Selasa, 11 Desember 2018  

Peraturan Perpajakan

  • 516

Keputusan Dirjen Pajak Nomor KEP - 516/PJ./2000

Ditetapkan tanggal 4 Desember 2000

JANGKA WAKTU PENDAFTARAN DAN PELAPORAN KEGIATAN USAHA, TATA CARA PENDAFTARAN DAN PENGHAPUSAN NOMOR POKOK WAJIB PAJAK, SERTA PENGUKUHAN DAN PENCABUTAN PENGUKUHAN PENGUSAHA KENA PAJAK 
Arsip Cari Peraturan Perpajakan Topik: Subjek Pajak » Keputusan Dirjen Pajak » 2000 Topik: Semua KUP » Keputusan Dirjen Pajak » 2000

Keputusan Dirjen Pajak No KEP - 516/PJ./2000 telah DICABUT.
Dan sudah tidak berlaku lagi karena diganti atau dicabut, untuk melihat peraturan yang mencabut Klik disini

			            KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK
				          NOMOR KEP - 516/PJ./2000

					          TENTANG

         JANGKA WAKTU PENDAFTARAN DAN PELAPORAN KEGIATAN USAHA, TATA CARA PENDAFTARAN 
		  DAN PENGHAPUSAN NOMOR POKOK WAJIB PAJAK, SERTA PENGUKUHAN 
 			DAN PENCABUTAN PENGUKUHAN PENGUSAHA KENA PAJAK

				         DIREKTUR JENDERAL PAJAK,

Menimbang :

bahwa dalam rangka melaksanakan ketentuan Pasal 2 ayat (5) Undang-undang Nomor 6 TAHUN 1983 tentang 
Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-undang 
Nomor 16 TAHUN 2000, perlu menetapkan Keputusan Direktur Jenderal Pajak tentang Jangka Waktu 
Pendaftaran dan Pelaporan Kegiatan Usaha, Tata Cara Pendaftaran dan Penghapusan Nomor Pokok Wajib 
Pajak, serta Pengukuhan dan Pencabutan Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak;

Mengingat :

Undang-undang Nomor 6 TAHUN 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (Lembaran Negara 
Republik Indonesia Tahun 1983 Nomor 49, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3262) 
sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-undang Nomor 16 TAHUN 2000 (Lembaran Negara Republik 
Indonesia Tahun 2000 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3984);

					     MEMUTUSKAN :

Menetapkan :

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK TENTANG JANGKA WAKTU PENDAFTARAN DAN PELAPORAN 
KEGIATAN USAHA, TATA CARA PENDAFTARAN DAN PENGHAPUSAN NOMOR POKOK WAJIB PAJAK, SERTA 
PENGUKUHAN DAN PENCABUTAN PENGUKUHAN PENGUSAHA KENA PAJAK.


