bank Indonesia yang berlaku, berdasarkan sistem 
			pembukuan yang dianut yang dilakukan secara taat asas.


						Pasal 7

(1)	Besarnya Pajak Penghasilan Pasal 25 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (1), ayat (2), ayat
	(4), dan ayat (6) Undang-Undang PPh untuk Tahun Pajak pertama penyelenggaraan pembukuan dengan
	menggunakan bahasa Inggris dan satuan mata uang Dollar Amerika Serikat adalah sebesar Pajak
	Penghasilan Pasal 25 dalam satuan mata uang Rupiah yang dikonversikan dengan menggunakan kurs
	tengah Bank Indonesia yang berlaku :
	a.	pada akhir tahun buku sebelum dimulainya pembukuan dengan menggunakan bahasa Inggris
		dan satuan mata uang Dollar Amerika Serikat untuk konversi Pajak Penghasilan sebagaimana
		dimaksud Pasal 25 ayat (2) Undang-Undang PPh;
	b.	pada saat penyampaian atau batas waktu penyampaian Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak
		Penghasilan Tahun Pajak sebelum dimulainya pembukuan dengan menggunakan bahasa 
		Inggris dan satuan mata uang Dollar Amerika Serikat untuk konversi Pajak Penghasilan
		sebagaimana dimaksud Pasal 25 ayat (1) Undang-Undang PPh;atau
	c.	pada saat surat ketetapan pajak diterbitkan untuk Tahun Pajak sebelum dimulainya pembukuan
		dengan menggunakan bahasa Inggris dan satuan mata uang Dollar Amerika Serikat untuk
		konversi Pajak Penghasilan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (4) Undang-Undang
		PPh dan pada saat penetapan penghitungan besarnya angsuran pajak sebagaimana dimaksud
		dalam Pasal 25 ayat (6) Undang-Undang PPh.
(2)	Pembayaran Pajak Penghasilan Pasal 25 dan Pasal 29 serta Pajak Penghasilan Final yang dibayar
	sendiri oleh Wajib Pajak yang memperoleh izin untuk menyelenggarakan pembukuan dengan 
	menggunakan bahasa Inggris dan satuan mata uang Dollar Amerika Serikat, dapat dilakukan dalam
	satuan mata uang Rupiah.
(3)	Dalam hal pembayaran pajak sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilakukan dalam satuan mata uang
	Rupiah, Wajib Pajak harus mengkonversikan pembayaran dalam satuan mata uang Rupiah tersebut
	ke satuan mata uang Dollar Amerika Serikat dengan menggunakan kurs yang ditetapkan dalam
	Keputusan Menteri Keuangan yang berlaku pada tanggal pembayaran.


						Pasal 8

(1)	Wajib Pajak yang diizinkan untuk menyelenggarakan pembukuan dengan menggunakan bahasa Inggris
	dan satuan mata uang Dollar Amerika Serikat, wajib menyampaikan Surat Pemberitahuan Tahunan
	Pajak Penghasilan Wajib Pajak Badan beserta lampirannya dalam bahasa Indonesia kecuali lampiran
	berupa laporan keuangan, dan menggunakan satuan mata uang Dollar Amerika Serikat.
(2)	Dalam hal terdapat bukti pembayaran atau pemotongan/pemungutan Pajak Penghasilan Pasal 22 dan
	Pasal 23 dengan menggunakan satuan mata uang Rupiah yang akan dikreditkan dalam Surat 
	Pemberitahuan Tahunan PPh Wajib Pajak Badan, harus dikonversi ke dalam satuan mata uang Dollar 
	Amerika Serikat dengan menggunakan kurs yang ditetapkan dalam Keputusan Menteri Keuangan yang 
	berlaku pada tanggal pembayaran atau pemotongan/pemungutan pajak tersebut.


