Kamis, 15 Januari 2026
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
NEWSLETTER
PajakOnline.com
 
  • Home
  • Pusat Data
    • Peraturan Pajak
    • Putusan
    • Tax Treaty
    • Alamat Kantor Pajak
    • Kurs Pajak
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi PajakOnline
  • Login
  • Daftar
  • Home
  • Pusat Data
    • Peraturan Pajak
    • Putusan
    • Tax Treaty
    • Alamat Kantor Pajak
    • Kurs Pajak
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi PajakOnline
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
PajakOnline.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil

Bikin Perusahaan Baru? Perhatikan Ini untuk Hindari Sanksi Perpajakan

Ketentuan-ketentuan dalam pelaksanaan hak dan kewajiban.

Redaksi PajakOnline oleh Redaksi PajakOnline
18/04/2021
in Berita, Business, Headlines, Konsultan, Sorotan
9.9k 100
0
Kebijakan Fiskal Tahun 2021 Harus Perkuat Daya Tahan Ekonomi Nasional

Sumber Foto : Kemenkeu

8k
Dibagikan
10k
Dilihat
Share on FacebookShare on XShare on Whatsapp

PajakOnline.com—Sistem perpajakan di Indonesia menganut sistem Self Assessment yakni Wajib Pajak (WP) diberi kepercayaan untuk menghitung, memperhitungkan, menyetorkan dan melaporkan sendiri pajak yang terutang ke Kas Negara.

Oleh karena itu, dibutuhkan pemahaman bagi wajib pajak baru terkait ketentuan-ketentuan dalam pelaksanaan hak dan kewajiban perpajakannya. Kekeliruan dalam pelaksanaan hak dan kewajiban perpajakan dapat berakibat kerugian bagi perusahaan itu sendiri karena resiko sanksi yang akan dikenakan atas kesalahan tersebut.

Untuk menghindari resiko-resiko dalam perpajakan, maka setiap wajib pajak perlu memahami apa saja kewajiban pajak bagi perusahaan baru. Berikut secara garis besar kewajiban-kewajiban yang harus dilakukan oleh wajib pajak:

1.Kewajiban Mendaftarkan Diri
Kewajiban mendaftarkan diri untuk diterbitkan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dimulai saat terpenuhinya syarat subjektif maupun objektif. Namun pada prakteknya, saat suatu badan usaha telah didirikan dan mendapat pengesahan dari Kementerian Hukum dan HAM yang melegalisasi berdirinya suatu badan usaha, biasanya langsung dilanjutkan prosesnya untuk didaftarkan NPWP ke Kantor Pelayanan Pajak, meskipun syarat objektifnya belum terpenuhi yaitu belum memperoleh penghasilan. Kewajiban perpajakan sudah melekat saat NPWP telah terbit meskipun perusahaan belum melakukan kegiatan operasional usaha.

2.Kewajiban Pengusaha Kena Pajak (PKP)
Saat omset usaha telah mencapai Rp4,8 Miliar dalam satu tahun pajak, maka saat itulah wajib pajak wajib melaporkan kegiatan usahanya untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP). Namun demikian, meskipun belum mencapai batas omset Rp4,8 Miliar dalam satu tahun pajak, wajib pajak dapat memilih melaporkan kegiatan usahanya untuk dikukuhkan sebagai PKP.

Baca Juga:

KPK: Penanganan Kasus Suap Pajak Jadi Momentum Perbaikan Menyeluruh DJP

PER-26/PJ/2025, DJP Bisa Blokir, Sita Saham dan Jual di Pasar Modal

Kanwil DJP Jabar III Sita Aset Tanah Pengemplang Pajak

Kantor DJP Digeledah KPK, Purbaya Bilang Begini

PMK 108/2025, Transaksi dan Saldo Aset Kripto Wajib Lapor Pajak

Wajib pajak yang telah dikukuhkan sebagai PKP, wajib melakukan pemungutan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas setiap transaksi penyerahan barang dan atau jasanya sesuai dengan ketentuan Undang-Undang PPN. Pemungutan PPN dilakukan melalui penerbitan Faktur Pajak dengan menggunakan aplikasi eFaktur dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

