PajakOnline.com—Belanja negara tumbuh, namun perlu tetap terus diakselerasi. Pengelolaan fiskal yang inklusif dan pruden di tengah kondisi kenaikan suku bunga dan pelemahan nilai tukar, mendorong penurunan kebutuhan pembiayaan.
Secara keseluruhan, APBN 2022 berkinerja baik, namun berbagai ketidakpastian dan risiko akibat tekanan global harus diwaspadai dan dimitigasi.
“Kita akan memperkuat daya tahan ekonomi dan daya tahan APBN kita, sehingga dengan berbagai pemulihan dan pencapaian kita hingga kuartal ketiga ini, kita akan terus menjaga momentumnya sampai dengan akhir tahun dan memasuki 2023 relatif dalam situasi yang kita lebih siap, atau kita memiliki daya tahan yang kita tingkatkan,” kata Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati saat konferensi pers APBN Kita Edisi Oktober 2022 secara daring.
Pemulihan ekonomi Indonesia diperkirakan tetap kuat di tengah pelemahan prospek ekonomi global. Dari sisi eksternal, kinerja Neraca Perdagangan terus melanjutkan surplus, yaitu pada bulan September surplus sebesar USD4,99 miliar, didukung peningkatan ekspor komoditas khususnya batu bara dan CPO. Ekspor dan impor bulan September 2022 tumbuh positif dipengaruhi menguatnya harga komoditas global dibandingkan tahun sebelumnya, di mana ekspor tumbuh 20,28% (yoy) dan impor tumbuh 22,02% (yoy).