						Pasal 9

(1)	Dalam hal Wajib Pajak telah memperoleh izin untuk menyelenggarakan pembukuan dengan 
	menggunakan bahasa Inggris dan satuan mata uang Dollar Amerika Serikat namun merencanakan
	untuk tidak memanfaatkan izin yang dimilikinya, Wajib Pajak wajib menyampaikan pemberitahuan
	tertulis atau mengajukan permohonan pembatalan secara tertulis untuk menyelenggarakan pembukuan
	dengan menggunakan bahasa Inggris dan satuan mata uang Dollar Amerika Serikat.
(2)	Wajib Pajak yang merencanakan untuk tidak memanfaatkan izin sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
	wajib menyampaikan pemberitahuan pembatalan secara tertulis untuk menyelenggarakan pembukuan
	dengan menggunakan bahasa Inggris dan satuan mata uang Dollar Amerika Serikat ke Kantor 
	Pelayanan Pajak dalam hal Tahun Pajak sebagaimana tercantum dalam surat izin belum dimulai dan
	pemberitahuan tersebut harus sudah diterima oleh Kantor Pelayanan Pajak sebelum Tahun Pajak 
	tersebut dimulai.
(3)	Wajib Pajak yang merencanakan untuk tidak memanfaatkan izin sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
	wajib mengajukan permohonan pembatalan secara tertulis untuk menyelenggarakan pembukuan 
	dengan menggunakan bahasa Inggris dan satuan mata uang Dollar Amerika Serikat ke Kantor 
	Pelayanan Pajak paling lama 3 (tiga) bulan setelah tahun buku yang diselenggarakan dengan 
	menggunakan bahasa Inggris dan satuan mata uang Dollar Amerika Serikat tersebut dimulai.
(4)	Wajib Pajak Kontrak Karya atau Wajib Pajak Kontraktor Kontrak Kerja Sama yang telah 
	memberitahukan ke Kantor Pelayanan Pajak tempat Wajib Pajak terdaftar untuk menyelenggarakan
	pembukuan dengan menggunakan bahasa Inggris dan satuan mata uang Dollar Amerika Serikat
	sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 namun Wajib Pajak tersebut akan menyelenggarakan 
	pembukuan dengan menggunakan bahasa Indonesia dan satuan mata uang Rupiah, wajib mengajukan
	permohonan untuk menyelenggarakan pembukuan dengan menggunakan bahasa Indonesia dan satuan
	mata uang Rupiah kepada Kepala Kantor Wilayah paling lama 3 (tiga) bulan sebelum tahun buku yang
	diselenggarakan dengan menggunakan bahasa Indonesia dan satua mata uang Rupiah tersebut dimulai.
(5)	Kepala Kantor Wilayah atas nama Menteri Keuangan memberikan keputusan atas permohonan 
	pembatalan penyelenggarakan pembukuan dengan menggunakan bahasa Inggris dan satuan mata
	uang Dollar Amerika Serikat dalam jangka waktu paling lama 1 (satu) bulan sejak permohonan dari
	Wajib Pajak diterima secara lengkap.
(6)	Apabila jangka waktu sebagaimana dimaksud pada ayat (5) telah lewat dan Kepala Kantor Wilayah
	belum memberikan keputusan, maka permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) atau ayat (4)
	dianggap diterima.
(7)	dalam hal permohonan Wajib Pajak sebagaimana dimaksud pada ayat (3) atau ayat (4) dikabulkan, 
	Wajib Pajak tersebut tidak diperbolehkan menyelenggarakan pembukuan dengan menggunakan bahasa
	Inggris dan satuan mata uang Dollar Amerika Serikat dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sejak izin 
	tersebut dicabut.
(8)	Dalam hal Wajib Pajak sebagaimana dimaksud pada ayat (7) kemudian bermaksud menyelenggarakan
	pembukuan dengan menggunakan bahasa Inggris dan satuan mata uang Dollar Amerika Serikat lagi,
	Wajib Pajak harus mengajukan surat permohonan kepada Kepala Kantor Wilayah setelah jangka waktu
	5 (lima ) tahun terlampaui.


