Jakarta, PajakOnline - Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Bimo Wijayanto menyebutkan pajak tetap menjadi tulang punggung fiskal dan sumber utama penerimaan negara dalam menjaga keberlanjutan pembangunan nasional di tengah tekanan ekonomi global dan ketidakpastian pasar keuangan internasional.
Menurut Bimo, penerimaan pajak memiliki peran strategis dalam mendukung pembiayaan berbagai program prioritas pemerintah, mulai dari pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, hingga transformasi ekonomi nasional.
Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mencatat penerimaan pajak neto pada kuartal I-2026 mencapai sekitar Rp394,8 triliun. Kinerja tersebut didorong oleh pertumbuhan penerimaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN), PPh orang pribadi, serta meningkatnya aktivitas ekonomi domestik selama awal tahun 2026.
Bimo menyebut reformasi administrasi perpajakan melalui implementasi Coretax DJP mulai memberikan dampak positif terhadap pengawasan dan perluasan basis pajak. Sistem berbasis data tersebut memungkinkan integrasi informasi lintas sektor dan pemantauan transaksi secara lebih real time sehingga potensi penerimaan negara dapat dioptimalkan.