						BAB I
					  KETENTUAN UMUM
		
						Pasal 1

Dalam Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini, yang dimaksud dengan :
1.	Wajib Pajak terdaftar adalah Wajib Pajak yang telah terdaftar dalam tata usaha Kantor Pelayanan 
	Pajak dan Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak serta telah diberikan Nomor Pokok Wajib 	Pajak 
	yang terdiri dari 9 (sembilan) angka.
2.	Pengusaha Kena Pajak terdaftar adalah pengusaha yang telah dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena 
	Pajak yang telah tercatat dalam tata usaha Direktorat Jenderal Pajak dan telah diberikan Surat 
	Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak.
3.	Wajib Pajak tertentu dan Pengusaha Kena Pajak tertentu adalah Wajib Pajak dan Pengusaha Kena 
	Pajak badan usaha milik Negara dan badan usaha milik Daerah, penanaman modal asing, bentuk 
	usaha tetap, orang asing, dan perusahaan masuk bursa.
4.	Surat Keterangan Terdaftar adalah surat keterangan yang menyatakan bahwa Wajib Pajak telah 
	terdaftar pada Kantor Pelayanan Pajak tertentu yang berisikan Nomor Pokok Wajib Pajak dan 
	identitas lainnya serta kewajiban perpajakan Wajib Pajak.
5.	Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak adalah surat yang diterbitkan oleh Kantor Pelayanan Pajak 
	yang berisikan identitas dan kewajiban perpajakan Pengusaha Kena Pajak.
6.	Pemindahan Wajib Pajak adalah tindakan mencabut Surat Keterangan Terdaftar dari tata usaha 
	Kantor Pelayanan Pajak lama dan menerbitkan Surat Keterangan Terdaftar oleh Kantor Pelayanan 
	Pajak baru, karena alasan pindah tempat tinggal atau tempat kedudukan atau tempat kegiatan usaha 
	atau penambahan status perusahaan.
7.	Pemindahan Pengusaha Kena Pajak adalah tindakan mencabut Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak 
	dari tata usaha Kantor Pelayanan Pajak lama yang diikuti dengan Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak 
	oleh Kantor Pelayanan Pajak baru, karena alasan pindah tempat tinggal atau tempat kedudukan atau 
	tempat kegiatan usaha atau perubahan status perusahaan.
8.	Saat usaha mulai dijalankan adalah saat yang terjadi lebih dulu antara saat pendirian dan saat usaha 
	nyata-nyata mulai dilakukan.
9.	Surat pernyataan pindah adalah surat pernyataan yang dibuat oleh Wajib Pajak dan disampaikan 
	kepada Kepala Kantor Pelayanan Pajak untuk memberitahukan dan memohon perubahan tempat 
	terdaftar dari suatu Kantor Pelayanan Pajak ke Kantor Pelayanan Pajak lainnya, karena alasan pindah
	tempat tinggal atau tempat kedudukan atau tempat kegiatan usaha atau perubahan status perusahaan.
10.	Surat Pindah adalah surat yang diterbitkan oleh suatu Kantor Pelayanan Pajak yang berisi keterangan
	pindah Wajib Pajak dan atau Pengusaha Kena Pajak ke Kantor Pelayanan Pajak lainnya, karena 
	alasan pindah tempat tinggal atau tempat kedudukan atau tempat kegiatan usaha atau perubahan 
	status perusahaan.
11.	Penghapusan Nomor Pokok Wajib Pajak adalah tindakan menghapuskan Nomor Pokok Wajib Pajak 
	dari tata usaha Kantor Pelayanan Pajak.
12.	Pencabutan Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak adalah tindakan mencabut Pengukuhan Pengusaha 
	Kena Pajak dari tata usaha Kantor Pelayanan Pajak.


						 BAB II
			     JANGKA WAKTU PENDAFTARAN ATAU PELAPORAN
					    KEGIATAN USAHA

						 Pasal 2

(1)	Wajib Pajak orang pribadi yang menjalankan usaha atau pekerjaan bebas dan Wajib Pajak 	badan, 
	wajib mendaftarkan diri untuk memperoleh Nomor Pokok Wajib Pajak paling lama 1 (satu) bulan 
	setelah saat usaha mulai dijalankan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 angka 8.

(2)	Wajib Pajak orang pribadi yang tidak menjalankan usaha atau pekerjaan bebas, apabila sampai 
	dengan suatu bulan memperoleh penghasilan yang jumlahnya telah melebihi Penghasilan Tidak Kena 
	Pajak setahun, wajib mendaftarkan diri untuk memperoleh Nomor Pokok Wajib pajak paling lambat 
	pada akhir bulan berikutnya.

(3)	Wajib Pajak orang pribadi selain yang dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2) yang memerlukan Nomor 
	Pokok Wajib Pajak dapat mengajukan permohonan untuk memperoleh Nomor Pokok Wajib Pajak.

(4)	Wajib Pajak sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) wajib melaporkan usahanya untuk dikukuhkan 
	sebagai Pengusaha Kena Pajak sebelum melakukan penyerahan Barang Kena Pajak dan atau Jasa 
	Kena Pajak bagi yang memenuhi ketentuan sebagai Pengusaha Kena pajak.

(5)	Wajib Pajak sebagai Pengusaha Kecil sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang Nomor 8 Tahun 
	1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah 
	sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-undang Nomor 18 TAHUN 2000, 	yang :
	a.	memilih sebagai Pengusaha Kena Pajak, wajib mengajukan pernyataan tertulis untuk 
		dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak;
	b.	tidak memilih sebagai Pengusaha Kena Pajak tetapi sampai dengan suatu masa pajak dalam 
		suatu tahun buku seluruh nilai peredaran bruto telah melampaui batasan yang ditentukan 
		sebagai Pengusaha Kecil, wajib melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha 
		Kena Pajak paling lambat akhir masa pajak berikutnya.


						Pasal 3

(1)	Wajib Pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1), ayat (2), dan ayat (3) mendaftarkan diri
	untuk memperoleh Nomor Pokok Wajib Pajak ke Kantor Pelayanan Pajak yang wilayah kerjanya 
	meliputi tempat tinggal atau tempat kedudukan Wajib Pajak.

(2)	Wajib Pajak orang pribadi yang melakukan kegiatan usaha di beberapa tempat, juga wajib 
	mendaftarkan diri ke Kantor Pelayanan Pajak yang wilayah kerjanya meliputi tempat-tempat kegiatan 
	usaha Wajib Pajak.

