PajakOnline.com—Disposable income merupakan pendapatan pribadi yang dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari setelah dikurangi pajak langsung, seperti PKB (Pajak Kendaraan Bermotor), PPh (Pajak Penghasilan), dan PBB (Pajak Bumi Bangunan).
Besar kecilnya disposable income merupakan faktor penting penentu daya beli, kemampuan menabung, bahkan kesejahteraan hidup. Sebab semakin besar pendapatan bebas pajak seseorang, semakin banyak pula kebutuhan dan keinginan yang dapat mereka penuhi.
Tentunya disposable income memiliki peran penting dalam perekonomian negara maupun perorangan. Berikut ini fungsi disposable income:
- Tolak Ukur Kebijakan Perusahaan
Tentunya, perusahaan merupakan entitas yang wajib membayar pajak secara rutin. Apabila tingkat disposable income tinggi, maka bisnis tersebut dapat membeli lebih banyak peralatan dan bahan baku, menambah karyawan, dan melakukan ekspansi usaha. Dan sebaliknya, jika tingkat disposable income-nya rendah, ditambah dengan penurunan daya beli, maka perusahaan akan mengurangi produksinya. Hal ini akan berimbas pada nasib para pekerja.
- Memperhitungkan Mekanisme Pasar
Seperti yang sudah dijelaskan, disposable income adalah salah satu penentu daya beli. Jika mereka tidak mampu membeli lebih banyak produk, maka demand-nya pun berkurang. Imbasnya, perusahaan harus mengurangi produksi, merampingkan jumlah karyawan, dan sebagainya. Maka dari itu, disposable income rata-rata masyarakat juga menjadi pertimbangan penting dalam pengelolaan perusahaan karena berkaitan dengan kebijakan yang harus diambil.
- Mengukur Kesehatan Finansial Pribadi
Finansial yang baik ditandai dengan dana yang cukup untuk memenuhi kebutuhan, pengeluaran tak terduga, dan tabungan masa depan. Nah, tujuan menghitung disposable income ini adalah untuk mengetahui apakah kondisi keuangan Anda baik atau tidak.
Kemudian adapun dua faktor utama disposable income yakni sebagai berikut:
