Minggu, 30 Agustus 2026
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
NEWSLETTER
PajakOnline.com
 
  • Home
  • Pusat Data
    • Peraturan Pajak
    • Putusan
    • Tax Treaty
    • Alamat Kantor Pajak
    • Kurs Pajak
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi PajakOnline
  • Login
  • Daftar
  • Home
  • Pusat Data
    • Peraturan Pajak
    • Putusan
    • Tax Treaty
    • Alamat Kantor Pajak
    • Kurs Pajak
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi PajakOnline
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
PajakOnline.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil

Kaleidoskop 2020, Sektor Pertanian Secercah Cahaya di Lorong Gelap Pandemi

Program perlindungan sosial mendukung ketahanan pangan untuk meningkatkan daya beli masyarakat dan mencegah bahaya kelaparan.

Redaksi PajakOnline oleh Redaksi PajakOnline
16 Desember 2020
in Berita, Headlines, Sorotan
9.9k 100
0
Kaleidoskop 2020, Sektor Pertanian Secercah Cahaya di Lorong Gelap Pandemi

Kesejahteraan dan Pemberdayaan Petani. Sumber Foto: Ist.

8k
Dibagikan
10k
Dilihat
Share on FacebookShare on XShare on Whatsapp

PajakOnline.com—Di masa pandemi kita semua sudah 4 L yakni Lesu, Lelah, Letih, dan Lemah. Seperti tengah berjalan tertatih dalam lorong gelap tanpa ujung. Sampai kapan pandemi ini berakhir, tak seorang pun tahu.

Berbeda dengan krisis ekonomi sebelumnya (krisis moneter tahun 1998 dan krisis tahun 2008), sektor UMKM bisa tampil sebagai penyelamat ekonomi nasional. Tapi sekarang, ketangguhan UMKM ini rontok sama sekali.

Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2020 mengalami kontraksi atau minus lagi. “Benar, ekonomi kita mengalami kontraksi minus 3,49%,” kata Kepala BPS Suhariyanto.

Kejadian ini adalah perfect storm, badai yang datang secara bersamaan. Ada dua black swan event. Kejadian munculnya 2 angsa hitam di antara sekumpulan angsa putih secara tiba-tiba, yakni pandemi dan resesi.

Indonesia memasuki resesi tahun 2020 ini, setelah dua kuartal berturut-turut perekonomiannya berkontraksi negatif. Sebelumnya pada kuartal II, ekonomi Indonesia mengalami kontraksi atau minus 5,32%.

Baca Juga:

Target Pajak 2027 Rp2.591,4 Triliun, Pemerintah Pilih Perluas Basis Pajak Ketimbang Naikkan Tarif

BI Pertahankan BI-Rate 5,75%, Fokus Jaga Rupiah dan Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Rupiah dan IHSG Jadi Perhatian Pasar, Investor Hadapi Ketidakpastian Global dan Domestik

DJP Revitalisasi Tax Center, Perkuat Edukasi dan Kepatuhan Pajak Berkelanjutan

PMK 28/2026 Perkuat Kepastian Restitusi Pajak, Aturan Pengembalian Pendahuluan Kini Lebih Selektif

“Resesi terjadi karena daya beli masyarakat menurun dan terus merosot. Akibatnya, semua sektor mengalami kontraksi karena konsumsi yang turun, yang menyebabkan produksi ikut turun,” kata Pengamat Ekonomi Politik dan Kebijakan dari Political Economy and Policy Studies (PEPS), Prof. Dr. Anthony Budiawan.

Daya beli masyarakat turun akibat dari maraknya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), dan pekerja yang dirumahkan tanpa gaji, serta banyaknya UMKM yang terpaksa harus menutup usahanya. Pusat-pusat perbelanjaan pun masih sepi pengunjung apalagi pembeli. Sektor pariwisata, hotel, penerbangan, travel, turut terpuruk.

Dari sisi lapangan usaha, laju ekonomi Indonesia didominasi sektor industri, pertanian, perdagangan, konstruksi, dan pertambangan dengan porsi 64,13 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Kendati demikian, dari kelima sektor tersebut hanya pertanian yang menunjukkan pertumbuhan positif. Sektor industri tercatat minus 4,31 persen, perdagangan minus 5,03 persen, konstruksi minus 4,52 persen dan pertambangan minus 4,28 persen.

Sedangkan sektor pertanian masih menjadi andalan dan harapan dalam menghadapi resesi ini. “Karena kita semua butuh makan, hasil pangan yang kita makan ini dari pertanian,” kata Anthony.

Karena kebutuhan itu, pada kuartal III, sektor pertanian tetap tumbuh positif sebesar 2,15% secara tahunan (yoy), jauh di atas pertumbuhan ekonomi nasional yang -3,49%.

Sebelumnya, pada kuartal II/2020 sektor pertanian mampu tumbuh positif sebesar 2,19% secara (yoy) saat sektor lain mengalami pertumbuhan negatif.

Belanja Negara untuk Membeli Produksi Petani

Menurut Anthony Budiawan, pemerintah harus memberikan bantuan keuangan langsung kepada masyarakat, terutama berbentuk cash transfer (bantuan langsung tunai/BLT) untuk meningkatkan daya beli masyarakat.

“Selain itu, belanja negara bisa diarahkan kepada para petani untuk membeli produksi pertanian seperti pangan, berupa beras, sayur mayur, buah-buahan, untuk kemudian dikembalikan lagi atau diberikan kepada masyarakat,” kata mantan Rektor Kwik Kian Gie School of Business ini.

Dengan begitu, membantu masyarakat yang kesulitan karena tidak punya uang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, terutama pangan dan mencegah terjadinya bahaya kelaparan saat resesi.

Anthony mempredisi tahun 2021, kita akan keluar dari resesi. “Kita bisa keluar, tapi tidak tinggi. Paling lambat mungkin sekitar Q2 (kuartal II). Tapi, di sisi lain, stimulus pemerintah sudah tidak naik lagi. Ini bisa jadi hambatan. Walaupun insentif diberikan, tapi jumlah defisit sama dengan tahun lalu, artinya belanja negara tidak naik signifikan. Sebab, Ekonomi dilihat dari total belanja, bukan dari pengeluaran per sektor,” kata Anthony.

Sementara itu, pengamat komunikasi publik dari Universitas Esa Unggul M. Jamiluddin Ritonga mengatakan, resesi ekonomi sudah memporak-porandakan hampir semua sektor. Kecuali, sektor pertanian.

“Ini harapan kita bersama, bidang pertanian dapat menjadi akselerator dan penyelamat ekonomi Indonesia untuk segera keluar dari resesi,” kata Jamiluddin.

Berdasarkan data BPS, pada kuartal II 2020 PDB sektor pertanian menjadi penyumbang tertinggi pertumbuhan ekonomi nasional Indonesia dengan pencapaian 16,24 persen (q to q). Meningkatnya PDB sektor pertanian secara berturut-turut pada kuartal I dan II di tahun 2020 menandakan adanya dampak positif di sisi hulu, hilir, bahkan jasa penunjang pertanian.

Jalan Keluar dari Resesi

Namun, ironisnya, sektor pertanian tidak pernah dijadikan prioritas dalam pembangunan di Tanah Air. Kita bisa melihat dari alokasi anggaran, di mana sektor pertanian (ketahanan pangan) masih di bawah infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan.

Dalam APBN 2021, total alokasi belanja negara akan mencapai Rp2.750 triliun. Anggaran ini tersebar di beberapa bidang, yaitu bidang Pendidikan mencapai Rp550 triliun, untuk Kesehatan Rp169,7 triliun, untuk program Perlindungan Sosial Rp408,8 triliun, untuk infrastruktur akan meningkat kembali ke Rp417,4 triliun, untuk bidang Ketahanan Pangan Rp99 triliun, Pariwisata Rp14,2 triliun, dan bidang untuk Pembangunan Teknologi Informasi Komunikasi mencapai Rp26 triliun.

“Padahal, Presiden Joko Widodo (Jokowi) ketika awal menjadi presiden bertekad akan menjadikan pertanian sebagai primadona. Bahkan presiden menargetkan swasembada pangan, yang hingga kini belum juga terwujud,” kata Jamiluddin.