(3)	Wajib Pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (4) dan ayat (5) melaporkan usahanya 
	ke Kantor Pelayanan Pajak yang wilayah kerjanya meliputi tempat kegiatan usaha Wajib Pajak.

(4)	Dalam hal tempat tinggal atau tempat kedudukan Wajib Pajak berada dalam dua atau lebih wilayah 
	kerja Kantor Pelayanan Pajak, Direktur Jenderal Pajak dapat menetapkan Kantor Pelayanan Pajak 
	tempat Wajib Pajak terdaftar.


						BAB III
		       TATA CARA PENDAFTARAN DAN PEMBERIAN NOMOR POKOK
			 WAJIB PAJAK SERTA PELAPORAN DAN PENGUKUHAN
				        PENGUSAHA KENA PAJAK

						Pasal 4

(1)	Wajib Pajak atau orang yang diberi kuasa khusus yang mendaftarkan diri untuk memperoleh Nomor 
	Pokok Wajib Pajak dan atau Pengusaha yang melaporkan kegiatan usaha untuk dikukuhkan sebagai 
	Pengusaha Kena Pajak wajib mengisi, menandatangani, dan menyampaikan formulir pendaftaran ke 
	Kantor Pelayanan Pajak.

(2)	Berdasarkan formulir pendaftaran sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), Kantor Pelayanan Pajak 
	menerbitkan Surat Keterangan Terdaftar dan atau Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak.

(3)	Kantor Pelayanan Pajak menerbitkan Surat Keterangan Terdaftar paling lama pada hari kerja 
	berikutnya setelah permohonan pendaftaran beserta persyaratannya diterima secara lengkap.

(4)	Kantor Pelayanan Pajak menerbitkan Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak paling lama 3 (tiga) 
	hari kerja berikutnya setelah pelaporan beserta persyaratannya diterima secara lengkap.

(5)	Dalam hal Wajib Pajak melakukan pendaftaran sekaligus melaporkan usahanya untuk dikukuhkan 
	sebagai Pengusaha Kena Pajak, Surat Keterangan Terdaftar dan Surat Pengukuhan Pengusaha Kena 
	Pajak diterbitkan secara bersamaan paling lama 3 (tiga) hari kerja berikutnya setelah permohonan 
	pendaftaran dan pelaporan beserta persyaratannya diterima secara lengkap.


						Pasal 5

Bentuk formulir, persyaratan dan pelaksanaan di bidang administrasi dalam pendaftaran dan pelaporan 
kegiatan usaha serta pemberian Nomor Pokok Wajib Pajak dan Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak, 
dilaksanakan sesuai dengan Lampiran I Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini.


						BAB IV
		             TATA CARA PEMINDAHAN WAJIB PAJAK, PENGHAPUSAN
		                  NOMOR POKOK WAJIB PAJAK, DAN PENCABUTAN
			           PENGUKUHAN PENGUSAHA KENA PAJAK

						Pasal 6

(1)	Dalam hal Wajib Pajak terdaftar pindah tempat tinggal atau tempat kedudukan atau tempat kegiatan 
	usaha ke wilayah kerja Kantor Pelayanan Pajak lain atau terjadi perubahan status perusahaan yang 
	mengakibatkan Kantor Pelayanan Pajak tempat Wajib Pajak terdaftar harus berubah, maka Wajib 
	Pajak wajib mengajukan permohonan pindah dengan menyampaikan surat pernyataan pindah beserta 
	persyaratannya.

(2) 	Kantor Pelayanan Pajak wajib menerbitkan :
	a.	Surat Pindah, untuk diberikan kepada Wajib Pajak paling lama pada hari kerja berikutnya 
		setelah surat pernyataan pindah diterima, guna diserahkan, ke Kantor Pelayanan Pajak baru,
		dalam hal surat pernyataan pindah beserta persyaratannya secara lengkap disampaikan ke 
		Kantor Pelayanan Pajak lama.
	b. 	Surat Keterangan Terdaftar, paling lama pada hari kerja berikutnya, dalam hal surat 
		pernyataan pindah beserta persyaratannya secara lengkap disampaikan ke Kantor 	Pelayanan 
		Pajak baru, atau setelah menerima Surat Pindah dari Wajib Pajak.


						Pasal 7

Dalam hal surat pernyataan pindah berisikan pernyataan pindah sebagai Pengusaha Kena Pajak, maka:
1.	Kantor Pelayanan Pajak lama menerbitkan Surat Pindah paling lama pada hari kerja berikutnya 
	setelah menerima surat pernyataan pindah beserta persyaratannya secara lengkap dari Pengusaha 
	Kena Pajak atau pemberitahuan adanya surat pernyataan pindah dari Kantor Pelayanan Pajak baru.
2.	Kantor Pelayanan Pajak baru menerbitkan Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak paling lama 3 
	(tiga) hari setelah menerima Surat Pindah dari Kantor Pelayanan Pajak lama.
3.	Kantor Pelayanan Pajak lama menerbitkan Surat Pencabutan Pengukuhan Pengusaha Kena 	Pajak 
	berdasarkan tembusan Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak yang diterbitkan oleh Kantor 
	Pelayanan Pajak baru paling lama pada hari kerja berikutnya setelah diterimanya tembusan Surat 
	Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak.


						Pasal 8

Dalam hal surat pernyataan pindah selain berisikan pindah tempat tinggal atau tempat kedudukan juga 
menyatakan pindah tempat kegiatan usaha, maka Surat Keterangan Terdaftar dan Surat Pengukuhan 
Pengusaha Kena Pajak diterbitkan secara bersamaan paling lama 3 (tiga) hari kerja setelah diterimanya 
Surat Pindah.


						Pasal 9

Dalam hal terjadi pemindahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 dan atau Pasal 7, Kantor  Pelayanan 
Pajak lama harus mengirim berkas yang bersangkutan berikut uraian singkat mengenai hal-hal yang dianggap 
perlu kepada Kantor Pelayanan Pajak baru yang isinya antara lain:
1.	Jumlah tunggakan pajak yang masih harus ditagih;
2.	Tindakan penagihan yang telah dilaksanakan atas tunggakan pajak;
3.	Permohonan pengembalian kelebihan pembayaran pajak atau keberatan Wajib Pajak atau Pengusaha 
	Kena Pajak yang belum diselesaikan.


						Pasal 10

Dalam hal Wajib Pajak yang telah memperoleh Nomor Pokok Wajib Pajak meninggal dunia dan meninggalkan 
warisan yang belum terbagi, maka warisan yang belum terbagi tersebut dalam kedudukannya sebagai Subjek 
Pajak menggunakan Nomor Pokok Wajib Pajak dari Wajib Pajak yang meninggal dunia, dan ahli warisnya 
wajib melaporkan dengan mengisi formulir yang ditentukan.


						Pasal 11

(1) 	Penghapusan Nomor Pokok Wajib Pajak dilakukan dalam hal:
	a.	Wajib Pajak orang pribadi meninggal dunia dan tidak meninggalkan warisan;
	b.	wanita kawin tidak dengan perjanjian pemisahan harta dan penghasilan;
	c.	warisan yang belum terbagi dalam kedudukan sebagai Subjek Pajak sudah selesai dibagi;
	d.	Wajib Pajak badan yang telah dibubarkan secara resmi berdasarkan ketentuan peraturan 
		perundang-undangan yang berlaku;
	e.	bentuk usaha tetap yang karena sesuatu hal kehilangan statusnya sebagai bentuk usaha 
		tetap
	f.	Wajib Pajak orang pribadi lainnya selain yang dimaksud dalam huruf a dan huruf b yang tidak 
		memenuhi syarat lagi sebagai Wajib Pajak.

(2) 	Pencabutan pengukuhan sebagai Pengusaha Kena Pajak dilakukan dalam hal Pengusaha Kena Pajak 
	pindah alamat ke wilayah kerja Kantor Pelayanan Pajak lain, bubar atau tidak memenuhi syarat lagi 
	sebagai Pengusaha Kena Pajak.

(3)	Penghapusan Nomor Pokok Wajib Pajak dapat dilakukan apabila utang pajak telah dilunasi, kecuali 
	dari hasil pemeriksaan pajak diketahui bahwa utang pajak tersebut tidak dapat atau tidak mungkin 
	ditagih lagi karena:
	a.	Wajib Pajak orang pribadi telah meninggal dunia tanpa meninggalkan warisan;
	b. 	Wajib Pajak tidak dapat diketemukan lagi; atau
	c. 	Wajib Pajak tidak mempunyai kekayaan lagi.

(4)	Permohonan penghapusan Nomor Pokok Wajib Pajak dan atau pencabutan pengukuhan Pengusaha 
	Kena Pajak harus diselesaikan dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan sejak tanggal diterimanya 
	permohonan secara lengkap, kecuali permohonan pencabutan pengukuhan Pengusaha Kena Pajak 
	sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 angka 3 dan Pasal 13 ayat (2) dan ayat (3).