3.Kewajiban Menghitung, Menyetor, dan Melapokan Pajak Terutang
Wajib pajak mempunyai kewajiban untuk menghitung, menyetor dan melaporkan sendiri pajak yang terutang ke kantor pelayanan pajak untuk seluruh jenis pajak dengan menggunakan formulir Surat Pemberitahuan (SPT) baik SPT Masa maupun SPT Tahunan. Kewajiban pelaporan secara umum adalah sebagai berikut:

a.SPT Masa PPh Pasal 21/26
Adalah untuk melaporkan penghitungan dan penyetoran pajak atas penghasilan yang diterima pegawai. Penyetoran PPh Pasal 21 terutang dilakukan paling lambat tanggal 10 bulan berikutnya, sedangkan pelaporannya paling lambat tanggal 20 bulan berikutnya. Namun jika jumlah PPh Pasal 21 yang terutang NIHIL, maka pelaporan PPh Pasal 21 tidak perlu dilakukan kecuali hanya untuk Masa Desember. Tata cara pemotongan dan pelaporan PPh Pasal 21 dapat dipelajari dengan membaca petunjuknya yaitu Peraturan Dirjen Pajak Nomor 16/PJ/2016.

b.SPT Masa PPh Pasal 23/26
Adalah untuk melaporkan pemotongan pajak yang dilakukan atas transaksi sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta kecuali sewa tanah dan atau bangunan, serta atas imbalan sehubungan dengan jasa pihak lain.

Pemotongan pajak juga dilakukan terhadap penghasilan yang dibayarkan kepada pihak lain berupa deviden, bunga, royalti, dan hadiah, penghargaan, bonus dan penghasilan sejenisnya kepada selain orang pribadi.

Penyetoran PPh Pasal 23 yang dipotong disetorkan paling lambat tanggal 10 bulan berikutnya, sedangkan pelaporannya paling lambat tanggal 20 bulan berikutnya. Pelaporan PPh Pasal 23/26 bersifat insidentil, artinya hanya dilaporkan jika terdapat objek dan pajak yang terutang.

c.SPT Masa PPh Pasal 25
PPh Pasal 25 adalah angsuran pajak yang merupakan kredit pajak atas PPh yang terutang pada akhir tahun pajak. Untuk wajib pajak baru, PPh Pasal 25 untuk masa pajak pada tahun berjalan ditetapkan sebesar NIHIL. Ketentuan ini hanya berlaku bagi wajib pajak baru selain wajib pajak masuk bursa, bank, BUMN/D, wajib pajak lainnya yang mempunya kewajiban menyampaikan laporan keuangan secara berkala serta wajib pajak orang pribadi tertentu. Juga tidak berlaku bagi wajib pajak yang melakukan peleburan, penggabungan, pengambilalihan usaha dan atau pemekaran usaha.
PPh Pasal 25 tahun berikutnya dihitung berdasarkan PPh terutang atas laba bersih fiskal tahun sebelumnya yang telah dikurangi dengan kompensasi kerugian (jika ada) dikurangi dengan kredit pajak kemudian dibagi 12. Penyetoran dilakukan paling lambat tanggal 15 bulan berikutnya. Sedangkan pelaporannya tidak perlu dilakukan karena setoran pajak telah online antara sistem di bank dengan DJP.

d.SPT Masa PPh Final Pasal 4 (2)
PPh Final Pasal 4 ayat (2) adalah pajak penghasilan yang dikenakan atas objek pajak yang bersifat final dan tidak dapat dikreditkan dengan pajak penghasilan terutang. Objek pajak PPh pasal 4 ayat (2) di antaranya adalah sebagai berikut:
•Peredaran bruto tertentu yaitu penghasilan usaha di bawah Rp4,8 miliar dalam 1 tahun pajak yang dikenakan tarif UMKM sebesar 0,5%;
•Bunga dari deposito dan jenis-jenis tabungan, bunga dari obligasi dan obligasi negara, dan bunga dari tabungan yang dibayarkan oleh koperasi kepada anggota masing-masing;
•Hadiah berupa lotere/undian;
•Transaksi saham dan surat berharga lainnya, transaksi derivatif perdagangan di bursa, dan transaksi penjualan saham atau pengalihan ibukota mitra perusahaan yang diterima oleh perusahaan modal usaha;
•Transaksi atas pengalihan aset dalam bentuk tanah dan/atau bangunan, usaha jasa konstruksi, usaha real estate, dan sewa atas tanah dan/atau bangunan; dan
•Pendapatan tertentu lainnya, sebagaimana diatur dalam atau sesuai dengan Peraturan Pemerintah.
e.SPT Tahunan

SPT Tahunan adalah formulir yang digunakan untuk melaporkan jumlah penghasilan, harta, kewajiban dan modal serta pajak yang terutang dalam suatu tahun pajak. Bagi wajib pajak badan, SPT Tahunan dilaporkan paling lambat 4 (empat) bulan setelah berakhirnya tahun pajak atau akhir bulan april bagi yang menggunakan tahun kalender sebagai tahun bukunya.