						Pasal 10

(1)	Dalam hal Wajib Pajak yang tidak memperoleh izin tertulis untuk menyelenggarakan pembukuan 
	dengan menggunakan bahasa Inggris dan satuan mata uang Dollar Amerika Serikat sebagaimana
	dimaksud dalam Pasal 4, atau Wajib Pajak dalam rangka Kontrak Karya atau Wajib Pajak dalam rangka
	Kontraktor Kontrak Kerja Sama, yang tidak menyampaikan pemberitahuan secara tertulis ke Kantor
	Pelayanan Pajak tempat Wajib Pajak terdaftar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5, tetapi tetap
	menyelenggarakan pembukuan dengan menggunakan bahasa Inggris dan satuan mata uang Dollar
	Amerika Serikat, terhadap Wajib Pajak tersebut diperlukan sebagai Wajib Pajak yang tidak 
	menyelenggarakan pembukuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 Undang-Undang KUP.
(2)	Dalam hal Wajib Pajak yang telah memperoleh izin tertulis untuk menyelenggarakan pembukuan 
	dengan menggunakan bahasa Inggris dan satuan mata uang Dollar Amerika Serikat sebagaimana 
	dimaksud dalam Pasal 4, atau Wajib Pajak dalam rangka Kontrak Karya atau Wajib Pajak dalam rangka
	Kontraktor Kontrak Kerja Sama, yang menyampaikan pemberitahuan secara tertulis ke Kantor 
	Pelayanan Pajak tempat Wajib Pajak terdaftar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5, tetapi tetap 
	menyelenggarakan pembukuan dengan menggunakan bahasa Indonesia dan satuan mata uang Rupiah,
	terhadap Wajib Pajak tersebut dicabut izin untuk menyelenggarakan pembukuan dengan menggunakan
	bahasa Inggris dan satuan mata uang Dollar Amerika Serikat oleh Kepala Kantor Wilayah dan tidak 
	dapat diberikan izin untuk menyelenggarakan pembukuan dengan menggunakan bahasa Inggris dan
	satuan mata uang Dollar Amerika Serikat.


						Pasal 11

Sisa kerugian fiskal dalam satuan mata uang Rupiah dari tahun-tahun sebelumnya yang dapat dikompensasikan
ke Tahun Pajak dimulainya pembukuan dengan menggunakan bahasa Inggris dan satuan mata uang Dollar
Amerika Serikat, dikonversikan ke dalam satuan mata uang Dollar Amerika Serikat dengan menggunakan kurs
tengah Bank Indonesia yang berlaku pada akhir tahun buku pada saat kerugian fiskal tersebut terjadi.


						Pasal 12

Wajib Pajak yang telah memperoleh izin untuk menyelenggarakan pembukuan dengan menggunakan bahasa
Inggris dan satuan mata uang Dollar Amerika Serikat, harus menyelenggarakan pembukuan dengan 
menggunakan bahasa Inggris dan satuan mata uang Dollar Amerika Serikat tersebut dalam jangka waktu paling
sedikit 5 (lima) tahun pajak sejak diterbitkan izin atau penyampaian pemberitahuan.


						Pasal 13

(1)	Wajib Pajak dapat mengajukan permohonan pencabutan atas izin untuk menyelenggarakan pembukuan
	dengan menggunakan bahasa Inggris dan satuan mata uang Dollar Amerika Serikat dengan syarat :
	a.	disampaikan secara tertulis kepada Direktur Jenderal Pajak paling lama 3 (tiga) bulan sebelum
		tahun buku berakhir;
	b.	mengemukakan alasan pencabutan sesuai dengan kondisi yang sebenarnya;dan
	c.	permohonan harus memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12.
(2)	Kepala Kantor Wilayah atas nama Menteri Keuangan memberikan keputusan atas permohonan 
	pencabutan penyelenggaraan pembukuan dengan menggunakan bahasa Inggris dan satuan mata uang
	Dollar Amerika Serikat dalam jangka waktu paling lama 1 (satu) bulan sejak permohonan dari Wajib
	Pajak diterima secara lengkap.
(3)	Apabila jangka waktu sebagaimana dimaksud pada ayat (2) telah lewat dan Kepala Kantor Wilayah
	belum memberikan keputusan, maka permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dianggap
	diterima.


