PajakOnline | Pemerintah mengalokasikan anggaran besar untuk Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Tahun ini, Rp50 triliun disiapkan untuk pencairan THR ASN, yang akan diberikan paling cepat 3 minggu sebelum Lebaran.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah terus berupaya mengakselerasi pertumbuhan ekonomi demi mencapai target yang telah ditetapkan. Salah satu langkah yang diambil adalah memastikan kebijakan strategis, seperti penyaluran bantuan sosial (bansos) dan stimulus khusus selama Ramadhan dan Lebaran, berjalan optimal. Dengan langkah ini, target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2 persen yang tercantum dalam APBN 2025 diharapkan dapat tercapai.
Menurut Airlangga, kebijakan tersebut dirancang untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi serta memastikan stabilitas makroekonomi. “Pemerintah akan terus memantau perkembangan aktivitas konsumsi individu dan peningkatan mobilitas masyarakat pada Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Nyepi dan Lebaran Idul Fitri yang akan menggerakkan aktivitas ekonomi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi pada Triwulan I-2025,” kata Airlangga dalam Rapat Koordinasi Tingkat Menteri, dikutip Selasa (4/3/2025).
Ramadhan dan libur Lebaran selalu menjadi momen puncak konsumsi rumah tangga, yang menjadi salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi. Fenomena ini mendorong peningkatan produksi industri non-migas, terutama industri makanan, minuman, dan tekstil, untuk memenuhi lonjakan permintaan.
Selain itu, konsumsi listrik selama Ramadan diperkirakan meningkat, dan sektor perdagangan besar serta eceran juga diharapkan tumbuh berkat dorongan suplai domestik.
