TRENDING
Pemerintah Permudah Penyelesaian Kewajiban PerpajakanVietnam Melesat, Indonesia Jalan di TempatHarga Minyak Dunia Melonjak, Pemerintah Antisipasi Beban Subsidi BBM dan Tekanan APBNPemerintah Siapkan Stimulus Tiket Pesawat hingga Kereta untuk Nataru, Anggaran Rp883,4 MiliarBPPK Gelar Simulasi Uji Kompetensi Perpajakan Hari Ini, Libatkan 7.000 PesertaDJP Kejar Kekurangan Target Pajak Rp750,1 Triliun, Pengawasan dan Pemungutan Digital DiperkuatPMK 71/2026 Perluas Kewenangan DJP, Penelitian Keberatan Pajak Bisa Libatkan Pertukaran Informasi Lintas NegaraCukai Minuman Berpemanis Berlaku Tahun Depan, Targetkan Rp1,7 TriliunRestitusi Pajak hingga September 2026 Capai Rp198,71 Triliun, Turun 38,08 PersenPenerimaan Pajak Capai Rp1.607,6 Triliun, Ini Tiga Strategi DJP Kejar Target Sampai Akhir TahunKPP Pratama Tangerang Barat Lelang Toyota Innova 2015, Nilai Limit Rp97,37 JutaCukai Minuman Manis Berlaku Semester II-2027, Kemenkeu Bidik Penerimaan Rp1,7 TriliunBea Cukai Mulai Integrasikan X-Ray KargoMenkeu Suahasil Buka Peluang Penghapusan Sanksi Pajak hingga Dua Tahun, Ini SyaratnyaPemkot Depok Beri Diskon PBB-P2 hingga 100 Persen, Warga Bisa Manfaatkan sampai 30 November 2026Keyakinan Konsumen Indonesia Turun pada September 2026, BI Catat Indeks 118,1Pemerintah Permudah Penyelesaian Kewajiban PerpajakanVietnam Melesat, Indonesia Jalan di TempatHarga Minyak Dunia Melonjak, Pemerintah Antisipasi Beban Subsidi BBM dan Tekanan APBNPemerintah Siapkan Stimulus Tiket Pesawat hingga Kereta untuk Nataru, Anggaran Rp883,4 MiliarBPPK Gelar Simulasi Uji Kompetensi Perpajakan Hari Ini, Libatkan 7.000 PesertaDJP Kejar Kekurangan Target Pajak Rp750,1 Triliun, Pengawasan dan Pemungutan Digital DiperkuatPMK 71/2026 Perluas Kewenangan DJP, Penelitian Keberatan Pajak Bisa Libatkan Pertukaran Informasi Lintas NegaraCukai Minuman Berpemanis Berlaku Tahun Depan, Targetkan Rp1,7 TriliunRestitusi Pajak hingga September 2026 Capai Rp198,71 Triliun, Turun 38,08 PersenPenerimaan Pajak Capai Rp1.607,6 Triliun, Ini Tiga Strategi DJP Kejar Target Sampai Akhir TahunKPP Pratama Tangerang Barat Lelang Toyota Innova 2015, Nilai Limit Rp97,37 JutaCukai Minuman Manis Berlaku Semester II-2027, Kemenkeu Bidik Penerimaan Rp1,7 TriliunBea Cukai Mulai Integrasikan X-Ray KargoMenkeu Suahasil Buka Peluang Penghapusan Sanksi Pajak hingga Dua Tahun, Ini SyaratnyaPemkot Depok Beri Diskon PBB-P2 hingga 100 Persen, Warga Bisa Manfaatkan sampai 30 November 2026Keyakinan Konsumen Indonesia Turun pada September 2026, BI Catat Indeks 118,1
PajakOnline
Beranda
Berita PajaknewsHubungi KamiKebijakan Privasi
← Semua beritaBerita

Lebaran 2023, Peredaran Uang di Daerah Diprediksi Capai Rp67 Triliun

· · pajakonline.com

PajakOnline.com—Peredaran uang pada momen Lebaran di daerah diprediksi mencapai Rp67 triliun. Perkiraan tersebut berdasarkan meningkatnya aktivitas mudik dan mobilitas masyarakat yang mendorong belanja untuk kebutuhan Lebaran. "Pembayaran THR akan digunakan masyarakat untuk mengirimkan sebagian uang ke sanak saudara di kampung halaman," kata Ekonom Celios (Center of Economic and Law Studies) Bhima Yudhistira Adhinegara dalam keterangannya, Selasa (18/4/2023).

Bhima mengungkapkan, kondisi tersebut tentu akan berbeda dengan puncak pandemi Covid-19 sebelumnya. Saat Ramadhan dan jelang Lebaran tahun ini, perusahaan sudah mampu membayar THR secara penuh sehingga menjadi penyebab naiknya uang beredar.

"Kenaikan uang beredar juga dipicu oleh pertumbuhan kredit perbankan yang cukup positif," katanya. Menurut Bhima, daerah yang perputaran uangnya tinggi selama Lebaran adalah Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, serta Sumatra Utara, Sumatra Barat hingga Sulawesi Tenggara.

Di daerah yang akan dilalui pemudik atau tujuan destinasi wisata seperti Yogyakarta dan Bali pun terjadi kenaikan uang beredar. Bhima menilai, sektor usaha yang tumbuh tinggi dan mendapatkan dampak positif dari momen Lebaran adalah jasa transportasi, ritel, makanan minuman, penyediaan rest area, pakaian jadi, dan perhotelan.

Menurut Bhima, konsumsi rumah tangga pun bisa tumbuh 5,5% di kuartal ke II 2023. Jadi selama Lebaran sumbangan konsumsi rumah tangga akan mendongkrak ekonomi sepanjang tahun. "Porsi konsumsi rumah tangga pun relatif tinggi dikisaran 55-57% dari PDB. Tidak sedikit rumah tangga yang siapkan konsumsi 2-3 bulan sebelum Lebaran," ungkapnya.

Bima menyebutkan momentum Lebaran tahun ini menjadi titik balik dari tekanan pandemi dalam tiga tahun terakhir. Banyak UKM di daerah juga tidak sabar menanti efek Lebaran. Apalagi para pelaku UKM merekrut tenaga kerja lebih banyak dan tentu berharap omzet bisa sama dengan Lebaran pra-pandemi.

Selain itu, yang paling penting pula kata Bhima, tugas pemerintah adalah mengendalikan tingkat inflasi sehingga konsumsi selama Lebaran bisa maksimal, serta pemerintah bisa menjaga kelancaran arus mudik.
"Selama arus mudik bisa lancar, perputaran uang jadi lebih banyak. Pemerintah daerah juga bisa dilibatkan untuk membuat beragam event menyambut Lebaran, terutama di destinasi wisata," pungkas Bhima.