Denpasar, PajakOnline – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP Bali) hingga Februari 2026 berhasil menghimpun penerimaan pajak sejumlah Rp2,25 triliun,setara dengan 9,26% dari target yang telah ditetapkanuntuk Tahun 2026 sebesar Rp24,31 triliun.
Dibandingkan dengan penerimaan pada periode yang sama di tahun 2025 yaitu sebesar Rp1,98 triliun, terdapat peningkatan sejumlah Rp269,67 miliar atau menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 13,60%. Hal tersebut disampaikan Darmawan, Kepala Kanwil (Kakanwil) DJP Bali dalam kegiatan Media Briefing APBN Kita Regional Bali yang diselenggarakan secara hybrid yang diikuti PajakOnline.
“Sebanyak Rp2,25 triliun uang pajak telah dibayarkan oleh wajib pajak di Provinsi Bali. Penerimaan pajak tersebut diadministrasikan oleh 1 Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya dan 7 KPP Pratama, yaitu :
1. KPP Madya Denpasar dengan realisasi sejumlah Rp1.082,06 miliar dari target Rp11.245,75 miliar;
2. KPP Pratama Denpasar Timur, realisasi Rp179,65 miliar dari target Rp2.031,02 miliar;
3. KPP Pratama Denpasar Barat, realisasi Rp166,63 miliar dari target Rp2.072,39 miliar;
4. KPP Pratama Badung Selatan, realisasi Rp246,41 miliar dari target Rp2.612,16 miliar;
5. KPP Pratama Badung Utara, realisasi Rp239,54 miliar dari target Rp2.827,29 miliar;
6. KPP Pratama Gianyar, realisasi Rp218,94 miliar dari target Rp2.018,03 miliar;
7. KPP Pratama Tabanan, realisasi Rp64,76 miliar dari target Rp800,31 miliar; dan
8. KPP Pratama Singaraja, realisasi Rp54,41 miliar dari target Rp706,78 miliar."

Apabila dilihat dari per jenis pajak, Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 25/29 Badan memiliki kontribusi sebesar Rp510,27 miliar, PPh Pasal 25/29 Orang Pribadi berkontribusi sebesar 57,53 miliar, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) berkontribusi sebesar Rp802,76 miliar, dan Pajak Bumi Bangunan (PBB) berkontribusi sebesar Rp0,01 miliar.
“Hampir semua jenis pajak mengalami pertumbuhan positif hingga Februari 2026. PPh tumbuh positif mencerminkan kompensasi gaji atau upah karyawan masih terjaga dengan baik, dan pembayaran angsuran PPh Wajib Pajak Badan berjalan dengan optimal. Pada jenis pajak PPN Dalam Negeri (DN) tercatat pertumbuhan yang positif akibat peningkatan realisasi belanja pemerintah pada sektor Administrasi Pemerintahan dan Jaminan Sosial Wajib. Selain itu, jenis pajak lainnya juga mencatatkan kinerja positif sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang baik,” ujar Darmawan.
Ia juga menyampaikan bahwa penerimaan pajak Bali mengalami pertumbuhan positif karena didorong oleh beberapa sektor usaha dengan realisasi dan kontribusi terhadap total penerimaan pajak yaitu:
1. Perdagangan: Rp383,45 miliar (17,02%);
