Minggu, 23 Juli 2017  

Peraturan Perpajakan

  • 145

Peraturan Pemerintah Nomor 145 TAHUN 2000

Ditetapkan tanggal 22 Desember 2000

KELOMPOK BARANG KENA PAJAK YANG TERGOLONG MEWAH YANG DIKENAKAN PAJAK PENJUALAN ATAS BARANG MEWAH
Arsip Cari Peraturan Perpajakan Topik: PPn BM » Peraturan Pemerintah » 2000 Topik: Semua PPN » Peraturan Pemerintah » 2000 Topik: Semua PPN » Peraturan Pemerintah » 2000

Peraturan Pemerintah No 145 TAHUN 2000 telah mengalami perubahan atau penyempurnaan Untuk melihat peraturan yang merubah atau menyempurnakan Klik disini
			        PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA
					 NOMOR 145 TAHUN 2000

						TENTANG

		          KELOMPOK BARANG KENA PAJAK YANG TERGOLONG MEWAH
		          YANG DIKENAKAN PAJAK PENJUALAN ATAS BARANG MEWAH

				       PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang :

bahwa dalam rangka melaksanakan ketentuan Pasal 8 ayat (3) Undang-undang Nomor 8 TAHUN 1983 Tentang 
Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah sebagaimana telah 
beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-undang Nomor 18 TAHUN 2000, perlu menetapkan Peraturan 
Pemerintah tentang Kelompok Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah Yang Dikenakan Pajak Penjualan 
Atas Barang Mewah;

Mengingat :

1.	Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Dasar 1945 sebagaimana telah diubah dengan Perubahan Kedua 
	Undang-Undang Dasar 1945;
2.	Undang-undang Nomor 8 TAHUN 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak 
	Penjualan Atas Barang Mewah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1983 Nomor 51, 
	Tambahan Lembaran Negara Nomor 3264) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan 
	Undang-undang Nomor 18 TAHUN 2000 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 128,
	Tambahan Lembaran Negara Nomor 3986);

					      MEMUTUSKAN :

Menetapkan :

PERATURAN PEMERINTAH TENTANG KELOMPOK BARANG KENA PAJAK YANG TERGOLONG MEWAH YANG 
DIKENAKAN PAJAK PENJUALAN ATAS BARANG MEWAH.


						Pasal 1

(1)	Kelompok Barang Kena Pajak Yang Tergolong Mewah selain kendaraan bermotor yang dikenakan 
	Pajak Penjualan Atas Barang Mewah dengan tarif 10% (sepuluh persen) adalah :
	a.	Kelompok kepala susu atau susu yang diasamkan/diragi, mengandung tambahan gula atau 
		pemanis lainnya atau tidak, diberi aroma atau tidak, diberi rasa atau tidak, mengandung 
		tambahan buah-buahan, biji-bijian, kokoa, atau tidak, yoghurt, kephir, whey, keju, mentega 
		atau lemak atau minyak yang diperoleh dari susu, yang dibotolkan/dikemas;
	b.	Kelompok air buah dan air sayuran, yang belum meragi dan tidak mengandung alkohol, 
		mengandung tambahan gula atau pemanis lainnya maupun tidak, mengandung aroma 
		maupun tidak, yang dibotolkan/dikemas;
	c.	Kelompok minuman yang tidak mengandung alkohol, mengandung tambahan gula atau 
		pemanis lainnya maupun tidak, mengandung aroma maupun tidak, yang dibotolkan/dikemas, 
		serta air soda yang dibotolkan/dikemas;
	d.	Kelompok produk kecantikan untuk pemeliharaan kulit, tangan, kaki, dan rambut, serta 
		preparat rias lainnya, yang dikemas/dibotolkan;
	e.	Kelompok alat rumah tangga, pesawat pendingin, pesawat pemanas, mesin jual barang 
		otomatis termasuk mesin penukar uang, dan pesawat penerima siaran televisi;
	f.	Kelompok permadani dan tekstil penutup lantai terbuat dari serat kelapa;
	g.	Kelompok peralatan dan perlengkapan olah raga; dan
	h.	Kelompok mainan anak-anak.