						Pasal 14

Wajib Pajak yang telah dicabut izin untuk menyelenggarakan pembukuan dengan menggunakan bahasa Inggris
dan satuan mata uang Dollar Amerika Serikat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 ayat (2) atau ayat (3), 
wajib menyelenggarakan pembukuan dengan menggunakan bahasa Indonesia dan satuan mata uang Rupiah 
pada awal tahun buku berikutnya, dan tidak dapat mengajukan permohonan untuk menyelenggarakan 
pembukuan dengan menggunakan bahasa Inggris dan satuan mata uang Dollar Amerika Serikat dalam jangka 
waktu 5 (lima) tahun sejak izin tersebut dicabut.


						Pasal 15 

Bagi Wajib Pajak yang izin untuk menyelenggarakan pembukuan dengan menggunakan bahasa Inggris dan 
satuan mata uang Dollar Amerika Serikat dicabut, konversi dilakukan dengan bertitik tolak dari Neraca akhir
tahun buku diselenggarakannya pembukuan dengan menggunakan bahasa Inggris dan satuan mata uang Dollar
Amerika Serikat dengan dengan menggunakan kurs yang berlaku dengan mengacu pada peralihan pembukuan
dari satuan mata uang Rupiah ke satuan mata uang Dollar Amerika Serikat sebagaimana dimaksud dalam Pasal
6 angka 1.


						Pasal 16

Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara permohonan, pemberitahuan, pemberian, dan pembatalan izin
menyelenggarakan pembukuan dengan menggunakan bahasa Inggris dan satuan mata uang Dollar Amerika 
Serikat diatur dengan Peraturan Direktur Jenderal Pajak.


						Pasal 17

(1)	Bagi Wajib Pajak yang telah memperoleh izin untuk menyelenggarakan pembukuan dengan 
	menggunakan bahasa Inggris dan satuan mata uang Dollar Amerika Serikat sebelum berlakunya
	Peraturan Menteri Keuangan ini, berlaku ketentuan sebagai berikut :
	a.	tidak perlu mengajukan permohonan baru dan izin tersebut tetap berlaku; dan
	b.	ketentuan yang diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan ini diberlakukan untuk Tahun Pajak
		yang dimulai setelah tanggal 31 Desember 2007.
(2)	Bagi Wajib Pajak yang telah menyampaikan pemberitahuan atau mengajukan permohonan izin untuk
	menyelenggarakan pembukuan dengan menggunakan bahasa Inggris dan satuan mata uang Dollar
	Amerika Serikat sebelum berlakunya Peraturan Menteri Keuangan ini, hak dan kewajiban Wajib Pajak
	sehubungan dengan penyelenggaraan pembukuan dengan menggunakan bahasa Inggris dan satuan
	mata uang Dollar Amerika Serikat berlaku Peraturan Menteri Keuangan ini.


						Pasal 18

Pada saat Peraturan Menteri Keuangan ini mulai berlaku, Peraturan Menteri Keuangan Nomor 49/PMK.03/2007
tentang Tata Cara Penyelenggaraan Pembukuan Dengan Menggunakan Bahasa Asing dan Mata Uang Selain
Rupiah serta Kewajiban Penyampaian Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan Badan dicabut dan
dinyatakan tidak berlaku.


						Pasal 19

Peraturan Menteri Keuangan ini mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 2008.

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengumuman Peraturan Menteri Keuangan ini dengan 
penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.




Ditetapkan di Jakarta
Pada tanggal 28 Desember 2007
MENTERI KEUANGAN,

ttd.

SRI MULYANI INDRAWATI
Peraturan Terkait
  • -

Historis Peraturan
  • -

Komentar


Kami menerima pertanyaan, komentar tentang Peraturan ini
PajakOnline.com menerima pertanyaan, komentar anda,
kritik, dan pemberitahuan apabila terdapat perubahan status peraturan (direvisi/dicabut)

Jika diperlukan proses edit, maka akan dilakukan oleh redaksi tanpa mengubah arti/tujuan komentar yang bersangkutan.
Kami akan segera mengupdate artikel sesuai dengan peraturan terbaru yang telah berlaku.

© PajakOnline.com |  ‹ Dibaca 1537 kali - Dicetak 0 kali ›