						Pasal 12

Penghapusan Nomor Pokok Wajib Pajak bagi Wajib Pajak wanita kawin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 
ayat (1) huruf b berlaku sejak awal tahun berikutnya setelah tahun perkawinan dilaksanakan, dengan 
ketentuan:
1. 	Suami telah terdaftar sebagai Wajib Pajak.
2.	Berkas Wajib Pajak wanita kawin tersebut diserahkan atau dikirimkan oleh Kantor Pelayanan Pajak 
	tempat wanita tersebut terdaftar ke Kantor Pelayanan Pajak tempat suami terdaftar sebagai Wajib 
	Pajak dengan disertai uraian singkat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9, untuk digabung dengan 
	berkas Wajib Pajak suami.
3.	Berkas Wajib Pajak wanita kawin yang terdaftar pada Kantor Pelayanan Pajak yang sama dengan 
	tempat suami terdaftar, digabungkan dengan berkas Wajib Pajak suami.


						Pasal 13

(1)	Penghapusan Nomor Pokok Wajib Pajak dan pencabutan Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak 
	dilakukan dengan cara mengisi formulir yang ditentukan, yang dilakukan oleh:
	a.	Wajib Pajak atau kuasanya dengan melampirkan Surat Kuasa Khusus;
	b.	Petugas Kantor Pelayanan Pajak yang bersangkutan dalam hal:
		1)	Wajib Pajak meninggal dunia berdasarkan Surat Keterangan Kematian atau fotokopi 
			akte atau fotokopi laporan kematian Wajib Pajak dan tanpa meninggalkan warisan;
		2)	Wajib Pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (1) huruf e dan huruf f, 
			berdasarkan hasil pemeriksaan Kantor Pelayanan Pajak yang bersangkutan.

(2)	Dalam hal jumlah peredaran bruto untuk suatu tahun buku tidak melebihi batas jumlah peredaran 
	bruto untuk Pengusaha Kecil, maka Pengusaha Kena Pajak dapat mengajukan permohonan 
	pencabutan pengukuhan sebagai Pengusaha Kena Pajak paling lambat 3 (tiga) bulan setelah 
	berakhirnya tahun buku yang bersangkutan.

(3)	Direktur Jenderal Pajak setelah melakukan pemeriksaan harus memberikan keputusan paling lama 2 
	(dua) bulan sejak permohonan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) diterima.

(4)	Apabila jangka waktu sebagaimana dimaksud dalam ayat (3) telah lewat, Direktur Jenderal Pajak 
	tidak memberi suatu keputusan, maka permohonan pencabutan pengukuhan sebagai Pengusaha 
	Kena Pajak dianggap dikabulkan dan Surat Pencabutan Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak harus 
	diterbitkan dalam waktu paling lama 1 (satu) bulan setelah jangka waktu tersebut berakhir.


						Pasal 14

Bentuk formulir, persyaratan, dan pelaksanaan di bidang administrasi dalam rangka perubahan data Wajib 
Pajak dilaksanakan, sesuai dengan Lampiran II Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini.


						Pasal 15

Penghapusan Nomor Pokok Wajib Pajak dan atau pencabutan Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak hanya 
ditujukan untuk kepentingan tata usaha perpajakan, tanpa menghilangkan kewajiban perpajakan yang harus 
dilakukannya.


						 BAB V
					           PENUTUP

						Pasal 16

Pada saat Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini mulai berlaku, Keputusan Direktur Jenderal Pajak 
Nomor : KEP-27/PJ/1995 tentang Jangka Waktu Pendaftaran dan Pelaporan Kegiatan Usaha serta Tata Cara 
Pendaftaran Wajib Pajak dan Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak sebagaimana telah diubah dengan 
Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor : KEP-150/PJ/1999, dinyatakan tidak berlaku.


						Pasal 17

Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini mulai berlaku Pada tanggal 1 Januari 2001.

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengumuman Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini 
dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.




Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 4 Desember 2000
DIREKTUR JENDERAL,

ttd

MACHFUD SIDIK



Komentar


Kami menerima pertanyaan, komentar tentang Peraturan ini
PajakOnline.com menerima pertanyaan, komentar anda,
kritik, dan pemberitahuan apabila terdapat perubahan status peraturan (direvisi/dicabut)

Jika diperlukan proses edit, maka akan dilakukan oleh redaksi tanpa mengubah arti/tujuan komentar yang bersangkutan.
Kami akan segera mengupdate artikel sesuai dengan peraturan terbaru yang telah berlaku.

© PajakOnline.com |  ‹ Dibaca 6364 kali - Dicetak 0 kali ›