Berdasarkan laba bersih fiskal, pajak penghasilan dihitung dengan mengalikan tarif pasal 17 sesuai dengan undang-undang PPh. Sedangkan bagi wajib pajak yang pengenaan pajaknya bersifat final, PPh yang telah disetor atau dipotong merupakan pelunasan atas kewajiban pajaknya sehingga pada akhir tahun pajak tidak lagi dihitung jumlah pajak terutangnya.

Demikianlah secara garis besar kewajiban-kewajiban perpajakan yang melekat bagi wajib pajak baru yang wajib diperhatikan dan dilakukan agar terhindar dari resiko sanksi perpajakan.

Jika wajib pajak mengalami kesulitan dalam pelaksanaan kewajiban penghitungan dan pelaporan pajaknya, PajakOnline Consulting menyediakan layanan Jasa Tax Compliance yang membantu menghitung, menyetor dan melaporkan kewajiban pajaknya dengan biaya mulai dari Rp950.000,- per bulan.

Lihat detailnya di link berikut: Layanan Jasa PajakOnline Consulting Siap Membantu Anda

 

Bagikan3236Tweet2000Kirim

Baca Berita

Kanwil DJP Jawa Barat II Sosialisasikan Coretax

Aktivasi Akun Coretax Gampang, Ikuti Langkah Ini

oleh Redaksi PajakOnline
14/01/2026
0

PajakOnline – Pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh)...

Cara Melaporkan SPT Masa PPh Unifikasi di Coretax

Lapor SPT Tahunan via Coretax DJP, Berikut 4 Perusahaan Penyelenggara Sertifikat Elektronik

oleh Redaksi PajakOnline
14/01/2026
0

PajakOnline – Wajib Pajak harus memiliki Kode Otorisasi/Sertifikat Elektronik (KO/SE)...

Cara Mengisi SPT Tahunan Pribadi

Pelaporan Aset Individu dalam SPT Tahunan, Wajib Pajak Diminta Patuh

oleh Redaksi PajakOnline
14/01/2026
0

PajakOnline | Mulai tahun pajak 2025, wajib pajak orang pribadi di Indonesia...

Kerja Sama DJP-Kemenkop Percepat Pendaftaran NPWP Kopdes Merah Putih

Kerja Sama DJP-Kemenkop Percepat Pendaftaran NPWP Kopdes Merah Putih

oleh Redaksi PajakOnline
14/01/2026
0

PajakOnline | Direktur Jenderal Pajak Bimo Wjiayanto dan Deputi Bidang...

PajakOnline.com Gelar Workshop Tax Planning untuk Perusahaan

Layanan Jasa PajakOnline Consulting Siap Membantu Anda

oleh Redaksi PajakOnline
14/01/2026
0

PajakOnline.com—PajakOnline Consulting didirikan oleh para profesional di bidang Perpajakan dan...

Penjelasan Mengenai Pajak Penghasilan (PPh) Luar Negeri

PER 23/2025, Kriteria Subjek Pajak Dalam dan Luar Negeri

oleh Redaksi PajakOnline
14/01/2026
0

PajakOnline | Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Direktorat Jenderal Pajak...

Coretax Bermasalah Rugikan Wajib Pajak

Sebanyak 20.289 Wajib Pajak Sudah Melaporkan SPT Tahunan via Coretax DJP

oleh Redaksi PajakOnline
06/01/2026
0

PajakOnline – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mencatat peningkatan signifikan pelaporan Surat Pemberitahuan...

Coretax Bermasalah Rugikan Wajib Pajak

Sebanyak 8.160 Wajib Pajak Sudah Melaporkan SPT Tahunan via Coretax DJP

oleh Redaksi PajakOnline
05/01/2026
0

PajakOnline – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mencatat peningkatan signifikan pelaporan Surat Pemberitahuan...

