PajakOnline | Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mengungkapkan masih adanya crazy rich atau high wealth individual (HWI) orang kaya raya yang telah melaporkan pajak tahunannya. DJP telah menerima sebanyak 172.000 Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan masa pajak 2024 dari Wajib Pajak crazy rich tersebut.
Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP Rosmauli menyebutkan dari jumlah tersebut sebanyak 20,1 persen crazy rich telat lapor SPT Tahunan.
HWI dikategorikan sebagai Wajib Pajak yang dikenakan tarif Pajak Penghasilan (PPh) sebesar 35 persen karena memiliki penghasilan di atas Rp5 miliar. Ketentuan ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP).
“Tingkat kepatuhan Wajib Pajak HWI dalam pelaporan SPT tahunan 2024 menunjukkan hasil yang baik. Dari total 172 ribu SPT tahunan Wajib Pajak HWI yang dilaporkan, sebanyak 79,9 persen disampaikan secara tepat waktu dan 20,1 persen disampaikan melewati batas waktu,” kata Rosma dikutip Senin (10/11/2025).
Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2007 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (UU KUP) telah menetapkan batas waktu pelaporan SPT Tahunan PPh Wajib Pajak orang pribadi pada 31 Maret. Keterlambatan pelaporan akan dikenakan denda sebesar Rp100 ribu.
Sementara, batas waktu pelaporan SPT Tahunan PPh Wajib Pajak badan jatuh pada 30 April. Bagi Wajib Pajak badan yang melewati batas waktu itu akan dikenakan denda sebesar Rp1 juta.
