Selasa, 21 Nopember 2017  

Peraturan Perpajakan

  • 12

Peraturan Pemerintah Nomor 12 TAHUN 2006

Ditetapkan tanggal 15 April 2006

PERUBAHAN KETUJUH ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 145 TAHUN 2000 TENTANG KELOMPOK BARANG KENA PAJAK YANG TERGOLONG MEWAH YANG DIKENAKAN PAJAK PENJUALAN ATAS BARANG MEWAH
Arsip Cari Peraturan Perpajakan Topik: PPn BM » Peraturan Pemerintah » 2006 Topik: Semua PPN » Peraturan Pemerintah » 2006 Topik: Semua PPN » Peraturan Pemerintah » 2006

			        PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA
					 NOMOR 12 TAHUN 2006

						TENTANG

	         PERUBAHAN KETUJUH ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 145 TAHUN 2000 
		    TENTANG KELOMPOK BARANG KENA PAJAK YANG TERGOLONG MEWAH 
			YANG DIKENAKAN PAJAK PENJUALAN ATAS BARANG MEWAH

				       PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang :

a.	bahwa dalam rangka menjaga iklim investasi di bidang industri otomotif agar tetap kondusif, dipandang
	perlu meninjau kembali pengenaan Pajak Penjualan atas Barang Mewah sebagaimana diatur dalam
	Peraturan Pemerintah Nomor 41 TAHUN 2005 tentang Perubahan Keenam atas Peraturan Pemerintah
	Nomor 145 TAHUN 2000 tentang Kelompok Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah yang Dikenakan
	Pajak Penjualan atas Barang Mewah;
b.	bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, perlu menetapkan Peraturan
	Pemerintah tentang Perubahan Ketujuh atas Peraturan Pemerintah Nomor 145 TAHUN 2000 tentang 
	Kelompok Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah yang Dikenakan Pajak Penjualan atas Barang 
	Mewah;

Mengingat :

1.	Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
2.	Undang-Undang Nomor 8 TAHUN 1983 Tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak 
	Penjualan atas Barang Mewah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1983 Nomor 51, 
	Tambahan Lembaran Negara Nomor 3264) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan 
	Undang-Undang Nomor 18 TAHUN 2000 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 128, 
	Tambahan Lembaran Negara Nomor 3986);
3.	Peraturan Pemerintah Nomor 145 TAHUN 2000 tentang Kelompok Barang Kena Pajak yang Tergolong 
	Mewah yang Dikenakan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (Lembaran Negara Republik Indonesia 
	Tahun 2000 Nomor 261, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4063) sebagaimana telah beberapa kali 
	diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 41 TAHUN 2005 (Lembaran Negara Republik
	Indonesia Tahun 2005 Nomor 113, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4552);

						MEMUTUSKAN :

Menetapkan :

PERATURAN PEMERINTAH TENTANG PERUBAHAN KETUJUH ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 145 TAHUN 
2000 TENTANG KELOMPOK BARANG KENA PAJAK YANG TERGOLONG MEWAH YANG DIKENAKAN PAJAK 
PENJUALAN ATAS BARANG MEWAH.


						Pasal I

Ketentuan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 145 TAHUN 2000 tentang Kelompok Barang Kena Pajak yang 
Tergolong Mewah yang Dikenakan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (Lembaran Negara Republik Indonesia 
Tahun 2000 Nomor 261, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4063) yang telah beberapa 
kali diubah dengan Peraturan Pemerintah :
a.	Nomor 60 TAHUN 2001 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 106, Tambahan 
	Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4129);
b.	Nomor 7 TAHUN 2002 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 12, Tambahan 
	Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4176);
c.	Nomor 6 Tahun 2003 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 7, Tambahan 
	Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4259);
d.	Nomor 43 Tahun 2003 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 94, Tambahan 
	Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4312);
e.	Nomor 55 TAHUN 2004 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 170; Tambahan 
	Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4464),
f.	Nomor 41 TAHUN 2005 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 113; Tambahan 
	Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4552);

diubah sebagai berikut :

Ketentuan dalam Pasal 2 ayat (2) dan ayat (5) diubah serta ditambah ayat (4) baru, sehingga Pasal 2 berbunyi
sebagai berikut :