(2)	Kelompok Barang Kena Pajak Yang Tergolong Mewah selain kendaraan bermotor yang dikenakan 
	Pajak Penjualan Atas Barang Mewah dengan tarif 20% (dua puluh persen), adalah :
	a.	Kelompok alat rumah tangga, pesawat pendingin dan pesawat pemanas, selain yang disebut 
		dalam ayat (1);
	b.	Kelompok hunian mewah seperti rumah mewah, apartemen, kondominium, town house, dan 
		sejenisnya;
	c.	Kelompok barang saniter dan perlengkapannya, kecuali yang terbuat dari plastik, seng atau 
		semen;
	d.	Kelompok alat fotografi, alat sinematografi, alat optik, alat perekam suara atau gambar, alat 
		reproduksi suara atau gambar, media rekam, pesawat penerima dan pengirim suara, pesawat
		penerima siaran televisi selain yang disebut dalam ayat (1), dan bagiannya;
	e.	Kelompok mesin pengatur suhu udara, mesin setrika, mesin cuci, mesin pengering, pesawat 
		elektromagnetik, pesawat cukur dan pesawat pangkas rambut, serta instrumen musik;
	f.	Kelompok wangi-wangian;
	g.	Kelompok permadani tertentu selain yang terbuat dari serabut kelapa (coir), sutera, wool atau
		bulu hewan halus.

(3)	Kelompok Barang Kena Pajak Yang Tergolong Mewah selain kendaraan bermotor yang dikenakan 
	Pajak Penjualan Atas Barang Mewah dengan tarif 30% (tiga puluh persen), adalah :
	a.	Kelompok kapal atau kendaraan air lainnya, sampan dan kano, kecuali untuk keperluan 
		negara atau angkutan umum;
	b.	Kelompok peralatan dan perlengkapan olah raga, selain yang disebut dalam ayat (1); dan
	c.	Kelompok pesawat penerima siaran televisi selain yang disebut dalam ayat (1) dan ayat (2).

(4)	Kelompok Barang Kena Pajak Yang Tergolong Mewah selain kendaraan bermotor yang dikenakan 
	Pajak Penjualan Atas Barang Mewah dengan tarif 40% (empat puluh persen), adalah :
	a.	Kelompok minuman tertentu yang mengandung alkohol;
	b.	Kelompok barang-barang yang sebagian atau seluruhnya terbuat dari kulit atau kulit tiruan.
	c.	Kelompok permadani tertentu yang terbuat dari sutera;
	d.	Kelompok barang kaca dari kristal timah hitam dari jenis yang digunakan untuk meja, dapur, 
		rias, kantor, dekorasi dalam ruangan atau keperluan semacam itu;
	e.	Kelompok barang-barang yang sebagian atau seluruhnya terbuat dari logam mulia atau dari 
		logam yang dilapisi logam mulia atau campuran daripadanya;
	f.	Kelompok kapal atau kendaraan air lainnya, selain yang disebut dalam ayat (3), kecuali untuk 
		keperluan negara atau angkutan umum;
	g.	Kelompok balon udara dan balon udara yang dapat dikemudikan, pesawat udara lainnya tanpa
		tenaga penggerak;
	h.	Kelompok peluru senjata api dan senjata api lainnya, kecuali untuk keperluan negara;
	i.	Kelompok perlengkapan untuk permainan dalam ruangan, diatas meja dan dalam taman 
		hiburan untuk orang dewasa dan kanak-kanak; dan
	j.	Kelompok pesawat penerima siaran televisi selain yang disebut dalam ayat (1), ayat (2), dan 
		ayat (3);
	k.	Kelompok jenis alas kaki;
	l.	Kelompok alat makan, alat dapur, barang rumah tangga lainnya, dan barang rias;
	m.	Kelompok barang-barang perabot rumah tangga dan kantor;
	n.	Kelompok barang-barang yang terbuat dari porselin, tanah lempung cina atau keramik;
	o.	Kelompok barang-barang yang sebagian atau seluruhnya terbuat dari batu, selain batu jalan 
		dan batu tepi jalan.