Oleh karena itu, melalui momentum ini seyogyanya kita semua mengingatkan agar Jokowi memprioritaskan sektor pertanian di sisa masa pemerintahannya.

“Untuk jangka pendek, seyogyanya ada political will dari Presiden Jokowi untuk membeli produk pertanian, yang hasilnya dikembalikan kepada rakyat yang tidak mampu. Jadi program perlindungan sosialnya sekaligus diarahkan ke ketahanan pangan di tengah pandemi dan resesi ini,” kata Jamiluddin.

Melalui belanja pemerintah ini diharapkan pendapatan para petani turut meningkat yang akan berimplikasi pada meningkatnya daya beli dan produksi petani. Sebaliknya, rakyat yang tidak mampu akan terkurangi beban ekonominya bila pemerintah mau membagikan hasil pertanian yang dibelinya. Jika hal itu dapat diwujudkan, daya beli masyarakat juga akan terangkat. Menjadi jalan keluar kita bersama dari resesi ekonomi.

 

Bagikan3200Tweet2000Kirim

Baca Berita

PajakOnline.com Gelar Workshop Tax Planning untuk Perusahaan

Layanan Jasa PajakOnline Consulting Siap Membantu Anda

oleh Redaksi PajakOnline
28 Agustus 2026
0

PajakOnline.com—PajakOnline Consulting didirikan oleh para profesional di bidang Perpajakan dan...

Coretax Bermasalah Rugikan Wajib Pajak

Pajak Karyawan Sudah Dipotong, Tetap Harus Lapor SPT Tahunan Pakai Coretax DJP

oleh Redaksi PajakOnline
30 April 2026
0

PajakOnline.com—Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mengingatkan seluruh karyawan untuk tetap melaporkan...

Muhammadiyah Umumkan Idul Fitri 1445 H Jatuh Pada Hari Rabu 10 April 2024

Pemerintah Tetapkan Lebaran 2026 Jatuh 21 Maret, Muhammadiyah Lebih Dulu Rayakan

oleh Redaksi PajakOnline
20 Maret 2026
0

Jakarta, PajakOnline — Pemerintah resmi menetapkan Hari Raya Idul Fitri...

PMK 30/2021, Jamin Proyek Strategis Nasional

Cara Lapor SPT Tahunan Bagi WP Badan Jasa Konstruksi

oleh Redaksi PajakOnline
3 Mei 2025
0

PajakOnline.com—Jasa konstruksi merupakan sebuah layanan yang meliputi pengkajian, perencanaan, perancangan,...

Sinergi Kemenkeu dan BPKP Perkuat Pengawasan APBN

Ingat! Deadline SPT Tahunan Badan Akhir April Ini Telat Dendanya Gede

oleh Redaksi PajakOnline
3 Mei 2025
0

PajakOnline.com—Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menyatakan tidak ada perpanjangan batas waktu...

Dibandingkan Tahun Lalu, Laporan Pajak Turun Dua Jutaan

Cara Lapor SPT Tahunan Pribadi dengan E-Filing

oleh Redaksi PajakOnline
14 April 2025
0

PajakOnline | Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan perlu dilaporkan setiap tahunnya. Pelaporan...

Pajak Sudah Dibayarkan Kantor, Kenapa Karyawan Masih Wajib Lapor SPT Tahunan?

Pajak Sudah Dibayarkan Kantor, Kenapa Karyawan Masih Wajib Lapor SPT Tahunan?

oleh Redaksi PajakOnline
28 Maret 2025
0

PajakOnline | Para pembayar pajak yang budiman, seorang pegawai meskipun pajaknya telah...

Jelang Akhir Tahun, Kanwil DJP Jawa Tengah II Maksimalkan Penerimaan Pajak

Kanwil DJP Jateng II Capai Target Penerimaan Pajak

oleh Redaksi PajakOnline
8 Februari 2025
0

PajakOnline | Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Tengah (Jateng)...

