PajakOnline.com—Total pendapatan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sepanjang tahun 2021 tercatat sebesar Rp1.983 triliun. Kinerja keuangan ini berdampak positif terhadap kontribusi BUMN kepada negara berupa pajak, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), hingga dividen secara konsolidasi mencapai Rp371 triliun.
“Kinerja keuangan BUMN sepanjang 2021 tercatat cukup menggembirakan. Total pendapatan BUMN Rp1.983 triliun atau setara 99 persen dari pendapatan APBN,” kata Menteri BUMN Erick Thohir dalam rapat kerja bersama Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), di Gedung DPR, Jakarta belum lama ini.
Erick mengapresiasi Komisi VI DPR yang telah mendukung konsolidasi BUMN, dari 108 BUMN menjadi 41 BUMN. Atas dukungan itu, laba BUMN menjadi Rp 126 triliun di tahun 2021. Secara detail, laba disumbang oleh beberapa sektor utama, yaitu jasa keuangan Rp75 triliun, telekomunikasi Rp34 triliun, dan pertambangan Rp14 triliun. “Laba 2021 dibandingkan tahun sebelumnya, yang tadinya Rp 13 triliun, sekarang dengan segala efisiensi dan perbaikan model bisnis, menjadi Rp 126 triliun,” ungkap Erick.
Dengan pencapaian itu, dia mengajukan penambahan anggaran Kementerian BUMN tahun depan sebesar Rp 79,7 miliar atau menjadi Rp311 miliar dari sebelumnya Rp232 miliar. Menurut Erick, pagu indikatif yang diberikan kepada Kementerian BUMN menjadi yang terkecil dibandingkan seluruh kementerian. Di sisi lain, ia memastikan, Kementerian BUMN akan tetap bekerja secara efisien dan kalkulatif.
“Jika tidak keberatan, kami menginginkan bisa tetap dijaga di angka Rp 300-an (miliar), tidak terus-menerus menurun seperti hari ini yang mencapai Rp 194 miliar. Apalagi, kalau melihat amanah yang diberikan Komisi VI DPR, kami bisa memastikan (BUMN akan berdampak terhadap) pembukaan lapangan kerja, melakukan pendampingan kepada UMKM (usaha mikro kecil menengah), dan menjaga proyek strategis nasional. Total aset yang dikelola BUMN mencapai Rp 8.998 triliun. Pagu sekarang tentu sangat kecil dibandingkan beban yang dikerjakan. Kami juga berharap setoran dividen akan kembali normal setelah pandemi,” ungkap Erick Thohir.
Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga menambahkan, perusahaan-perusahaan pelat merah telah menghasilkan kenaikan laba bersih hampir 1.000 persen menjadi Rp126 triliun di 2021 karena beragam program transformasi. “Ini semua karena transformasi yang dilakukan BUMN, baik itu transformasi sumber daya manusia, teknologi, finansial, dan model bisnis,” kata Arya.
