(5)	Kelompok Barang Kena Pajak Yang Tergolong Mewah selain kendaraan bermotor yang dikenakan 
	Pajak Penjualan Atas Barang Mewah dengan tarif 50% (lima puluh persen), adalah :
	a.	Kelompok permadani tertentu yang terbuat dari wool atau bulu hewan halus;
	b.	Kelompok pesawat udara selain yang disebut dalam ayat (4) kecuali yang digunakan untuk 
		keperluan negara atau angkutan udara niaga;
	c.	Kelompok peralatan dan perlengkapan olah raga selain yang disebut dalam ayat (1) dan ayat 
		(3);
	d.	Kelompok senjata api dan senjata api lainnya, kecuali untuk keperluan negara; dan
	e.	Kelompok pesawat penerima siaran televisi selain yang disebut dalam ayat (1), ayat (2), ayat 
		(3), dan ayat (4).

(6)	Kelompok Barang Kena Pajak Yang Tergolong Mewah selain kendaraan bermotor yang dikenakan 
	Pajak Penjualan Atas Barang Mewah dengan tarif 75% (tujuh puluh lima persen), adalah :
	a.	Kelompok minuman yang mengandung alkohol selain yang disebut dalam ayat (4);
	b.	Kelompok barang-barang yang sebagian atau seluruhnya terbuat dari batu mulia dan atau 
		mutiara atau campuran dari padanya; dan
	c.	Kelompok kapal pesiar mewah kecuali untuk keperluan negara atau angkutan umum.


						Pasal 2

(1)	Kelompok Barang Kena Pajak Yang Tergolong Mewah yang berupa kendaraan bermotor yang 
	dikenakan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah dengan tarif sebesar 10% (sepuluh persen), adalah :
	a.	kendaraan bermotor angkutan orang untuk 10 (sepuluh) orang atau lebih termasuk 
		pengemudi dengan motor bakar nyala kompresi (diesel atau semi diesel) dengan semua 
		kapasitas isi silinder; dan
	b.	kendaraan bermotor angkutan orang kurang dari 10 (sepuluh) orang termasuk pengemudi 
		serta van dengan sistem 1 (satu) gandar penggerak (4x2) dengan motor bakar cetus api atau 
		motor bakar nyala kompresi (diesel atau semi diesel) dengan kapasitas isi silinder tidak lebih 
		dari 1500 CC.

(2)	Kelompok Barang Kena Pajak Yang Tergolong Mewah yang berupa kendaraan bermotor yang 
	dikenakan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah dengan tarif sebesar 20% (dua puluh persen), adalah 
	kendaraan bermotor angkutan orang kurang dari 10 (sepuluh) orang termasuk pengemudi serta van 
	dengan sistem 1 (satu) gandar penggerak (4x2) dengan motor bakar cetus api dengan kapasitas isi 
	silinder lebih dari 1500 CC tetapi tidak lebih dari 3000 CC atau motor bakar nyala kompresi (diesel 
	atau semi diesel) dengan kapasitas isi silinder lebih dari 1500 CC tetapi tidak lebih dari 2500 CC.

(3)	Kelompok Barang Kena Pajak Yang Tergolong Mewah yang berupa kendaraan bermotor yang 
	dikenakan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah dengan tarif sebesar 30% (tiga puluh persen), adalah :
	a.	kendaraan bermotor angkutan orang kurang dari 10 (sepuluh) orang termasuk pengemudi, 
		jenis sedan atau station wagon dengan kapasitas isi silinder tidak lebih dari 1500 CC;
	b.	kendaraan bermotor angkutan orang kurang dari 10 (sepuluh) orang termasuk pengemudi 
		serta van dengan sistem 1 (satu) gandar penggerak (4x2) dengan motor bakar cetus api 
		dengan kapasitas isi silinder lebih dari 3000 CC atau motor bakar nyala kompresi (diesel atau 
		semi diesel) dengan kapasitas isi silinder lebih dari 2500 CC; dan
	c.	kendaraan bermotor angkutan orang kurang dari 10 (sepuluh) orang termasuk pengemudi 
		serta van dengan sistem 2 (dua) gandar penggerak (4x4) dengan motor bakar cetus api atau 
		motor bakar nyala kompresi (diesel/semi diesel) dengan kapasitas isi silinder tidak lebih dari 
		1500 CC.