Setoran Penunggak Pajak Capai Rp13,44 Triliun

Setoran Penunggak Pajak Capai Rp13,44 Triliun

oleh Redaksi PajakOnline
31/12/2025
0

PajakOnline | Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Direktorat Jenderal Pajak...

Aturan Pajak Kripto Tidak Berubah, Tetap Berlaku 1 Mei 2022

Aset Kripto Harus Dilaporkan dalam SPT Tahunan di Coretax DJP

oleh Redaksi PajakOnline
10/11/2025
0

PajakOnline | Para pemilik aset kripto harus melaporkan hartanya tersebut dalam...

Muat berita lainnya

Mars Tax Payer Community

https://www.pajakonline.com/wp-content/uploads/2023/09/Lagu-Mars-Patriot-Pajak-Tax-Payer-Community.mp3

Visit PajakOnline ke DJP

Jajaran pimpinan media PajakOnline bersilaturahmi dengan Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas DJP Rosmauli, Selasa (11/11/2025) di Kantor Pusat DJP, Jakarta.

Alamat Kantor Pajak

PajakOnline Services

Untuk Layanan Advokasi, Konsultan Pajak, Pendampingan di Pengadilan Pajak, Anda dapat menghubungi konsultan kami melalui komunikasi HP/WA 0821-8078-1907.

Event

Ketua Tax Payer Community Abdul Koni dalam acara Tax Goes to Campus memberikan materi kesadaran pajak bagi mahasiswa./PajakOnline.com
Ketua Tax Payer Community Abdul Koni dalam acara Seminar Pajak bersama Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI)./PajakOnline.com
Tax Payer Community Goes to School di SMK Ksatria, Cempaka Putih, Jakarta Pusat.
Ketua Tax Payer Community Indonesia Abdul Koni dalam acara Arcadia Chat Room yang dipandu Host Syamsu Rizal memperingati Hari PajakNasional 2023./PajakOnline.com
Workshop PajakOnline bertema Pajak Patuh, Indonesia Cerah di Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Banten, Selasa (11/3/2025)./PajakOnline.com
Workshop PajakOnline bersama Asperindo.
PajakOnline dalam Tax Payer Charter.
Tax Payer Community bersama Kanwil DJP Jakarta Barat.
Ketua Tax Payer Community Abdul Koni dalam materi Kesadaran Pajak./PajakOnline.com
Workshop PajakOnline bersama IWAPI Jakarta Timur./PajakOnline.com
Workshop PajakOnline bersama Pemprov DKI Jakarta.
Workshop PajakOnline bersama Perempuan Pemimpin Indonesia (Indonesia Women's Leader Association) atau Perpina, Kamar Dagang dan Industri Indonesia.
Workshop PajakOnline bersama Pengusaha Muda INTI (Indonesia-Tionghoa).
Workshop Meet-Up PajakOnline bersama Inge Diana Rismawanti: Peran Strategis Pengusaha Wanita Tingkatkan Penerimaan Pajak, Pulih Lebih Cepat Bangkit Lebih Kuat di Manhattan Hotel, Kuningan, Jakarta Selatan Selasa (6/12/2022).
Workshop PajakOnline bersama members.
Workshop PajakOnline bersama Perhimpunan Indonesia-Tionghoa.
Ketua Tax Payer Community Abdul Koni bersama Pengurus Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI)./PajakOnline.com

Tentang Kami

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

Berita Pajak, kami melayani Jasa Konsultasi, Advokasi Perpajakan, Pembuatan SPT, Pembukuan, dan Lain-lain. Hubungi HP/WA: 0821-8078-1907

Kita Bangga dapat berpartisipasi dalam pemerataan pembangunan nasional dan bantuan sosial.

Member of

PajakOnline.com adalah media berbasis komunitas pembayar pajak yang berhimpun dalam Masyarakat Pembayar Pajak Indonesia (Tax Payer Community). Pajak adalah gaya hidup. Membayar pajak menjadi Kebanggaan kita bersama.

 

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© Since 2006 Media PajakOnline. All rights reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Pusat Data
    • Peraturan Pajak
    • Putusan
    • Tax Treaty
    • Alamat Kantor Pajak
    • Kurs Pajak
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi PajakOnline

© Since 2006 Media PajakOnline. All rights reserved.