PajakOnline.com—Kinerja pendapatan dan belanja negara yang positif mengindikasikan pemulihan ekonomi yang terus berlanjut. “Kita melihat pemulihan itu terjadi baik di konsumsi, dalam hal ini confidence dari konsumen meningkat, dan juga dari sisi investasi seperti terlihat konsumsi dari listrik di bidang bisnis dan industri tumbuhnya sangat tinggi,” kata Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam Program Dialog Khusus TVRI Refleksi Akhir Tahun.
Menkeu mengungkapkan konsumsi semen juga meningkat yang menggambarkan pertumbuhan meningkat, meski sektor konstruksi masih agak tertinggal. Selain itu, impor bahan baku dan barang modal juga meningkat tajam di atas 40% yang dapat menyebabkan kegiatan manufaktur akan meningkat cukup besar.
Pemulihan ekonomi yang sudah berjalan cukup cepat ini, menurut Menkeu menyebabkan penerimaan negara meningkat cukup tajam. Penerimaan pajak, bea cukai, dan penerimaan negara bukan pajak tumbuh positif.
“Sekarang ini dalam posisi seminggu kemarin sebelum penutupan tahun anggaran, seluruh penerimaan kita sudah melewati (target) APBN. Jadi ini artinya penerimaan negara akan sangat tinggi,” kata Menkeu Sri Mulyani.
Menkeu menambahkan, upaya memulihkan perekonomian ini juga didukung langkah-langkah APBN yang sangat cepat dan responsif menghadapi kondisi Covid19 yang terkadang mengalami perubahan sangat cepat seperti yang terjadi pada bulan Juli yang lalu, dimana varian Delta melonjak sangat tinggi di Indonesia.