(4)	Kelompok Barang Kena Pajak Yang Tergolong Mewah yang berupa kendaraan bermotor yang 
	dikenakan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah dengan tarif sebesar 40% (empat puluh persen), 
	adalah kendaraan bermotor sedan/station wagon dan kendaraan bermotor angkutan orang kurang 
	dari 10 (sepuluh) orang termasuk pengemudi serta van dengan sistem 2 (dua) gandar penggerak 
	(4x4) dengan motor bakar cetus api dengan kapasitas isi silinder lebih dari 1500 CC tetapi tidak lebih 
	dari 3000 CC atau motor bakar nyala kompresi (diesel/semi diesel) dengan kapasitas isi silinder lebih 
	dari 1500 CC tetapi tidak lebih dari 2500 CC.

(5)	Kelompok Barang Kena Pajak Yang Tergolong Mewah yang berupa kendaraan bermotor yang 
	dikenakan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah dengan tarif sebesar 50% (lima puluh persen), 
	adalah :
	a.	kendaraan bermotor beroda dua dengan motor penggerak yang isi silindernya lebih dari 
		250 CC sampai dengan 500 CC; dan
	b.	kendaraan bermotor sedan/station wagon dan kendaraan bermotor angkutan orang kurang 
		dari 10 (sepuluh) orang termasuk pengemudi serta van dengan sistem 2 (dua) gandar 
		penggerak (4x4), dengan motor bakar cetus api dengan kapasitas isi silinder lebih dari 
		3000 CC sampai dengan 4000 CC atau motor bakar nyala kompresi (diesel/semi diesel) 
		dengan kapasitas isi silinder lebih dari 2500 CC sampai dengan 3500 CC; dan
	b.	semua jenis kendaraan khusus yang dibuat untuk golf.

(5)	Kelompok Barang Kena Pajak Yang Tergolong Mewah yang berupa kendaraan bermotor yang 
	dikenakan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah dengan tarif sebesar 60% (enam puluh persen), 
	adalah :
	a.	kendaraan bermotor beroda dua dengan motor penggerak yang isi silindernya lebih dari 
		500 CC;
	b.	kendaraan khusus yang dibuat untuk perjalanan di atas salju, di pantai, di gunung, trailer dan 
		semi trailer dari jenis tipe caravan untuk perumahan atau kemah.

(6)	Kelompok Barang Kena Pajak Yang Tergolong Mewah yang berupa kendaraan bermotor yang 
	dikenakan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah dengan tarif sebesar 75% (tujuh puluh lima persen), 
	adalah kendaraan bermotor sedan/station wagon dan kendaraan bermotor angkutan orang kurang 
	dari 10 (sepuluh) orang termasuk pengemudi serta van dengan sistem 2 (dua) gandar penggerak 
	(4x4), dengan motor bakar cetus api dengan kapasitas isi silinder lebih dari 4000 CC atau motor 
	bakar nyala kompresi (diesel/semi diesel) dengan kapasitas isi silinder lebih dari 3500 CC, mobil 
	balap dan sejenisnya.


						Pasal 3

(1)	Kelompok kendaraan bermotor yang dikecualikan dari pengenaan Pajak Penjualan Atas Barang 
	Mewah adalah :
	a.	kendaraan bermotor yang digunakan untuk kendaraan ambulan, kendaraan jenazah, 
		kendaraan pemadam kebakaran, kendaraan tahanan, kendaraan angkutan umum;
	b.	kendaraan yang digunakan untuk tujuan Protokoler Kenegaraan; dan
	c.	kendaraan bermotor angkutan orang untuk 10 (sepuluh) orang atau lebih termasuk 
		pengemudi dengan motor bakar nyala kompresi (diesel atau semi diesel) dengan semua 
		kapasitas isi silinder sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) huruf a yang digunakan 
		untuk kendaraan dinas TNI atau POLRI.

(2)	Apabila kendaraan bermotor yang dikecualikan dari pengenaan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah 
	sebagaimana diatur dalam ayat (1) dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sejak impor atau perolehannya
	ternyata dipindahtangankan atau diubah peruntukannya sehingga tidak sesuai dengan tujuan semula, 
	maka Pajak Penjualan Atas Barang Mewah yang terutang pada saat impor atau perolehannya tersebut 
	wajib dibayar kembali dalam jangka waktu 1 (satu) bulan sejak Barang Kena Pajak tersebut 
	dipindahtangankan atau diubah peruntukannya.

