TRENDING
KPP Pratama Tangerang Barat Lelang Toyota Innova 2015, Nilai Limit Rp97,37 JutaCukai Minuman Manis Berlaku Semester II-2027, Kemenkeu Bidik Penerimaan Rp1,7 TriliunBea Cukai Mulai Integrasikan X-Ray KargoMenkeu Suahasil Buka Peluang Penghapusan Sanksi Pajak hingga Dua Tahun, Ini SyaratnyaPemkot Depok Beri Diskon PBB-P2 hingga 100 Persen, Warga Bisa Manfaatkan sampai 30 November 2026Keyakinan Konsumen Indonesia Turun pada September 2026, BI Catat Indeks 118,1DJP Terbitkan 454.377 SP2DK hingga September 2026, Wajib Pajak Diminta Siapkan Bukti PendukungPengadilan Pajak Umumkan Antrean Layanan Hari Ini, Wajib Pajak Diminta Perhatikan JadwalSebanyak 25 Aset Sitaan Pajak Senilai Rp17,8 Miliar di Kalbar Segera DilelangSebanyak 420.000 Wajib Pajak Orang Pribadi Kena PPh 35%Harga Minyak Tembus USD100, Risiko Ekonomi Global dan Indonesia MeningkatBank Dunia Naikkan Proyeksi Ekonomi Indonesia 2026 Menjadi 5,2%Simulasi Uji Kompetensi Perpajakan Digelar 12 Oktober 2026, Peserta Diminta Siapkan Perangkat dan JaringanKurs Pajak 7–13 Oktober 2026: Dolar AS Naik Jadi Rp17.935DJP Kejar Target Pajak Rp2.593,35 Triliun pada 2027, Ini StrateginyaBSU Rp900 Ribu untuk 13,3 Juta Pekerja Segera Disiapkan, Syarat dan Jadwal Pencairan Masih Menunggu AturanKPP Pratama Tangerang Barat Lelang Toyota Innova 2015, Nilai Limit Rp97,37 JutaCukai Minuman Manis Berlaku Semester II-2027, Kemenkeu Bidik Penerimaan Rp1,7 TriliunBea Cukai Mulai Integrasikan X-Ray KargoMenkeu Suahasil Buka Peluang Penghapusan Sanksi Pajak hingga Dua Tahun, Ini SyaratnyaPemkot Depok Beri Diskon PBB-P2 hingga 100 Persen, Warga Bisa Manfaatkan sampai 30 November 2026Keyakinan Konsumen Indonesia Turun pada September 2026, BI Catat Indeks 118,1DJP Terbitkan 454.377 SP2DK hingga September 2026, Wajib Pajak Diminta Siapkan Bukti PendukungPengadilan Pajak Umumkan Antrean Layanan Hari Ini, Wajib Pajak Diminta Perhatikan JadwalSebanyak 25 Aset Sitaan Pajak Senilai Rp17,8 Miliar di Kalbar Segera DilelangSebanyak 420.000 Wajib Pajak Orang Pribadi Kena PPh 35%Harga Minyak Tembus USD100, Risiko Ekonomi Global dan Indonesia MeningkatBank Dunia Naikkan Proyeksi Ekonomi Indonesia 2026 Menjadi 5,2%Simulasi Uji Kompetensi Perpajakan Digelar 12 Oktober 2026, Peserta Diminta Siapkan Perangkat dan JaringanKurs Pajak 7–13 Oktober 2026: Dolar AS Naik Jadi Rp17.935DJP Kejar Target Pajak Rp2.593,35 Triliun pada 2027, Ini StrateginyaBSU Rp900 Ribu untuk 13,3 Juta Pekerja Segera Disiapkan, Syarat dan Jadwal Pencairan Masih Menunggu Aturan
PajakOnline
Beranda
Berita PajaknewsHubungi KamiKebijakan Privasi
← Semua beritaBerita

Petugas Pajak Awasi Orang Pamer Harta di Medsos

· · pajakonline.com

PajakOnline | Direktur Peraturan Perpajakan I Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Hestu Yoga Saksama mengungkapkan, petugas pajak mengawasi orang atau wajib pajak yang suka pamer harta di media sosial (medsos). Yoga mengatakan, DJP menggunakan teknologi crawling, yakni pemindaian otomatis terhadap unggahan pengguna di medsos untuk mendeteksi potensi pajak yang belum tergali.

“Pengawasan seperti media sosial kita sudah lakukan crawling, data-data dari media sosial. Kalau suka pamer mobilnya walaupun mobilnya enggak bagus, ya pasti diamati sama teman-teman pajak,” kata Yoga dalam Media Briefing di Kantor Pusat DJP, Jakarta.

Apabila berdasarkan analisis DJP terdapat ketidaksesuaian harta yang dipamerkan dengan isi Surat Pemberitahuan (SPT) tahunan Wajib Pajak, DJP akan melakukan edukasi hingga penyampaian surat.

Adapun DJP berwenang mengirimkan Surat Imbauan, Surat Permintaan Penjelasan atas Data dan/atau Keterangan (SP2DK), hingga Surat Ketetapan Pajak (SKP) sebelum dilakukan pemeriksaan.

“Model crawling segala macam juga kita lakukan, itu kita lakukan pengawasan. Memang kita belum membuat suatu regulasi memungut secara langsung. Kalau di YouTube, endorsement, juga sudah kita lakukan juga banyak pengawasan,” kata Yoga.

Selain itu, pengawasan kepatuhan perpajakan juga dilakukan DJP dengan menyandingkan data dan/atau informasi yang diterima dari kementerian/lembaga (K/L) atau yurisdiksi negara mitra melalui skema Automatic Exchange of Information (AEoI).

Yoga menjelaskan strategi tersebut merupakan upaya DJP menciptakan keadilan bagi Wajib Pajak yang sudah patuh. DJP menyadari strategi memanfaatkan medsos dilakukan sebagai upaya mengikuti perkembangan digitalisasi.

“Dinamika digitalisasi semakin meluas, tentunya dari otoritas perpajakan kita juga harus meng-capture itu supaya tidak ada yang kemudian tidak kena pajak, sementara yang lain kena pajak,” katanya.

Wakil Menteri Keuangan Anggito Abimanyu dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Jakarta, kemarin membenarkan pengawasan medsos merupakan salah satu strategi pemerintah untuk menggali potensi penerimaan perpajakan.

“Output perumusan kebijakan administrasi, yaitu penggalian potensi perpajakan melalui data analytic maupun media sosial,” kata Anggito.

Secara simultan, pemerintah merumuskan output penanganan keberatan/banding/gugatan pada putusan perkara perpajakan. Anggito menegaskan DJP serta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) akan terus melakukan penguatan fungsi penegakan hukum perpajakan.

Baca Juga:

https://www.pajakonline.com/djp-perketat-pengawasan-kepatuhan-pajak-wajib-pajak-berpenghasilan-tinggi/