						Pasal 2

(1)	Kelompok Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah yang berupa kendaraan bermotor yang 
	dikenakan Pajak Penjualan atas Barang Mewah dengan tarif sebesar 10% (sepuluh persen), adalah :
	a.	kendaraan bermotor untuk pengangkutan 10 (sepuluh) orang sampai dengan 15 (lima belas)
		orang termasuk pengemudi, dengan motor bakar cetus api atau nyala kompresi (diesel/semi
		diesel), dengan semua kapasitas isi silinder; dan
	b.	kendaraan bermotor untuk pengangkutan kurang dari 10 (sepuluh) orang termasuk 
		pengemudi selain sedan atau station wagon, dengan motor bakar cetus api atau nyala 
		kompresi (diesel/semi diesel) dengan sistem 1 (satu) gandar penggerak (4x2), dengan 
		kapasitas isi silinder sampai dengan 1500 cc.
(2)	Kelompok Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah yang berupa kendaraan bermotor yang 
	dikenakan Pajak Penjualan atas Barang Mewah dengan tarif sebesar 20% (dua puluh persen), adalah :
	a.	kendaraan bermotor untuk pengangkutan kurang dari 10 (sepuluh) orang termasuk 
		pengemudi selain sedan atau station wagon, dengan motor bakar cetus api atau dengan nyala
		kompresi (diesel/semi diesel), dengan sistem 1 (satu) gandar penggerak (4x2), dengan 
		kapasitas isi silinder lebih dari 1500 cc sampai dengan 2500 cc; dan
	b.	kendaraan bermotor dengan kabin ganda (Double cabin), dalam bentuk kendaraan bak 
		terbuka atau bak tertutup, dengan penumpang lebih dari 3 (tiga) orang termasuk pengemudi,
		dengan motor bakar cetus api atau nyala kompresi (diesel/semi diesel), dengan sistem 1 
		(satu) gandar penggerak (4x2) atau dengan sistem 2 (dua) gandar penggerak (4x4), dengan
		semua kapasitas isi silinder, dengan massa total tidak lebih dari 5 (lima) ton.
(3)	Kelompok Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah yang berupa kendaraan bermotor yang 
	dikenakan Pajak Penjualan atas Barang Mewah dengan tarif sebesar 30% (tiga puluh persen), adalah
	kendaraan bermotor untuk pengangkutan kurang dari 10 (sepuluh) orang termasuk pengemudi, 
	berupa:
	a.	kendaraan bermotor sedan atau station wagon dengan motor bakar cetus api atau nyala 
		kompresi (diesel/semi diesel) dengan kapasitas isi silinder sampai dengan 1500 cc; dan
	b. 	kendaraan bermotor selain sedan atau station wagon dengan motor bakar cetus api atau 
		nyala kompresi (diesel/semi diesel), dengan sistem 2 (dua) gandar penggerak (4x4) dengan
		kapasitas isi silinder sampai dengan 1500 cc.
(4)	Kelompok Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah yang berupa kendaraan bermotor yang 
	dikenakan Pajak Penjualan atas Barang Mewah dengan tarif sebesar 40% (empat puluh persen), 
	adalah kendaraan bermotor untuk pengangkutan kurang dari 10 (sepuluh) orang termasuk pengemudi, 
	berupa :
	a.	kendaraan bermotor selain sedan atau station wagon, dengan motor bakar cetus api, dengan
		sistem 1 (satu) gandar penggerak (4x2) dengan kapasitas isi silinder lebih dari 2500 cc 
		sampai dengan 3000 cc;
	b.	kendaraan bermotor dengan motor bakar cetus api, berupa sedan atau station wagon dan
		selain sedan atau station wagon, dengan sistem 2 (dua) gandar penggerak (4x4) dengan
		kapasitas isi silinder lebih dari 1500 cc sampai dengan 3000 cc; dan
	c.	kendaraan bermotor dengan motor bakar nyala kompresi (diesel/semi diesel), berupa sedan
		atau station wagon dan selain sedan atau station wagon, dengan sistem 2 (dua) gandar
		penggerak (4x4) dengan kapasitas isi silinder lebih dari 1500 cc sampai dengan 2500 cc.
(5)	Kelompok Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah yang berupa kendaraan bermotor yang 
	dikenakan Pajak Penjualan atas Barang Mewah dengan tarif sebesar 50% (lima puluh persen) adalah
	semua jenis kendaraan khusus yang dibuat untuk golf.
(6)	Kelompok Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah yang berupa kendaraan bermotor yang 
	dikenakan Pajak Penjualan atas Barang Mewah dengan tarif sebesar 60% (enam puluh persen), 
	adalah:
	a.	kendaraan bermotor beroda dua dengan kapasitas isi silinder lebih dari 250 cc sampai dengan
		500 cc; dan
	b.	kendaraan khusus yang dibuat untuk perjalanan di atas salju, di pantai, di gunung, dan 
		kendaraan semacam itu.
(7)	Kelompok Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah yang berupa kendaraan bermotor yang 
	dikenakan Pajak Penjualan atas Barang Mewah dengan tarif sebesar 75% (tujuh puluh lima persen),
	adalah :
	a.	kendaraan bermotor untuk pengangkutan kurang dari 10 (sepuluh) orang termasuk 
		pengemudi, dengan motor bakar cetus api, berupa sedan atau station wagon dan selain sedan
		atau station wagon, dengan sistem 1 (satu) gandar penggerak (4x2) atau dengan sistem 2
		(dua) gandar penggerak (4x4) dengan kapasitas isi silinder lebih dari 3000 cc;
	b.	kendaraan bermotor pengangkutan kurang dari 10 (sepuluh) orang termasuk pengemudi, 
		dengan motor bakar nyala kompresi (diesel/semi diesel) berupa sedan atau station wagon 
		dan selain sedan atau station wagon, dengan sistem 1 (satu) gandar penggerak (4x2) atau
		dengan sistem 2 (dua) gandar penggerak (4x4), dengan kapasitas isi silinder lebih dari 2500
		cc;
	c.	kendaraan bermotor beroda 2 (dua) dengan kapasitas isi silinder lebih dari 500 cc;
	d.	trailer, semi-trailer dari tipe caravan, untuk perumahan atau kemah.