(3)	Apabila dalam jangka waktu 1 (satu) bulan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) Pajak Penjualan 
	Atas Barang Mewah yang terutang tersebut tidak atau kurang dibayar, Direktur Jenderal Pajak 
	menerbitkan Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) ditambah sanksi sesuai dengan ketentuan 
	yang berlaku.


						Pasal 4

Ketentuan mengenai Jenis Barang yang dikenakan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah untuk setiap Kelompok
Barang Kena Pajak Yang Tergolong Mewah sebagaimana dimaksud dalam peraturan Pemerintah ini ditetapkan 
dengan Keputusan Menteri Keuangan.


						Pasal 5

Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 2001.

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Pemerintah ini dengan 
penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia.



								Ditetapkan di Jakarta
								pada tanggal 22 Desember 2000
								PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

									ttd

								ABDURRAHMAN WAHID

Diundangkan di Jakarta
pada tanggal 22 Desember 2000
SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA,

	ttd

DJOHAN EFFENDI




		    LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2000 NOMOR 261







					        PENJELASAN
						  ATAS

			        PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA
					NOMOR 145 TAHUN 2000

						TENTANG

		          KELOMPOK BARANG KENA PAJAK YANG TERGOLONG MEWAH 
		          YANG DIKENAKAN PAJAK PENJUALAN ATAS BARANG MEWAH

UMUM

Sehubungan dengan semakin meningkatnya permintaan akan barang-barang yang bersifat mewah, untuk lebih
memenuhi keadilan dan untuk lebih mempertajam prioritas pada kegiatan-kegiatan ekonomi yang bersifat 
produktif, sudah sewajarnya jika atas pemakaian barang-barang yang bersifat mewah dan yang tidak 
digunakan untuk tujuan produksi, dikenakan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah. Selanjutnya pengenaan 
Pajak Penjualan Atas Barang Mewah juga dimaksudkan untuk melindungi produsen kecil atau tradisional.

Dengan telah diundangkannya Undang-undang Nomor 18 TAHUN 2000 Tentang Perubahan Kedua Undang-
undang Nomor 8 TAHUN 1983 Tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan Atas 
Barang Mewah, maka atas peraturan pelaksanaan khususnya yang berkaitan dengan ketentuan-ketentuan 
Pajak Penjualan atas Barang Mewah yang berlaku selama ini perlu diadakan penyesuaian. Penyesuaian 
tersebut dilakukan dengan merubah pengelompokan barang yang menjadi objek Pajak Penjualan Atas Barang 
Mewah dengan menaikkan atau menurunkan tarif Pajak Penjualan Atas Barang Mewah terhadap beberapa 
kelompok barang tertentu dan menghapuskan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah atas produk air mineral, 
yaitu :
a.	yang dinaikkan antara lain meliputi alat-alat hiburan elektronika, alat-alat rumah tangga, dan seluruh 
	minuman yang mengandung alkohol, pesawat udara dan kapal pesiar kecuali yang digunakan untuk 
	keperluan negara dan angkutan umum, senjata api, serta kendaraan bermotor sedan/station wagon 
	dan kendaraan bermotor angkutan orang kurang dari 10 (sepuluh) orang termasuk pengemudi serta 
	van dengan sistem 2 (dua) gandar penggerak (4x4), dengan motor bakar cetus api dengan kapasitas 
	isi silinder lebih dari 3000 CC atau motor bakar nyala kompresi (diesel/semi diesel) dengan kapasitas 
	isi silinder lebih dari 2500 CC, serta jenis kendaraan khusus yang dibuat untuk golf, mobil balap dan 
	sejenisnya, trailer dan semi trailer dari jenis tipe caravan untuk perumahan atau kemah;
b.	yang diturunkan antara lain permadani dan tekstil penutup kain yang terbuat dari serat kelapa, mainan
	anak-anak, dan peralatan olah raga tertentu.


PASAL DEMI PASAL

Pasal 1

	Cukup jelas

Pasal 2

	Cukup jelas

Pasal 3

	Cukup jelas

Pasal 4

	Cukup jelas

Pasal 5

	Cukup jelas



		       TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4063

Status Perubahan/Penyempurnaan Peraturan

Komentar



© PajakOnline.com |  ‹ Dibaca 1409 kali - Dicetak 0 kali ›