DJP Optimalisasi Forensik Digital

Pajak Atas Usaha Ekonomi Digital Terkini Capai Rp31,05 Triliun

oleh Redaksi PajakOnline
15 Januari 2025
0

PajakOnline | Hingga 30 November 2024, pemerintah mencatat penerimaan dari sektor usaha...

Tingkatkan Pendapatan Pajak Negara Butuh Strategi Khusus

Daftar Sasaran Ekstensifikasi Pajak

oleh Redaksi PajakOnline
20 Juni 2024
0

PajakOnline.com—Aturan tentang ekstensifikasi pajak ada pada Perdirjen Pajak No. PER-35/PJ/2013...

Muat berita lainnya

Member of

PajakOnline Services

Untuk Layanan Advokasi, Konsultan Pajak, Pendampingan di Pengadilan Pajak, Anda dapat menghubungi konsultan kami melalui komunikasi HP/WA 0821-8078-1907.

Mars Tax Payer Community

https://www.pajakonline.com/wp-content/uploads/2023/09/Lagu-Mars-Patriot-Pajak-Tax-Payer-Community.mp3

Tax Payer Conference 2026

Visit PajakOnline ke DJP

Jajaran pimpinan media PajakOnline bersilaturahmi dengan Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas DJP Rosmauli, Selasa (11/11/2025) di Kantor Pusat DJP, Jakarta.

Alamat Kantor Pajak

Event

Ketua Tax Payer Community Abdul Koni dalam acara Tax Goes to Campus memberikan materi kesadaran pajak bagi mahasiswa./PajakOnline.com
Ketua Tax Payer Community Abdul Koni dalam acara Seminar Pajak bersama Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI)./PajakOnline.com
Ketua Tax Payer Community Indonesia Abdul Koni dalam acara Arcadia Chat Room yang dipandu Host Syamsu Rizal memperingati Hari PajakNasional 2023./PajakOnline.com
Workshop PajakOnline bertema Pajak Patuh, Indonesia Cerah di Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Banten, Selasa (11/3/2025)./PajakOnline.com
PajakOnline dalam Tax Payer Charter.
Workshop PajakOnline bersama Asperindo.
Tax Payer Community Goes to School di SMK Ksatria, Cempaka Putih, Jakarta Pusat.
Workshop PajakOnline bersama members.
Tax Payer Community bersama Kanwil DJP Jakarta Barat.
Ketua Tax Payer Community Abdul Koni dalam materi Kesadaran Pajak./PajakOnline.com
Workshop PajakOnline bersama IWAPI Jakarta Timur./PajakOnline.com
Workshop PajakOnline bersama Pemprov DKI Jakarta.
Workshop PajakOnline bersama Perempuan Pemimpin Indonesia (Indonesia Women's Leader Association) atau Perpina, Kamar Dagang dan Industri Indonesia.
Workshop Meet-Up PajakOnline bersama Inge Diana Rismawanti: Peran Strategis Pengusaha Wanita Tingkatkan Penerimaan Pajak, Pulih Lebih Cepat Bangkit Lebih Kuat di Manhattan Hotel, Kuningan, Jakarta Selatan Selasa (6/12/2022).
Workshop PajakOnline bersama Pengusaha Muda INTI (Indonesia-Tionghoa).
Workshop PajakOnline bersama Perhimpunan Indonesia-Tionghoa.

Tentang Kami

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

Berita Pajak, kami melayani Jasa Konsultasi, Advokasi Perpajakan, Pembuatan SPT, Pembukuan, dan Lain-lain. Hubungi HP/WA: 0821-8078-1907

Kita Bangga dapat berpartisipasi dalam pemerataan pembangunan nasional dan bantuan sosial.

Member of

PajakOnline.com adalah media berbasis komunitas pembayar pajak yang berhimpun dalam Masyarakat Pembayar Pajak Indonesia (Tax Payer Community). Pajak adalah gaya hidup. Membayar pajak menjadi Kebanggaan kita bersama.

 

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© Since 2006 Media PajakOnline. All rights reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Pusat Data
    • Peraturan Pajak
    • Putusan
    • Tax Treaty
    • Alamat Kantor Pajak
    • Kurs Pajak
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi PajakOnline

© Since 2006 Media PajakOnline. All rights reserved.