						Pasal II

Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku pada tanggal 8 November 2005.

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Pemerintah ini dengan 
penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia.




							Ditetapkan di Jakarta 
							pada tanggal 15 April 2006
							PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

								ttd.

							DR. H. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO

Ditetapkan di Jakarta 
pada tanggal 15 April 2006
MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA 
REPUBLIK INDONESIA,
AD INTERIM

ttd.

YUSRIL IHZA MAHENDRA






		      LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2006 NOMOR 31







					         PENJELASAN
					              ATAS

			        PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA
					 NOMOR 12 TAHUN 2006

						TENTANG

	         PERUBAHAN KETUJUH ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 145 TAHUN 2000 
		    TENTANG KELOMPOK BARANG KENA PAJAK YANG TERGOLONG MEWAH 
			YANG DIKENAKAN PAJAK PENJUALAN ATAS BARANG MEWAH

I.	UMUM

	Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 145 TAHUN 2000 tentang Kelompok Barang Kena Pajak 
	yang Tergolong Mewah yang Dikenakan Pajak Penjualan atas Barang Mewah sebagaimana telah
	beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 41 TAHUN 2005, telah ditetapkan
	kelompok Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah yang dikenakan Pajak Penjualan atas Barang 
	Mewah. Ketentuan tersebut belum dapat dilaksanakan mengingat adanya perubahan kebijakan
	perekonomian di bidang bahan bakar minyak yang menyebabkan pengenaan Pajak Penjualan atas
	Barang Mewah tersebut tidak relevan lagi untuk diberlakukan.

	Pengenaan Pajak atas Barang Mewah sebagaimana diatur pada Peraturan Pemerintah sebagaimana
	diatur pada Peraturan Pemerintah Nomor 41 TAHUN 2005 di atas dapat menimbulkan iklim investasi
	yang tidak kondusif di bidang industri otomotif, sehingga perlu dilakukan beberapa perubahan 
	terhadap ketentuan mengenai pengenaan Pajak Penjualan atas Barang Mewah tersebut.

	Ketentuan berlaku surut Peraturan Pemerintah ini sejak tanggal 8 November 2005 adalah dengan
	pertimbangan agar pengenaan Pajak Penjualan atas Barang Mewah sebagaimana diatur dalam
	Peraturan Pemerintah Nomor 41 TAHUN 2005 tidak diberlakukan.


II. 	PASAL DEMI PASAL

	Pasal I

		Cukup Jelas.


	Pasal II

		Cukup Jelas.





		       TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4619
Peraturan Terkait


Komentar


Kami menerima pertanyaan, komentar tentang Peraturan ini
PajakOnline.com menerima pertanyaan, komentar anda,
kritik, dan pemberitahuan apabila terdapat perubahan status peraturan (direvisi/dicabut)

Jika diperlukan proses edit, maka akan dilakukan oleh redaksi tanpa mengubah arti/tujuan komentar yang bersangkutan.
Kami akan segera mengupdate artikel sesuai dengan peraturan terbaru yang telah berlaku.

© PajakOnline.com |  ‹ Dibaca 1461 kali - Dicetak 0 kali ›